Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI I DPR RI menyetujui usulan pemerintah untuk mereaktivasi pembukaan hubungan diplomatik antara Republik Indonesia dengan Republik Sudan Selatan. Kesepakatan tersebut menindaklanjuti Surat Presiden atau Surpres yang diterima DPR RI.
Persetujuan terhadap usulan pemerintah melakukan reaktivasi hubungan diplomatik dengan Sudan Selatan ini dilakukan dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (14/2).
"Setelah mendengarkan penjelasan dari Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Komisi I DPR RI mendukung usulan Pemerintah terkait rencana pembukaan hubungan diplomatik Republik Indonesia dengan Republik Sudan Selatan," jelasnya.
"Pemberian pertimbangan ini akan disampaikan kepada Pimpinan DPR RI untuk diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid saat membacakan kesimpulan rapat.
Baca juga: Kemenlu Sebut Belum Ada Rencana Pemulangan WNI di Ukraina
Sebelumnya dalam rapat, seluruh fraksi menyampaikan pandangannya. Anggota Komisi I DPR RI Junico Siahaan menyampaikan dengan usulan reaktivasi hubungan dipomatik dengan Sudan Selatan.
"Memang sudah aktifnya Sudan Selatan di PBB maupun di Uni Afrika, saya kira tidak ada alasan kita menunda hubungan diplomatik kita dengan Sudan Selatan. Jadi pendapat Fraksi PDI-Perjuangan, kami setuju dengan reaktivasi ini," kata Junico.
Selanjutnya, Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin dari Fraksi Golkar juga menyampaikan kesetujuannya terhadap usulan membuka hubungan diplomatik tersebut. Anggota Komisi I Yan P Mandenas mewakili Fraksi Gerindra menyatakan setuju dengan usulan itu.
Ia berharap, agar hubungan dan dukungan Indonesia terhadap Sudan Selatan terus bisa dilakukan. Sementara itu, Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai NasDem, Fraksi Partai PAN, Fraksi Partai PKS, dan Fraksi Partai PKB juga menyampaikan persetujuannya.
Dalam pemaparannya, Menlu Retno menyampaikan keadaan Sudan Selatan saat ini sudah kondusif dan aman untuk melakukan hubungan diplomatik.
Sudan Selatan sekarang sangat maju perkembangannya, terutama terus meningkatnya perekonomian hingga mencapai 9,5% pada tahun 2019/2020.
"Sudan Selatan pun sekarang kaya akan sumber daya yang dihasilkan seperti penghasil cadangan minyak terbesar ke-3 di Afrika. Indonesia sedang mencoba melakukan kerja sama Sudan Selatan di sektor migas melalui kerja sama Pertamina proyek Oil For Insfrastructure di pertengahan tahun 2021," kata Menlu Retno.
Lebih lanjut, Menlu Retno menjelaskan pembukaan hubungan diplomatik dengan Sudan Selatan juga meningkatkan postur diplomasi Indonesia di kawasan Afrika, menguatkan misi perdamaian Indonesia, dan memberikan perlindungan terhadap WNI di Sudan.
"Dapat kami sampaikan pembukaan hubungan diplomatik ini tidak harus segera dilanjutkan dengan pembukaan perwakilan kedutaan RI di Republik Sudan Selatan. Namun, pelaksanaan kegiatan bilateral dapat dirangkap dari perwakilan RI di negara terdekat," imbuhnya. (RO/OL-09)
Kemenlu RI bekerja sama dengan KBRI Phnom Penh memfasilitasi kepulangan gelombang ketiga warga negara Indonesia atau pekerja migran Indonesia bermasalah sektor penipuan daring dari Kamboja.
PEMERINTAH Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras rangkaian serangan udara Israel di Jalur Gaza, Palestina, yang terus berulang.
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan terus memantau perkembangan kasus virus Nipah di India, khususnya di negara bagian Benggala Barat, India timur.
MENTERI Luar Negeri RI Sugiono menyatakan bahwa Board of Peace (Dewan Perdamaian) merupakan inisiatif internasional yang muncul untuk menciptakan perdamaian di Jalur Gaza, Palestina.
Pemulangan 96 Warga Negara Indonesia/Pekerja Migran Indonesia (WNI/PMI) dari Arab Saudi dilakukan sebagai bagian dari upaya pelindungan negara.
Kemlu terus berupaya memantau situasi keamanan secara intensif dan meminta seluruh WNI untuk meningkatkan kewaspadaan.
Dia memuji satu demi satu para Wamenlu sesuai dengan bidang pekerjaannya masing-masing. Seperti dalam tanggung jawab dalam kerja sama dengan negara-negara Islam.
UTUSAN Khusus PBB untuk Isu Air, Retno Marsudi, menerima penghargaan sebagai Champion untuk isu investasi air dari Pemerintah Afrika Selatan.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan internasional atas peran Retno Marsudi sebagai Utusan Khusus Sekjen PBB pertama untuk isu air
Retno Marsudi menuturkan, nilai-nilai patriotisme dan penerapan Pancasila diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Meski memiliki latar belakang bukan dari diplomat, Sugiono berjanji akan meneruskan perjuangandan prestasi-prestasi yang telah diraih pendahulunya, Retno Marsudi.
Menlu Sugiono akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-16 BRICS di Kazan, Rusia, pada 22-24 Oktober mendatang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved