Selasa 25 Januari 2022, 20:21 WIB

Diduga Lakukan Praktik Perbudakan, Bupati Langkat Mesti Dihukum Berat

Andhika prasetyo | Politik dan Hukum
Diduga Lakukan Praktik Perbudakan, Bupati Langkat Mesti Dihukum Berat

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin

 

KANTOR Staf Presiden (KSP) mengutuk keras adanya dugaan praktik perbudakan yang dilakukan tersangka korupsi Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin.

Deputi V Kepala Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodhawardani memastikan pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas.

"Jika terbukti benar, kami pastikan tersangka mendapatkan hukuman seberat-beratnya," ujar Jaleswari kepada wartawan, Selasa (25/1).

Sesuai ketentuan peraturan perundangan, aksi perbudakan Perangin melanggar KUHP serta UU Nomor 5 Tahun 1998 tentang Pengesahan Convention Against Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment or Punishment (Konvensi Anti Penyiksaan) yang ditarifikasi Indonesia segera setelah memasuki masa reformasi 1998.

Ia pun berharap aparat penegak hukum mendengar suara hati dan rasa keadilan masyarakat dan menghukum seberat-beratnya pelaku praktik korupsi dan perbudakan.

Baca juga: 30 Orang yang Dikerangkeng di Rumah Bupati Langkat Dipulangkan

“Saya tidak membayangkan kejahatan perbudakan seperti yang dilakukan bertahun-tahun oleh Bupati Langkat tanpa diketahui masyarakat di tengah zaman modern seperti sekarang ini,” ucapnya.

Dugaan praktik perbudakan terkuak setelah

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sebuah Operasi Tangkap Trangan (OTT) menangkap Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin, Selasa (18/1) lalu.

Selanjutnya, dalam proses pemeriksaan tersangka, masyarakat menemukan adanya kerangkeng seperti sel penjara di dalam rumah Parangin.

Diduga, sekitar 40 orang pernah dikerangkeng dan diperlakukan layaknya budak di rumah Bupati Langkat tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi warga masyarakat yang melapor ke Migrant Care yang lalu melaporkan ke Komnas HAM. Partisipasi warga dalam penanganan dan pencegahan tindak pidana yang keji seperti ini sangat kami apresiasi” tandas Jaleswari.(OL-4)

Baca Juga

Ilustrasi

Ini Rincian Penggunaan Anggaran Tahapan Pemilu 2024

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:28 WIB
Ketua KPU Hasyim Asy’ari menuturkan sebanyak 82,71 persen atau Rp63,405 Triliun digunakan untuk pelaksanaan tahapan pemilu, honor...
.

Ketum Projo Nilai Koalisi Indonesia Bersatu Manuver Cerdas

👤RO/Micom 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:06 WIB
Adanya pembentukan koalisi mencegah benturan akar...
MI/Susanto

Komisioner KPU Sebut Penyusunan PKPU Pemilu 2024 Hampir Rampung

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 26 Mei 2022, 20:46 WIB
"Ya, sebenarnya PKPU sudah hampir selesai, artinya hampir bisa di SK kan, tapi kan harus konsultasi terlebih dahulu," ungkap...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya