Senin 28 Februari 2022, 09:26 WIB

Propam Polri Usut Penetapan Pelapor Dugaan Korupsi Sebagai Tersangka

Siti Yona Hukmana | Politik dan Hukum
Propam Polri Usut Penetapan Pelapor Dugaan Korupsi Sebagai Tersangka

MEDCOM/AHMAD ROFAHAN
Bendahara Desa Nurhayati menunjukkan surat permohonan dirinya yang telah dijadikan tersangka di Cirebon, Jawa Barat.

 

PROFESI dan Pengamanan (Propam) Polri bakal dikerahkan ke Polres Cirebon untuk mengusut penetapan Nurhayati, pelapor kasus dugaan korupsi di Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Cirebon, Jawa Barat sebagai tersangka. Propam siap turun tangan apabila ada unsur kesengajaan dalam proses penetapan tersangka tersebut.

"Kalau ada unsur kesengajaan pasti kita rekomendasikan untuk pemeriksaan Propam," kata Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto saat dikonfirmasi, Senin (28/2).

Agus mengatakan pihaknya harus melihat proses penetapan tersangka itu secara utuh. Guna memastikan ada atau tidak kesengajaan dalam penetapan tersangka tersebut.

"(Karena) enggak baik juga sedikit-sedikit menghukum anggota," ujar jenderal bintang tiga itu.

Baca juga: Kepsek di Depok Tersangka Korupsi Rp1,5 M Meninggal

Menurut dia, bisa saja saat proses penyidikan kepala desa ada dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukan Nurhayati. Sehingga, mendapat petunjuk dari jaksa peneliti untuk mendalami peran Nurhayati.

Agus mengatakan petunjuk itu disampaikan jaksa peneliti Kejaksaan Negeri (Kejari) Cirebon saat mengembalikan berkas P-19 S, Kepala Desa Citemu ke Polres Cirebon. Polres Cirebon menetapkan Nurhayati sebagai tersangka berdasarkan petunjuk tersebut.

"Atas diskusi dengan Karowassidik, dan Dirtipidkor belum terlihat unsur sengaja mentersangkakan Nurhayati dalam kasus tersebut," ungkap Agus.

Dia mengakui sempat ada wacana pemeriksaan penyidik Polres Cirebon oleh Propam Polri. Namun, rencana urung dilakukan karena tidak ada unsur kesengajaan.

"Kan kasihan kalau memang tidak ada unsur kesengajaan dan dikerjakan atas koordinasi atau petunjuk pada penanganan berkas Kepala Desa," ucap mantan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri itu.

Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polres Cirebon menggelar perkara beberapa waktu lalu. Hasil ekspose, dinyatakan Nurhayati tidak cukup bukti ikut melakukan tindak pidana korupsi.

Sehingga, berkas tahap II atau penyerahan Nurhayati dan barang bukti ke Kejari Cirebon tidak dilakukan. Kapolres Cirebon AKBP M Fahri Siregar beserta Dirreskrimsus tengah berkoordinasi dengan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejari Cirebon.

Harapannya, Kejari bisa mengembalikan berkas P-21. Sehingga, segera menerbitkan surat penetapan penghentian penyidikan (SP3) terhadap Nurhayati.

Kasus bermula saat Nurhayati melaporkan dugaan korupsi dana desa sebesar Rp800 juta yang dilakukan S, Kepala Desa Citemu ke Polres Cirebon. Diketahui, Nurhayati berprofesi sebagai Kepala Urusan Keuangan Desa Citemu.

Dia yang awalnya pelapor malah berbalik jadi tersangka. Begitu pula S, juga menyandang status tersangka. Namun, status tersangka Nurhayati bakal dicabut. Sementara itu, S dipastikan tetap menjadi tersangka korupsi. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Menpan RB baru Akan Dilantik Bulan ini di IKN Nusantara

👤Indriyani Astuti 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 14:39 WIB
Heru mengatakan belum ada pelantikan menteri baru pengganti Tjahjo Kumolo itu karena jadwal Presiden Jokowi cukup...
ANTARA/Wuryanti Puspitasari.

Menko PMK Pimpin Upacara HUT ke-77 RI di Ponpes Milik Abu Bakar Ba'asyir

👤Mediaindonesia 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 14:33 WIB
Sementara itu, sebelumnya Sekretaris Kemenko PMK Y.B Satya Sananugraha menjelaskan, para personel upacara terdiri atas para ustaz dan...
Ist/Instagram

Kuasa Hukum Brigadir J Menuju Jambi Besok, Guna Legalitas Pelaporan PC

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 14:21 WIB
Martin Lukas Simanjuntak dan tim akan melaporkan Putri Candrawathi (PC), istri dari Irjen Ferdy Sambo, dalam dugaan membuat laporan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya