Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI BUMN Erick Thohir secara resmi telah mengangkat Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman sebagai Komisaris Utama PT Pindad (Persero) yang baru, menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa yang sebelumnya berada si kursi Komisaris Utama.
Hal ini tertuang aam Salinan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perusahaan Perseroan mengenai pemberhentian dan pengangkatan komisaris utama perusahaan PT Pindad, Kamis (23/12).
"Berdasarkan Keputusan Menteri BUMN melalui Surat Keputusan Menteri BUMN selaku RUPS Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pindad nomor: SK-411/MBU/12/2021 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Komisaris Utama Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pindad, memberhentikan dengan hormat Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Komisaris Utama dan mengangkat Komisaris Utama PT Pindad (Persero) yang baru yaitu Jenderal TNI Dudung Abdurachman," ungkap Sekretaris Perusahaan PT Pindad, Krisna Cahyadianus dilansir dari keterangan resmi, Jumat (25/12).
Baca juga: Tuntutan Mati Koruptor Tuai Kritik, Kejagung: Pro Kontra Hal Biasa
Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Jenderal TNI Dudung Abdurachman sebagai Komisaris Utama PT Pindad. “Diharapkan dengan bergabungnya Bapak Dudung sebagai Komisaris Utama PT Pindad akan memberikan tambahan dukungan untuk bisa meningkatkan kinerja ke depan," ujarnya.
Sementara itu, Jenderal TNI Dudung Abdurachman sebagai Komisaris Utama PT Pindad yang baru menyampaikan terima kasih atas pengangkatanya sebagai jabatan baru ini. Dia menegaskan, dalam menjalankan tugas ini, perlu adanya dukungan, kerjasama dan koordinasi dengan jajaran komisaris serta direksi Pindad.
“Tugas ini merupakan hal baru yang memberikan wawasan dan ilmu mengenai dunia korporasi. Saya berharap PT Pindad kedepan dapat menjadi perusahaan besar dengan produk unggulan dan berdaya saing dalam mendukung pembangunan nasional dan menjaga kedaulatan bangsa. Semoga kehadiran saya menjadi manfaat serta dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya," ujar Dudung.
PT Pindad sendiri menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih atas dedikasi dan sumbangsih yang diberikan oleh Jenderal TNI Andika Perkasa yang telah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Komisaris Utama PT Pindad.
"Perusahaan menyampaikan selamat bergabung kepada Komisaris Utama yang baru, Jenderal TNI Dudung Abdurachman agar PT Pindad dapat terus membangun perusahaan menuju industri pertahanan yang kuat, mandiri, berdaya saing dan semakin maju," pungkas Krisna. (OL-4)
Dia mengatakan industri pertahanan dalam negeri, misalnya PT Pindad, saat ini mampu memproduksi peluru-peluru kaliber kecil misalnya yang berukuran 5,56 mm dan 7,62 mm.
Pemerintah bersiap melakukan intervensi strategis di sektor tekstil nasional menyusul kolapsnya PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), salah satu pemain terbesar industri tekstil.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil.
ANGGOTA Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, inisiatif pemerintah untuk mendirikan BUMN tekstil merupakan langkah yang tepat dan strategis.
Kritik Prabowo itu khususnya ditujukan pada direksi dan komisaris perusahaan pelat merah yang mencatatkan kerugian namun tetap meminta tantiem atau bonus.
Fokus utama kajian dari Anisha adalah penegasan posisi BUMN sebagai entitas hukum terpisah (separate legal entity) yang tetap mengemban mandat konstitusional demi kemakmuran rakyat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved