Jumat 24 September 2021, 14:58 WIB

Soal Azis Syamsuddin, DPR Tunggu Penetapan Resmi KPK

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Soal Azis Syamsuddin, DPR Tunggu Penetapan Resmi KPK

MI/Bary Fathahilah
Ilustrasi

 

WAKIL Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan DPR masih menunggu pernyataan resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait status Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Golkar Azis Syamsuddin. Setelah ada pernyataan resmi dari KPK, Sufmi menjelaskan DPR akan segera mengambil langkah lanjutan soal status Azis di parlemen.

"Setau saya berita-berita di media menyebut Azis Syamsuddin sebagai tersangka, namun di KPK kan belum ada statement resmi. Kita serahkan proses-proses ini sesuai dengan prosedur yang berlaku," ungkap Sufmi saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (24/9).

Sufmi mendorong agar setiap pihak mengedapankan azas praduga tak bersalah dalam menyikapi kasus Azis Syamsuddin. Oleh karena itu Sufmi meminta agar setiap pihak tidak berspekluasi terhadap status Azis di komisi anti rasuah tersebut.

Baca juga : Azis Syamsuddin Minta KPK Tunda Pemeriksaan

"Jangan berandai-andai. Kalau memang belum ditetapkan ya jangan bilang ditetapkan. Soal apakah menganggu atau tidak mari kita menganut asas praduga tak bersalah, sebelum inkrah kita minta jangan beranda-andai," tegas Sufmi.

Sufmi menjelaskan bahwa dirinya terkahir kali berkomunikasi dengan Azis saat persiapan pelaksanaan rapat paripurna. Saat itu Azis mengatakan mengikuti rapat secara virtual.

"Saya komunikasi beberapa hari yang lalu, pada saat parpipurna beliau nyatakan akan ikut secara virtul saja," tuturnya.

KPK membuka penyidikan baru terkait dugaan pemberian hadiah atau janji tentang penanganan perkara di Lampung Tengah. Azis dikabarkan telah ditetapkan sebagai tersangka baru-baru ini. Penetapan itu dilakukan setelah rapat gelar ekspose perkara. (OL-2)

 

Baca Juga

Antara

Tersangka Kasus Perindo Sempat Keliling Jakarta dan Berupaya Lari

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 23:58 WIB
IG sempat berkeliling di wilayah Jakarta sebelum akhirnya datang ke Gedung Bundar...
Dok kemenhub

Kemenhub Siapkan Strategi Antisipasi Lonjakan Covid-19 Libur Nataru

👤RO/Micom 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 23:30 WIB
Libur nataru jangan sampai merusak upaya mengendalikan covid-19 yang telah...
Antara/Jessica Helena Wuysang.

Korupsi Komisi Agen, Pejabat Askrindo Jadi Tersangka

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 20:27 WIB
Selain itu, ia juga membagi dan menyerahkan share komisi yang ditarik secara tunai di AMU kepada empat orang di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya