Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melihat ada kelompok tertentu yang tengah berupaya mengembangkan narasi negatif terhadap para ulama dan kiai di Tanah Air.
Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan menyerang sejumlah pemuka agama dan merusak rumah ibadah. Ketua PBNU Marsudi Syuhud pun berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap identitas pelaku, serta motif di balik niat dan tindakan jahat tersebut.
"Harus ada penjelasan sejelas-jelasnya. Jangan sampai ada spekulasi publik bahwa kiai dan ustad dimusuhi pada era pemerintahan sekarang," ujar Marsudi kepada Media Indonesia, Minggu (26/9).
Baca juga: PBNU: Muktamar NU Ke-34 Pasti Diterpa Gangguan
Pada dasarnya, tindakan kriminal memang sudah ada sejak manusia pertama, Nabi Adam, hidup di Bumi. Dia pun mengimbau seluruh masyarakat di Tanah Air, khususnya umat Muslim, untuk terus waspada. Di sisi lain, umat juga harus bisa menahan diri supaya tidak terprovokasi.
"Jika ada kejadian apapun yang prinsipnya melanggar hukum, laporkan pada pihak berwajib. Jangan sampai terpancing provokasi," pungkas Marsudi.
Baca juga: Jelang Akhir Tahun, Kepolisian dan Intelijen Diminta Lebih Sigap
Sebelumnya, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Muti juga menyuarakan hal senada. Dia mencurigai penyerangan beruntun terhadap sejumlah ustad bukan sebuah kebetulan belaka. Namun, ada kesengajaan untuk tujuan tertentu.
"Peristiwa penyerangan terhadap ustad yang terjadi beruntun besar kemungkinan bukan suatu kebetulan. Patut diduga ada yang sedang bermain api," tutur Abdul Muti melalui akun Twitter pribadinya.
Pihaknya pun mendesak aparat keamanan bergerak lebih cepat untuk mengungkap motif dari tindakan kriminal terhadap pemuka agama Islam. “Siapapun aktor dan provokator, jelas mereka bukan orang baik. Polisi harus bekerja dengan baik, menangkap, mengungkap dan menghukum yang bersalah," katanya.(OL-11)

Kemudian apabila koordinator demo tidak melaporkan rencana demonstrasi dan tidak terjadi apa-apa atau keonaran maka dirinya tetap tidak akan dipidana.
Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta bukan sekadar peristiwa kriminal biasa, melainkan merupakan simbol dari luka sosial yang lama terpendam di dunia pendidikan.
Projo menyatakan dukungan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, menuai sorotan pengamat politik Hendri Satrio.
Said mengaku tidak setuju dengan anggapan partai sebagai tempat berlindung dari jeratan pidana. Ia mengatakan partai merupakan tempat untuk bertukar pikiran demi kemajuan bangsa.
Anak akan mengalami kesulitan dalam meregulasi emosi dan merasa putus asa karena dari stigma negatif dari lingkungannya.
Anak yang kurang mendapat nilai dari keluarga juga memengaruhi mereka dalam meregulasi emosinya saat menghadapi keinginan yang belum terpenuhi.
Dirjen Polpum Kemendagri, Akmal Malik mendorong agar rumah ibadah di Indonesia tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat.
Ledakan bom bunuh diri di rumah ibadah Syiah Islamabad, Pakistan, menewaskan 31 orang dan melukai 169 lainnya. Operasi penyelamatan berlangsung darurat.
Ramadan 1447 H, PP GP Ansor bergerak membantu pemulihan warga Aceh pasca-bencana. Sebanyak 150 personel Barisan Ansor Serbaguna Tanggap Bencana (Bagana) diterjunkan.
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) melakukan penyesuaian kebijakan prioritas menyusul pengalihan penuh penyelenggaraan ibadah haji ke Kementerian Haji.
AWAL Oktober kemarin, saya berkesempatan hadir menjadi salah satu pembicara pada ajang the 4th PCINU Belanda’s Biennial International Conference di University of Groningen, Belanda.
Peraturan Bersama Dua Menteri (PBM) Tahun 2006 tentang pendirian rumah ibadah kembali menuai kritik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved