Selasa 01 Maret 2022, 21:43 WIB

TNI-Polri Dilarang Undang Penceramah Radikal, Pengamat: Agar Tidak Terdoktrin

Yakub Pryatama WIjayaatmaja | Politik dan Hukum
TNI-Polri Dilarang Undang Penceramah Radikal, Pengamat: Agar Tidak Terdoktrin

Ilustrasi
Ilustrasi radikalisme

 

PRESIDEN Joko Widodo mengingatkan para istri personel TNI dan Polri agar tidak mengundang penceramah radikal dengan mengatasnamakan demokrasi. 

Jokowi menyebut, TNI dan Polri saat ini sudah harus berbenah, salah satunya berkaitan dengan arah kedisiplinan personel di masing-masing instansi tersebut. 

Menanggapi hal itu, Pengamat militer dari intelijen Susaningtyas Kertopati menerangkan maksud Presiden Jokowi itu bahwa aparat anggota TNI-Polri sudah memiliki peraturan atau regulasi dalam melaksanakan tugasnya. 

"Artinya TNI ada Sapta Marga, demikian juga Polri. Jadi bukan saja Prajurit atau Perwiranya saja yang harus patuh aturan tapi juga anak istri cucunya juga," papar Susan kepada Media Indonesia. 

Bahayanya, kata Susan, bila TNI-Polri yang merupakan institusi bersenjata ikut berpikir radikal melawan Pancasila UUD 45. 

Baca juga : KSAL: Arahan Presiden soal Sikap Tegak Lurus Jadi Evaluasi Internal TNI

"Tentulah bahaya, bisa bubar negara ini," ungkapnya. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengingatkan para istri personel TNI dan Polri untuk tidak mengundang penceramah radikal dengan mengatasnamakan demokrasi. 

Menurutnya, TNI dan Polri saat ini sudah harus berbenah, salah satunya berkaitan dengan arah kedisiplinan personel di masing-masing instansi tersebut. 

"Ibu-ibu kita juga sama, kedisiplinannya juga harus sama. Enggak bisa, menurut saya, enggak bisa ibu-ibu (istri personel TNI-Polri) itu memanggil, ngumpulin ibu-ibu yang lain memanggil penceramah semaunya atas nama demokrasi," ujar Jokowi. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA/ Fakhri Hermansyah

Polisi Serahkan Pimpinan Khilafatul Muslimin ke Kejaksaan Hari Ini

👤Rahmatul Fajri 🕔Senin 03 Oktober 2022, 17:11 WIB
Begitu sudah tahap 2, berarti proses sidik sudah selesai tinggal penyerahterimaan tersangka maupun barang bukti ke Kejaksaan Negeri Bekasi,...
AFP

Soal Gas Air Mata di Kanjuruhan, Polri: Materi Sedang Didalami

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Senin 03 Oktober 2022, 17:07 WIB
Polri masih mendalami berbagai eskalasi insiden mematikan di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang sebelumnya berlangsung laga Arema FC kontra...
MI/Lina Herlina

Saksi Pelanggaran HAM Berat Pania Beberkan Kronlogis Kejadian

👤Lina Herlina 🕔Senin 03 Oktober 2022, 17:02 WIB
SIDANG Pengadilan HAM berat Paniai, Papua Barat pada PN Makassar Kelas IA Khusus, pada Senin (3/10) kembali digelar. Masih dengan agenda...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya