Selasa 18 Januari 2022, 21:38 WIB

Hakim Kesampingkan Hal Meringankan Heru Hidayat yang Lolos dari Hukuman Mati

Fachri Audhia Hafiez | Politik dan Hukum
Hakim Kesampingkan Hal Meringankan Heru Hidayat yang Lolos dari Hukuman Mati

MI/Andri Widiyanto.
Terdakwa korupsi dana Asabri Heru Hidayat usai mengikuti sidang dengan agenda pembacaan putusan kasus korupsi ASABRI oleh Majelis Hakim.

 

MAJELIS hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta tak mempertimbangkan hal meringankan hukuman terhadap Komisaris Utama PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat. Dia divonis nihil hukuman dalam kasus korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Sosial Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI).

"Meskipun di persidangan terungkap hal-hal yang meringankan, tetapi perbuatan tersebut tidak sebanding dengan perbuatan terdakwa. Keadaan meringankan patut dikesampingkan," kata anggota majelis hakim Rosmina di Pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Januari 2022.

Hal yang memberatkan hukuman yakni perbuatan Heru merupakan kejahatan extraordinary crime. Artinya, korupsi dapat berdampak pada bangsa dan negara.

Lalu, perbuatan Heru tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Dia telah menyebabkan kerugian keuangan negara lebih dari Rp22 triliun.

"Sedangkan, penyitaan aset hanya Rp2 triliun tidak sebanding dengan perbuatan terdakwa. Terdakwa merupakan terpidana kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya," ucap Rosmina.

Heru divonis tanpa hukuman pidana alias nihil. Menurut majelis hakim, Heru sudah dikenakan pidana lain pada perkara lain yang hukumannya maksimal.

Majelis merujuk pada Pasal 67 KUHP yang mengatur bahwa orang yang sudah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tidak boleh dijatuhkan pidana lain lagi kecuali pencabutan hak-hak tertentu. Kendati demikian, dia tetap dijatuhi hukuman membayar uang pengganti selama sebesar Rp12,6 triliun.

Majelis hakim menilai kejahatan yang dilakukan Heru di kasus ASABRI juga dilakukan berulang sejak 2012 sampai 2019. Pengulangan yang dimaksud ialah pembelian dan penjualan saham yang mengakibatkan kerugian bagi ASABRI. 

Kerugian keuangan negara dalam kasus ASABRI mencapai Rp22,7 triliun. Atribusi keuntungan yang dinikmati Heru mencapai lebih dari setengahnya, yakni Rp12,6 triliun.

Perbuatan Heru juga disebut disengaja dan diluar nalar karena nilai kejahatannya mencapai triliunan rupiah. Dia melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk menutupi hasil kejahatan yang dia lakukan.

Baca juga: Heru Hidayat Dihukum Nihil, Kejagung Langsung Nyatakan Banding

Heru dianggap terbukti melanggar dua pasal, yakni Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Lalu, Pasal 3 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (OL-14)

Baca Juga

Ist

Dr.Rahmat Dwi Putranto: Teknologi Pengaruhi Eksistensi Hukum di Masyarakat

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 04 Juli 2022, 22:07 WIB
Dr.Rahmat Dwi Putranto berharap ke depan dapat dilahirkan mata kuliah untuk mahasiswa hukum di Indonesia yang bernama Teknologi...
Dok Kejagung

Kejagung Periksa Tiga Saksi Terkait Penyerobotan Lahan oleh PT Duta Palma

👤Siti Yona Hukmana 🕔Senin 04 Juli 2022, 20:32 WIB
Kejagung menyebut PT Duta Palma tak mengantongi surat-surat dalam mengelola lahan...
Antara

Terdakwa Alvin Lim Akui Tak Terima Surat Pemanggilan Sidang Pertama

👤Ant 🕔Senin 04 Juli 2022, 20:00 WIB
Alvin mempersoalkan tindakan upaya paksa yang dilakukan jaksa dari Kejari Jaksel didampingi petugas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya