Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
VIRALNYA nama Desa Wadas Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, akhir-akhir ini terkait kasus lahan seolah membuka tabir adanya dugaan politisasi yang dilakukan oleh kelompok anti-pemerintah. Bahkan ada upaya membenturkan pemerintah dengan masyarakat.
"Ironis memang, di saat pemerintah sibuk menangani pandemi yang angka positifnya terus menaik, ada pihak-pihak yang dengan sengaja mempolitisir kasus tanah di Desa Wadas untuk menggoyang pemerintah," kata Teddy Mulyadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Seknas Ganjar dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (15/2).
Padahal, menurut Teddy, sebagian besar warga Kecamatan Bener mendukung proyek strategis nasional (PSN) Bendungan Bener.
Baca juga : DPR Minta Pemda Jateng Lakukan Pemetaan Ulang Lokasi Batu Andesit
Namun, justru diteror oleh oknum-oknum tertentu, baik dalam bentuk pengancaman dengan senjata tajam, pengucilan sosial hingga perusakan fisik.
"Dari 429 pemilik lahan, 350 sudah siap membebaskan tanah. Itu sudah lebih dari 80 persen warga," kata Kepala Desa Wadas, Kecamatan Bener, Fahri Setyanto.
Diduga ada oknum yang dengan memanfaatkan kekeruhan masalah di Desa Wadas untuk mendiskreditkan pemerintah. Padahal, tujuan pemerintah itu baik.
Baca juga : Anggota DPR Habiburokhman: Tak Boleh Ada Kekerasan pada Warga Negara
Ditangkapnya segelintir masyarakat yang kontra membuat masalah kian memanas. Bupati Purworejo menduga ada provokator yang dengan sengaja memanas-manasi situasi.
Lebih jauh Mulyadi menolak bila dikatakan aparat kepolisian represif menangani masalah tersebut.
"Penangkapan beberapa oknum yang menolak pembangunan Bendungan Bener semata untuk membuat suasana kondusif. Dan lagi, bendungan tersebut merupakan proyek strategis nasional pemerintah yang juga untuk rakyat," terangnya.
Baca juga : Kapolda Jateng Janji Bebaskan 64 Warga Wadas Purworejo Hari Ini
Dirinya juga menilai sikap Ganjar Pranowo yang langsung mendatangi warga Desa Wadas, baik yang pro maupun kontra merupakan sikap pemimpin yang peduli terhadap rakyatnya.
"Pak Ganjar mau menunjukkan bahwa pro dan kontra adalah hal biasa dalam kehidupan berdemokrasi. Intinya, bagaimana bisa mengkomunikasikan dan menjembatani kepada semua pihak agar memahami bahwa pemerintah ingin agar rakyatnya bisa hidup lebih sejahtera," ujar Mulyadi yang juga dikenal sebagai Direktur Politik Lembaga Pengkajian Informasi Pembangunan Bangsa (LPIPB) ini.
Dengan dibangunnya Bendungan Bener, maka pengairan untuk sawah di daerah tersebut lebih terjamin.
"Dengan pasokan air yang baik, tentu tidak ada lagi istilah gagal panen. Masyarakat pun akan memiliki kepastian mendapat nilai ekonomi yang lebih dengan keberadaan bendungan tersebut," ujarnya lagi.
Dia meminta semua pihak untuk mendukung program pemerintah. "Kalaupun ada masukan, sampaikan dengan cara-cara yang baik, tidak anarkhi apalagi melakukan intimidasi kepada pihak-pihak lain," seru mantan aktivis mahasiswa Muhammadiyah ini. (RO/OL-09)
GERAKAN Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Jawa Timur dan Gekrafs Jawa Tengah turut berpartisipasi dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi antarprovinsi yang digelar pada 29 Januari 2026.
Daerah berpotensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah pada Jumat 30 Januari Agus Triyono, tersebar di 18 lokasi.
Sebagian warga Bumiayu memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka terdampak banjir. Tak hanya itu, ratusan hektare tanaman padi juga rusak.
Sekda Provinsi Jateng turun langsung mengawal proses pencarian pendaki asal Colomadu, Karanganyar, Yazid Ahmad Firdaus (26), yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang lereng gung Lawu.
Selain hujan ekstrem, wilayah terdampak berada pada Sub DAS Penakir, bagian hulu Sub DAS Gintung, dengan kondisi lereng agak curam hingga sangat curam
Gelombang tinggi berlangsung di perairan Jawa Tengah hingga 4 meter hingga berdampak mengganggu aktivitas pelayaran.
LAHAN pertanian seluas 1.046 hektare di sekitar Sungai Tanggung, Kabupaten Jember, dipastikan mendapat aliran air.
Kehadiran GERD akan membantu mengatasi krisis listrik berkepanjangan di dalam negeri sekaligus memungkinkan ekspor energi ke kawasan Afrika Timur.
GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru meminta Presiden Prabowo Subianto membantu penyelesaian pembangunan Bendungan Tiga Dihaji di OKU Selatan.
Korps Insinyur Angkatan Darat AS membuka dua bendungan di California Tengah, membiarkan 2,2 miliar galon air mengalir keluar, mengikuti perintah Presiden Donald Trump.
DIREKTUR Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Roy Rizalie Anwar meninjau kondisi infrastruktur terdampak bencana banjir di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.
Saat ini, tahapan pembangunan bendungan Riam Kiwa terus berjalan dan pada 2025 ini akan dibangun akses jalan dan fasilitas lain penunjang bendungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved