Kamis 24 Maret 2022, 20:18 WIB

MAKI Serahkan Data Dugaan Mafia CPO ke Kejagung

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
MAKI Serahkan Data Dugaan Mafia CPO ke Kejagung

MI/Susanto
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman

 

MASYARAKAT Anti Korupsi Indonesia (MAKI) memberikan data dugaan mafia crude palm oil (CPO) ke jajaran Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung. Menurut Koordinator MAKI Boyamin Saiman, data itu untuk menambah laporan sebelumnya yang diajukan pada Senin (14/3).

"Saya datang hari ini ke Kejagung untuk menambah data terkait dugaan mafia CPO, yang saya istilahkan liga besar. Karena liga kecilnya di Kejati terkait minyak goreng," ujar Boyamin di Gedung Bundar, Kejagung, Jakarta, Kamis (24/3).

Data itu berisi delapan perusahaan di Kalimantan yang diduga menyimpangi ketentuan ekspor CPO. Ini dilakukan dengan melakukan ekspor secara langsung, tanpa mengolahnya terlebih dahulu menjadi beragam produk, termasuk minyak goreng. Dengan demikian, negara kehilangan pajak pertambahan nilai (PPN) 10 persen.

"CPO itu yang harusnya dijadikan industri, tapi langsung diekspor dan hanya bayar 5 persen," kata Boyamin.

"Jadi harusnya negara ini dapat 15 persen, tapi hanya mendapatkan 5 persen, 10 persennya hilang," tandas Boyamin.

Baca juga: Polri dalami Dugaan Kartel Minyak Goreng

Dalam laporan sebelumnya, MAKI menduga sebenarnya tidak ada kuota ekspor CPO. Hal itu disinyalir mengakibatkan kelangkaan minyak goreng di tanah air. Boyamin menyinyalir kasus ini terkait tindak pidana ekonomi yang mengarah pada korupsi.

Kejagung sendiri saat ini sedang menyelidiki dugaan pelanggaran kebijakan wajib pasok kebutuhan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) minyak goreng di Surabaya, Jawa Timur. Dalam hal ini, 160an eksportir diklarifikasi tim jaksa.

"Ketika orang ekspor minyak, dia memiliki kewajiban untuk memenuhi kepentingan domestik 20 persen dari jumlah yang diekspor," ujar Direktur Penyidikan JAM-Pidsus Supardi.

"Nah itu apakah benar-benar untuk memenuhi dijual ke domestik atau justru ada permainan dijual ke luar?" tandasnya. (OL-4)

Baca Juga

Pemprov Jateng

Demokrat Hargai Keputusan PSI Deklarasikan Ganjar Jadi Capres 2024

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 15:27 WIB
PSI mendeklarasikan Ganjar dan Yenny Wahid sebagai pasangan di Pilpres...
Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq

TGIPF Mulai Bekerja Usut Tragedi Kanjuruhan

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 14:42 WIB
Tim yang dipimpin Menko Polhukam Mahfud MD itu telah menggelar rapat perdana, Selasa (4/10) malam, kemudian bersepakat segera bekerja...
Ist/DPr

Sambut P20, RI-Inggris Suarakan Dukungan Penerapan Ekonomi Hijau

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 14:16 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani mengungkapkan apresiasi terhadap dukungan Inggris yang hadir dalam pergelaran Konferensi Tingkat Tinggi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya