Sabtu 25 September 2021, 21:13 WIB

Jelang Akhir Tahun, Kepolisian dan Intelijen Diminta Lebih Sigap

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Jelang Akhir Tahun, Kepolisian dan Intelijen Diminta Lebih Sigap

Antara
Mahfud MD

 

MENTERI Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD meminta aparat kepolisian dan intelijen lebih sigap dalam pencegahan serta penindakan kriminalitas. Sebab mulai September hingga akhir tahun gangguan keamanan sering meningkat.

"Pada masa sekarang yang biasanya kalau menjelang akhir tahun atau di sekitar bulan September selalu ramai dengan isu seperti ini (tindak kriminal berbau agama) maka supaya (aparat) mengantisipasinya dengan sebaik-baiknya," ujar Mahfud dalam keterangannya, Sabtu (25/9).

Ia menegaskan aparat keamanan tidak perlu ragu-ragu menindak pihak yang berpotensi mengganggu keamanan. Hal serupa juga berlaku bagi masyarakat ketika mengetahui terdapat pihak yang berupaya melakukan kriminalitas atas nama agama untuk segera melaporkannya.

"Jika mengalami sesuatu perundungan, ancaman atau bahkan mencurigai seseorang atau sekelompok orang ingin melakukan sesuatu yang tidak baik, ingin melakukan sesuatu yang melanggar hukum, laporkan segera ke aparat keamanan setempat," urainya.

Mahfud juga meminta kepolisian tidak terburu-buru dalam mengungkap motif dan pelaku kriminalitas terhadap tokoh dan fasilitas keagamaan. Terlebih dengan memutuskan bahwa para pelaku mengalami gangguan kejiwaan atau gila. "Jangan terburu-buru memutuskan bahwa pelakunya orang gila seperti yang sudah-sudah," tegas Mahfud.

Menurut dia, vonis cepat kepolisian terhadap pelaku kriminal terhadap tokoh dan fasilitas keagamaan tidak boleh terulang. Pemerintah meminta kepolisian membawa seluruh pelaku tindakan tersebut ke pengadilan untuk mendapatkan hukuman yang adil. "Pemerintah tidak sependapat kalau semua pelakunya orang gila. Biarlah diproses dan dibawa ke pengadilan," katanya.

Ia meminta Korps Bhayangkara menyerahkan status kejiwaan kepada hakim. "Bila ada keraguan pelakunya gila biar hakim yang memutuskan. Kalau terungkap sakit jiwa biar pengadilan yang memutuskan," pungkasnya. (OL-8)

 

Baca Juga

Ist/DPR

Anggota DPR Tinjau Program Padat Karya BPJN PUPR Kepulauan Riau

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 11:29 WIB
Legislator Dapil Kepri tersebut mengungkapkan, dana aspirasi yang bersumber dari APBN 2021 itu digunakan melalui program padat...
Ist/DPR

Anggota DPR Berikan Bantuan Korban Tanah Longsor di Desa Trunyan

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 10:56 WIB
Anggota DPR RI AA. Bagus Adhi Mahendra atau yang akrab di panggil Gus Adhi meninjau langsung salah satu lokasi longsor di Desa Trunyan,...
Ist/DPR

Puan: Terima Kasih Tim Thomas Cup RI Sudah ‘Kibarkan’ Merah Putih

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 10:26 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani memberikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan tim bulu tangkis putra Indonesia memboyong Piala Thomas...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya