Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indoneisa Muhammad Isnur mengakui tantangan besar yang dihadapi aktivis masyarakat sipil dalam menghadapi kehidupan demokrasi di Indonesia sedemikian berat. Karena itu, LBH-LBH di Indonesia berusaha bersatu untuk melakukan perlawanan terhadap kekuasaan yang menindas masyarakat.
“Karena YLBHI akan terus melakukan api perlawanan melalui konsolidasi gagasan. Ini bukan jargon,” katanya saat Pisah Sambut dan Pelantikan Pengurus YLBHI 2022-2026 di Jakarta, Jumat.
Isnur menyebut sejumlah tantangan yang saat ini tengah dihadapi publik dalam beberapa tahun belakangan. Pihaknya menyaksikan bagaimana kekuatan oligarki begitu mencengkeram bukan hanya dari tubuh eksekutif dan legislatif melainkan juga yudikatif.
“Kita menyaksikan bagaimana oligarki mengubah UU KPK dalam waktu seminggu dan membuat UU Cipta Kerja yang mengubah 70 UU hanya dalam waktu 6 bulan,” ungkapnya.
Uniknya, tambah Isnur, pemerintah tetap menjalankan UU Cipta Kerja yang sudah dinyatakan Mahkamah Konstitusi sebagai cacat konstitusi tanpa merasa bersalah.
“Apalagi yudikatif sebagai benteng terakhir keadilan kemudian tidak membatalkan UU yang dibuat tanpa partisipasi masih tetap berlaku. Belum lagi obral hukuman terhadap koruptor dan menghukum aktivis yang melakukan kebebasan berekspresi,” jelasnya.
Baca juga : Relawan Pertanyakan Pelaporan Ganjar Pranowo ke KPK
Isnur menyebutkan, pemerintah saat ini cenderung mempraktikkan apa yang dilakukan Rezim Orde Baru dimana seringkali melakukan pembangunan tanpa bertanya kepada rakyat. Padahal pembangunan dilakukan merampas ruang-ruang yang selama ini dihuni rakyat.
“Pemerintah sekarang juga cenderung menjalankan kebijakan koruptif. Belum lagi kritik terhadap kebijakan yang dihadapi dengan tindakan represi,” paparnya.
Dirinya menambahkan, rezim saat ini seperti mempraktikkan kembali tiga jurus Orde Baru dalam kehidupan sehari-hari pemerintahan saat ini. Pertama dengan mempraktikkan rule by law dimana kejahatan dilakukan dengan membangun legitimasi dan korupsi melalui UU.
“Kemudian ada praktik kooptasi di mana institusi-institusi dan lembaga demokrasi yang seharusnya mengontrol dan mengkritik kekuasaan dikooptasi penguasa. Begitu pun kontrol lembaga penjaga demokrasi seperti KPK dan MK yang diganti UU,” jelasnya.
Sayangnya, Isnur mengakui, ide dan gagasan untuk melakukan perlawanan tersebut kemungkinan akan terseret ke arah Pemilu 2024, sehingga menimbulkan polarisasi di masyarakat.
“Kita akan kehilangan konsentrasi. Belum lagi kondisi masyarakat semakin sulit akibat pandemi,” pungkasnya. (OL-7)
Unsur mens rea sangat krusial dalam membedakan korupsi dari kesalahan administrasi biasa
KPK mendalami dugaan pemerasan dalam rekrutmen perangkat desa di Pati, termasuk perencanaan anggaran dan dugaan mahar jabatan. Empat tersangka ditetapkan.
Tiga akun media sosial provokatif yang diduga mengeskalasi kerusuhan Agustus 2025. Akun Strongerboy, Adiastha8, dan Armyzoned ID dianggap kebal hukum dan belum diusut kepolisian.
Mantan Menhub Budi Karya Sumadi mangkir dari panggilan KPK terkait pengembangan kasus dugaan suap pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta yang turut menjerat Sudewo.
KPK menyatakan tidak mempermasalahkan batalnya Jamdatun Kejagung Narendra Jatna bersaksi dalam sidang ekstradisi buronan Paulus Tannos di Singapura karena sudah ada afidavit.
KPK menggeledah kantor serta rumah dinas Ketua dan Wakil Ketua PN Depok terkait kasus suap sengketa lahan. Penyidik menyita dokumen dan uang USD50 ribu.
Setara Institute sebut penyiraman air keras Andrie Yunus (KontraS) sebagai alarm bahaya bagi demokrasi. Polisi didesak bongkar aktor intelektual serangan
Demokrasi menuntut semua pihak menjunjung tinggi sikap saling menghormati, termasuk ketika terjadi perbedaan pandangan.
Yusril menyatakan bahwa pembela Hak Asasi Manusia (HAM) bekerja untuk kepentingan rakyat dan negara, sehingga keselamatan mereka harus dijamin oleh hukum.
SERANGAN gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang menewaskan Ayatullah Ali Khamenei dan sejumlah petinggi Iran telah mengguncang politik global
Perang antara AS-Israel dan Iran yang berlangsung begitu brutal di depan miliaran pasang mata manusia menyisakan pertanyaan yang tak mudah dijawab
Ia menekankan bahwa pelibatan militer seharusnya menjadi langkah terakhir dalam situasi luar biasa ketika aparat penegak hukum tidak lagi mampu menangani ancaman yang muncul.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved