Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
POLDA Metro Jaya memastikan akan memberikan perlindungan kepada mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal, yang mengaku mendapat ancaman usai membongkar kasus mafia tanah.
"Polda Metro Jaya merespon dengan sunguh-sungguh, artinya akan memberikan perlindungan dan pengamanan kepada Bapak Dino Patti Djalal," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, saat dikonfirmasi, Senin (3/1).
Zulpan mengatakan, dirinya telah berkomunikasi dengan Dino Patti Djalal dan telah menerima barang bukti berupa rekaman suara dugaan pengancaman.
Baca juga: Mantan Dewan Penasihat Dorong KPK Investigasi Kasus Mafia Tanah
"Tadi siang, saya sudah berkomunikasi dengan Pak Dino Patti Djalal terkait adanya rekaman dari saudara T, seolah-olah memberikan instruksi ke seseorang yang bersifat ancaman, juga mengancam jiwa Pak Dino Patti Djalal," ujarnya.
Dikonfirmasi secara terpisah, Dino Patti Djalal mengatakan ancaman terhadap dirinya datang dari salah satu tersangka kasus mafia tanah berinisial M alias T yang berupaya menyerobot tanah dan bangunan milik ibundanya.
Dino menjelaskan dirinya tidak secara langsung menerima ancaman tersebut tapi dia diberi tahu oleh salah seorang terdakwa dalam kasus serupa yang saat ini ditahan di Rutan Cipinang.
"Jadi, dia menyuruh orang untuk menghabisi saya. Yang disuruh itu salah satu pelaku sindikat. Cuma pelaku yang disuruh ini karena dia tidak mau ambil resiko makanya dia bocorkan rencana itu. Jadi, dia maunya diam-diam, saya udah 'lewat' gitu," ujar Dino Patti Djalal, saat dihubungi, Senin (3/1).
Dino Patti Djalal mengatakan, saat ini, M alias T telah ditahan Polda Metro Jaya dan kasusnya akan segera disidangkan.
Mantan Dta Besar RI untuk Amerika Serikat itu melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya untuk penanganan lebih lanjut atas pengancaman terhadap dirinya.
"Saya sudah sampaikan informasi ke polisi. Kemarin saya sudah ketemu Kapolda, sudah sampaikan hal ini dan Dirkrimum Polda juga sudah tahu soal ini," pungkasnya. (Ant/OL-1)
MANTAN Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla geram lahannya seluas 16 hektare di kawasan Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dicaplok orang.
KASUS sengketa lahan di Makassar yang menyeret nama mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali menguatkan persoalan serius mengenai praktik mafia tanah dan tumpang tindih administrasi pertanahan di Indonesia.
KUASA hukum NV Hadji Kalla, H. Hasman Usman, secara terang-terangan membantah pernyataan Bos Lippo James Riady yang disebutnya sebagai upaya cuci tangan dalam sengketa lahan 16 hektare.
KETUA Umum Barisan Pemuda Rakyat (Badar) Sumatra Selatan Hari Azwar meminta agar Komisi III DPR RI tidak terkecoh dan jernih dalam menilai mafia tanah yang seolah menjadi korban.
Aparat penegak hukum lainnya agar menindak tegas para mafia tanah tanpa harus menunggu desakan publik.
Badan Bank Tanah dan KPK teken MoU perkuat pengelolaan tanah negara transparan, berintegritas, dan lawan mafia tanah demi kesejahteraan rakyat.
PRESIDEN Prabowo Subianto dinilai mengambil sikap realistis terkait beegabungnya Indonesia dalam Board of Peace (BOP). Itu disampaikan Wamenlu Dino Patti Djalal
RESIDEN Prabowo Subianto disebut menyadari risiko besar yang menyertai keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BOP), itu disampaikan mantan Wamenlu Dino Patti Djalal
PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak akan terjebak secara permanen dalam Board of Peace (BOP) menurut mantan Wamenlu Dino Patti Djalal
Dia memuji satu demi satu para Wamenlu sesuai dengan bidang pekerjaannya masing-masing. Seperti dalam tanggung jawab dalam kerja sama dengan negara-negara Islam.
PEMERINTAH Indonesia tidak menyebut nama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat menanggapi operasi militer yang menyebabkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Rizal Sukma menanggapi kritik Dino Patti Djalal soal sikap Indonesia terhadap serangan Amerika Serikat ke Venezuela.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved