Senin 13 Desember 2021, 13:35 WIB

Azis Syamsuddin Disebut 'Bayar' Robin Agar Tak Disebut 

Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum
Azis Syamsuddin Disebut

Antara
Mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin

 

SAKSI sekaligus pihak swasta Agus Susanto menyebut mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin memberikan uang ke eks Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju untuk menutup namanya dalam persidangan. Uang itu diberikan Azis ke Robin karena namanya berpotensi disebut dalam persidangan kasus korupsi yang tengah diusut KPK.

Agus menyebut kejadian itu terjadi sekitar 5 Agustus 2020.  Awalnya Agus diajak Robin ke rumah Azis di Jalan Denpasar, Jakarta Selatan.

"Ini yang didapat dari dalam rumah tadi," kata Agus saat bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, kemayoran, Senin (13/12).

Agus menyebut Robin membawa uang dalam mata uang asing yang dimasukkan ke dalam sebuah tas saat keluar dari rumah Azis. Setelah dari rumah Azis, Robin langsung meminta Agus mengantarnya ke Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Di dalam perjalanan, Robin memisahkan uang yang didapat dari Azis menjadi tiga bagian. Setelah dibagi, uang itu diberikan kepada orang bernama Om Ale yang merupakan Pengacara Maskur Husain di parkiran basement Pengadilan Tipikor.

"Saat itu saya parkir di mobil, cuma ada komunikasi antara Pak Robin dengan Om Ale (Maskur) itu, kemudian Pak Robin turun menuju tempat yang dijanjikan itu, saya pribadi stand by di mobil, setelah selesai ke tempat penukaran," ujar Agus.

Baca juga: Guspardi Minta Pemda Ciptakan Efisiensi dan Efektivitas Pelayanan Publik

Saat menemui Maskur, Robin membawa satu bagian uang yang dari Azis. Uang itu sudah tidak ada saat Robin selesai bertemu Maskur.

Uang itu diberikan untuk menutup nama salah satu pihak dalam persidangan. Agus menyebut Robin juga sempat menelpon orang untuk memastikan namanya sudah tidak akan disebut dalam persidangan.

"Pokoknya aman bang, nama abang tidak akan disebut dalam persidangan," tutur Agus menirukan percakapan telpon Robin.

Jaksa kemudian memastikan nama orang yang akan ditutup Robin dari yang dari Azis itu. "Ada enggak penyampaian Robin ini Azis kasih uang karena Azis sedang ada masalah di KPK" ujar Jaksa.

Agus mengamini uang itu diberikan untuk menutup nama Azis dalam persidangan. Dia mengaku mendengar itu dari Robin. "Ada," ucap Agus.

Setelah selesai mengurus nama Azis, Robin meminta Agus mengantarnya ke tempat penukaran uang. Robin pergi untuk menukarkan dua bagian uang lainnya yang sudah diberikan Azis.

Saat tiba di tempat penukaran uang, Robin meminta Agus untuk menyerahkan KTP miliknya. Robin berdalih KTP miliknya tidak bisa digunakan untuk menukarkan uang dalam jumlah banyak karena anggota Polri. Meski begitu, Agus saat itu merasa ragu.

"Alasan Pak Robin saat itu karena pak Robin sebagai anggota Polri, saya pernah bilang 'Pak saya enggak pernah transaksi dolar, ini bisa sampai ini enggak?' karena saya enggak pernah transaksi ini 'aman mas' bahasa Pak Robin," ucap Agus.

Uang itu ditukarkan dalam dua faktur. Pada faktur pertama uang yang ditukarkan mencapai Rp936 juta. Lalu, di faktur kedua uang  sebesar Rp81 juta.

Azis didakwa menyuap mantan Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju sebesar Rp3,09 miliar dan US$36 ribu. Azis memberikan uang itu agar Robin membantu pengurusan perkara dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Lampung Tengah tahun anggaran 2017. (P-5)

Baca Juga

MI/Susanto

ICW Minta Dewas KPK Pecat Lili Pintauli

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Senin 04 Juli 2022, 08:00 WIB
"ICW mendesak Dewan Pengawas untuk menjatuhkan sanksi berat berupa permintaan pengunduran diri terhadap saudara...
Medcom

Tindaklanjuti Pemilu 2024, Komisi II Agendakan RDP dengan KPU

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Senin 04 Juli 2022, 04:45 WIB
“RDP nanti terkait dengan rancangan Peraturan KPU (PKPU), pendaftaran, verifikasi, dan penetapan calon partai politik (parpol)...
Dok pribadi

Leter C Kerap Jadi Alat Bukti Kendati Tidak Ada yang Asli

👤Media Indonesia 🕔Minggu 03 Juli 2022, 22:50 WIB
KASUS perdata yang menyangkut masalah pertanahan tak lepas dari masih digunakannya alat bukti hak-hak lama seperti Leter C atau...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya