Selasa 21 September 2021, 15:32 WIB

Pemerintah Akan Bangun Lapas di Atas Tanah Sitaan BLBI

Andhika prasetyo | Politik dan Hukum
Pemerintah Akan Bangun Lapas di Atas Tanah Sitaan BLBI

DOK KEMENKO POLHUKAM
Menko Polhukam Mahfud MD 

 

PRESIDEN Joko Widodo telah menyetujui rencana pembangunan lembaga pemasyarakatan (lapas) di atas tanah sitaan obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Persetujuan tersebut diungkapkan Menko Polhukam Mahfud MD dalam konferensi pers perkembangan Satgas BLBI, Selasa (21/9).

"Soal lapas, saya sudah bicara dengan Ibu Menteri Keuangan. Kemarin saya juga melaporkan ke presiden bahwa kita punya tanah yang bisa dipakai. Semuanya setuju," ujar Mahfud.

Rencana tersebut, lanjut dia, akan ditindaklanjuti Kementerian Hukum dan HAM setelah mendapat arahan resmi dari kepala negara.

Baca juga: Menkopolhukam: Obligor Diburu Sampai Anak Cucu, Bahkan ke Luar Negeri

Pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait anggaran yang akan dikeluarkan untuk pembangunan. "Nanti kita susun anggaran dulu," sambung mantan ketua MK itu.

Dalam kesempatan tersebut, Mahfud membeberkan temuan baru yang dihimpun Satgas BLBI. Dari identifikasi yang dilakukan, tim menemukan tambahan aset milik para obligor dan debitur dana BLBI.

"Ada tambahan aset dalam bentuk tanah serta sebagian bangunan dengan total 15,2 juta hektare. Sebelumnya, yang 5,2 juta hekatare sudah kita kuasai langsung. Sudah masuk proses sertifikasi atas nama negara,” ucapnya. (P-5)

Baca Juga

Antara/Reno Esnir.

KPK Usut Bagi-Bagi Fee Bupati Banjarnegara

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 15:28 WIB
KPK menduga Budhi berperan aktif dengan ikut langsung dalam pelaksanaan pelelangan pekerjaan...
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Demokrat Dorong Ambang Batas Pencalonan Presiden Dihapus

👤Mediaindonesia 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 14:58 WIB
Menurut dia, UUD 1945 tidak pernah mengatur batasan persentase tertentu untuk pengajuan calon presiden dan wakil...
Antara

Telusuri Kasus Bupati Probolinggo, KPK Sita Sejumlah Barang Bukti

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 14:54 WIB
Penyidik KPK mengamankan barang bukti berupa dokumen dan alat elektronik dalam kasus suap, gratifikasi dan TPPU, yang menjerat Bupati...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya