Kamis 13 Januari 2022, 11:20 WIB

Usut Korupsi Garuda, Kejagung Koordinasi dengan KPK

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Usut Korupsi Garuda, Kejagung Koordinasi dengan KPK

MI/Tri Subarkah
Direktur Penyidikan JAM-Pidsus Kejagung Supardi

 

KEJAKSAAN Agung melakukan koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut kasus dugaan korupsi di PT Garuda Indonesia (persero). Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejagung Supardi mengakui pihaknya telah meminta data terkait kasus korupsi Garuda yang pernah ditangani KPK.

"Saya sudah secara formal kirim surat ke sana (KPK) untuk meminta tambahan informasi data yang dibutuhkan terkait dengan putusan yang sudah inkrah, terkait dengan ES (Emirsyah Satar, mantan Direktur Utama Garuda)," kata Supardi di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Rabu (12/1) malam.

"Kemudian saya juga sudah komunikasi by phone, by WA (WhatsApp), sudah," sambungnya tanpa menyebut siapa orang KPK yang dihubungi.

Baca juga: Presiden Tinjau Fasilitas Pendukung Gelaran Moto GP di NTB

Seperti diketahui, penyelidikan korupsi Garuda yang dilakukan Kejagung saat ini terkait dengan dugaan mark up atau penggelembungan harga sewa pesawat berdasarkan Berdasarkan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2009-2014.

Saat itu, Garuda merencanakan pengadaan penambahan armada sebanyak 64 pesawat melalui skema pembelian (financial lease) maupun sewa (operation lease buy back) melalui pihak lessor.

Setidaknya, realisasi dari RJPP itu berupa pengadaan 50 pesawat ATR 72-600 dan 18 pesawat CRJ 1000. Sebanyak 5 unit pesawat ATR diadakan melalui skema pembelian, sedangkan 45 unit lainnya sewa. Sementara itu, dari pengadaan 18 unit CRJ 1000, 12 di antaranya adalah sewa.

Supardi berharap proses penyelidikan yang dilakukan pihaknya bisa cepat selesai. Sejumlah orang telah dimintai keterangan, termasuk Emirsyah yang saat ini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sukamiskin. Pada Rabu (12/1), dua tim pengadaan dari Garuda juga sudah diperiksa.

"Mudah-mudahan sih enggak akan lama (proses penyelidikannya). Mudah-mudahan besok atau lusa kita sudah dapat sesuatu. Kita sudah koordinasi juga dengan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan)," tandas Supardi. (P-5)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Tiga Lurah Bakal Diperiksa Terkait Kasus Korupsi Rahmat Effendi

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Jumat 21 Januari 2022, 12:25 WIB
Ali belum membeberkan keterkaitan keempat saksi dalam perkara dugaan rasuah tersebut. Keterangan yang digali dari para saksi akan diungkap...
ANTARA FOTO/Mochammad Risyal Hidayat

KPK Panggil 6 saksi Korupsi di Penajam Paser Utara

👤Mediaindonesia 🕔Jumat 21 Januari 2022, 12:10 WIB
KPK memanggil enam saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara,...
Antara

MA Berhentikan Sementara Hakim Itong Isnaeni dan Panitera Pengganti Hamdan

👤Mediaindonesia 🕔Jumat 21 Januari 2022, 11:50 WIB
Badan Pengawasan MA mengirim tim untuk memeriksa dan memastikan apakah Ketua Pengadilan Negeri Surabaya dan Panitera Pengadilan Negeri...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya