Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo melihat sumber daya manusia (SDM) Nahdlatul Ulama (NU) memiliki potensi yang luar biasa besar. Secara keanggotaan, jumlah masyarakat NU mencapai lebih dari separuh penduduk muslim di Indonesia atau sekitar 115 juta orang.
"Dengan jumlah dan jaringan organisasi yang sangat lengkap yang tersebar di seluruh pelosok negeri dan luar negeri, NU merupakan potensi bangsa yang sangat besar," ujar Jokowi Pengukuhan PBNU Masa Khidmat 2022-2027 sekaligus Peringatan Hari Lahir ke-96 NU di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (31/1).
Kepala negara pun mendorong PBNU untuk menjalankan program pengembangan SDM secara serius sebagaimana kini juga tengah digalakkan pemerintah.
Jika semakin banyak warga nahdliyin yang memegang gelar cendikiawan, kaum profesional, dan wirausaha, tentu NU akan semakin disegani oleh masyarakat dunia. Organisasi Islam terbesar di Indonesia itu akan memberikan warna yang lebih cerah dalam peradaban global di masa modern.
Jokowi pun berkisah bahwa dirinya mengenal satu sosok nahdliyin muda yang kini sukses sebagai profesional di bidang teknologi. Pemuda itu kini bekerja di Singapura dengan gaji yang sangat tinggi.
Baca juga:
"Saya kenal satu orang. Dia ini kerja di Singapura sudah lama. Saya ketemu tujuh tahun yang lalu. Dia mengerjakan apa saja bisa. Masih muda sekali, namanya Mas Ainun Najib. Di sana gajinya sangat tinggi sekali jadi kalau mau diajak pulang, kita harus menggaji lebih gede. Ini nanti tugasnya Pak Kyai. kalau beliau yang mengajak, digaji berapa pun, bismillah pasti mau," tutur mantan gubernur DKI Jakarta itu.
Itu hanya satu dari sekian banyak talenta muda hebat yang dimiliki NU.
Dengan jaringan organisasi yang sangat luas, NU harus bisa mengonsolidasikan potensi-potensi tersebut dan memanfaatkannya untuk menggulirkan agenda-agenda strategis nasional.
Semua potensi yang ada itu perlu dijahit, dirajut dalam rumah besar NU sehingga NU bisa semakin berperan dalam kemandirian dan kemajuan bangsa, semakin berperan dalam dunia yang penuh perubahan dan disrupsi, dalam dunia yang semakin diwarnai oleh ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Ini akan menjadi kekuatan besar untuk mempercepat menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa dan kemanusiaan," jelas Jokowi. (OL-4)
Ketidakhadiran sejumlah tokoh penting dalam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) 100 Tahun Masehi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Istora Senayan.
Presiden Prabowo Subianto batal menghadiri puncak Harlah 100 Tahun NU meski persiapan kepresidenan telah dilakukan. PBNU menyebut pembatalan terjadi di saat terakhir karena tugas negara.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menilai keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace yang diinisiasi Amerika Serikat sebagai langkah tepat.
PBNU menerima permohonan maaf Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, atas kelalaian dan ketidakcermatan dalam mengundang narasumber AKN-NU.
Empat tokoh penting PBNU yakni Rais Aam PBNU, Gus Ipul, Yahya Cholil Staquf, dan M Nuh melakukan pertemuan tertutup di Pondok Pesantren Pondok Miftachus Sunnah, Surabaya, Minggu (28/12).
rekonsiliasi dinilai rasional untuk mengakhiri konflik PBNU. Pengamat politik dari UIN Jakarta Adi Prayitno menilai, kesepakatan menggelar Muktamar PBNU bersama dua kubu
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved