Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Anies dan RK Satu Pandangan Soal Pentahelix

Cahya Mulyana
22/2/2022 19:31
Anies dan RK Satu Pandangan Soal Pentahelix
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/1/2020).(Ant)

GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil berpandangan kolaborasi semua pihak bisa menbawa kemajuan untuk Indonesia. Misalnya kolaborasi pentahelix yang terdiri dari pemerintah, komunitas, akademisi, pebisnis, dan media.

"Kalau pentahelix ini kompak Insya Allah semua tantangan pembangunan bisa kita selesaikan," kata Ridwan dalam diskusi virtual bertajuk Pentingnya Kolaborasi Melalui Komunitas Untuk Indonesia Maju yang digelar oleh DPP GEMPAR, Icommunity, dan HIPMI, Selasa (22/2).

Baca juga: Jokowi-Surya Paloh Mesra, Pengamat: Bisa Jadi Berkah Elektoral Buat NasDem

Konsep pentahelix atau multipihak ialah unsur pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media bersatu padu berkoordinasi serta berkomitmen untuk mengembangkan inovasi pengetahuan yang memiliki potensi untuk dikapitalisasi atau ditransformasi menjadi produk maupun jasa yang memiliki nilai ekonomis.

Ridwan menuturkan, setidaknya sekarang ada tiga tantangan utama para pemuda Indonesia. Pertama pemasan global atau global warming yang membuat iklim semakin tak menentu dan bencana semakin banyak.

"Kedua adalah distrupsi digital. Di mana untuk menjadi pemenang harus menguasai tekonologi," jelasnya.

Selanjutnya, kata RK sapaan akrabnya, mengenai disrupsi pandemi covid-19. Bencana global ini telah banyak menghentikan kegiatan sosial, ekonomi, dan pendidikan.

"Pemuda kita bahwa tahun 2022 ke depan 3 isu ini harus direspon," kata mantan Wali Kota Bandung tersebut.

Ia pun menyimpulkan Indonesia akan mudah menggapai kemajuan, ekonomi hijau, ekonomi digital dan ekonomi kreatif dengan pentahelix. "Kemudian gunakan teorinya dengan pentahelix kita sambut Indonesia maju, jadi anak mudanya produktif kemudian ekonomi 5%, demokrasi sosial politiknya damai," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun berpandangan demikian. Menurutnya kolaborasi antara pemerintah dengan pihak lain penting untuk memajukan Indonesia.

"Kami di Jakarta selama ini mengikhtiarkan kemajuan lewat kolaborasi sehingga kemajuan kota bukan hanya dikerjakan pemerintah tapi seluruh elemen masyarakat termasuk komunitas," kata Anies.

Sementara itu, Ketua Umum DPP GEMPAR Yohanes Sirait mengatakan, target Indonesia untuk menjadi negara enam besar kekuatan ekonomi dunia harus diwujudkan. Untuk menuju Indonesia emas 2045, dia menilai ada tiga isu besar yang harus dikerjakan.

Pertama terkait sumber daya manusia (SDM), teknologi dan alam. "Kita tahu Indonesia akan mencapai bonus demografi. Ini membuat dunia akan berkembang cepat dari segi manusia," ucap Yohanes.

Dari segi alam, kata Yohanes, iklim sudah semakin tak menentu. Bahkan ada penelitian yang menyebutkan Jakarta akan tenggelam. Begitu pula Miami di Amerika Serikat yang terancam tenggelam akibat naiknya permukaan air laut secara signifikan.

Baca juga: Hermes Kiemas Hadiri Deklarasi Nasional Lingkar Puan di Bandung

Sedangkan dalam aspek teknologi, media sosial dianggap bukan lagi dunia maya, melainkan sudah seperti dunia nyata. Oleh karena itu, jika tidak berkembang, maka Indonesia akan menyiakan bonus demografi yang didapat.

"Di era tekonologi, isu sara itu mengemuka, bukan hanya di Indonesia di negara belahan dunia lain juga. Teknologi saat ini untuk memecah belah, alam bukan untuk melestrikan. Kita harus menghentikan segala perpecahan ini," tutup Yohanes. (Cah/A-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik