Jumat 17 September 2021, 09:50 WIB

Kuasa Hukum Korban Pelecehan Seksual Ragukan Hasil Internal KPI

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
Kuasa Hukum Korban Pelecehan Seksual Ragukan Hasil Internal KPI

MI/M Irfan
Papan nama Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di Jakarta.

 

KETUA Tim Kuasa Hukum MS, korban pelecehan seksual dan perundungan di KPI, Mehbob menuturkan keraguannya atas hasil investigasi yang dilakukan pihak KPI.

"Sebab investigasi yang dipraktikkan KPI tidak mendalam, kurang detil, tak bersifat kronologis, tidak rekonstruktif, tidak cukup transparan dan menyeluruh," papar Mehbob, Jumat (17/9).

Menurutnya, investigasi yang dilakukan KPI lebih mirip seperti "ngobrol ngobrol" yang tidak menjelaskan bagaimana tragedi pelecehan seksual dan perundungan yang terjadi.

Pihak KPI juga dinilai tak menjabarkan bagaimana awal mula peristiwa, mengapa dulu atasan mengabaikan laporan korban, siapa saja yang terlibat, siapa berperan apa, seperti apa kesimpulannya, dan apa rekomendasinya.

Mehbob mengagakan MS ketika dipanggil KPI hanya diminta curhat, pengakuannya tidak digali lebih dalam dan runut.

Sehingga Investigasi Internal yang diadakan KPI tidak memenuhi pakem atau prinsip-prinsip sebuah investigasi yang benar.

Mehbob menyebut KPI juga tidak melibatkan pihak eksternal atau pakar yang sudah teruji independensinya.

"Tentu hal ini menurunkan tingkat objektivitas hasil Investigasi," ujarnya.

"Apa yang diklaim KPI sebagai Investigasi Internal harusnya juga turut memeriksa Kasubag dan Kabag pada saat Korban MS melakukan aduan tentang Pelecehan Seksual dan Perundungan yang dialami," tambahnya.

Jika, KPI betul-betul menyelenggarakan investigasi internal, sudah seharusnya hasilnya dibuka ke publik.

Mehbob pun mempertanyakan mengapa investigasi KPI tertutup terhadap publik.

Maka, Mehbob mengatakan pihaknha hanya ingin KPI netral dan mengimplementasikan ucapannya yang mendukung penegakkan hukum.

Upaya damai yang dirancang dan difasilitasi oknum pegawai KPI dinilai Mehbob menghambat korban meraih keadilan yang diinginkannya.

Sebelumnya, Propam Metro Jaya mengundang MS yang didampingi Kuasa Hukum Muhammad Mualimin guna memberikan keterangan terkait aduan MS ke Polsek Gambir pada 2019 dan 2020.

"Kami berharap polisi segera dapat mengungkap tindak kejahatan Pelecehan Seksual dan Perundungan di KPI demi tegaknya hukum dan keadilan," ucap Mualimin. (Ykb/OL-09)

Baca Juga

dok pribadi

Spanduk Warung Bergambar Airlangga Bermunculan di Tangerang

👤RO/Micom 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 21:34 WIB
Warungnya dipasangi spanduk karena pernah mengikuti pelatihan wirausaha maju, dan bergabung dengan komunitas UMKM usAHA yang dibina...
Dok MI/ Rommy Pujianto

Relawan Jokowi Nilai Pola Pikir Rocky Gerung Delusif Bermotif Kebencian

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 18:28 WIB
Asal bicara dan berbeda karena lebih didasari motif...
Antara

Pinjol Ilegal Ancam Warga, Polisi: Jangan Ragu Lapor

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 17:20 WIB
Masyarakat pun diimbau lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi lewat aplikasi pinjol. Sebaiknya, cek dulu izin usaha penyedia jasa di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mengenal Skandal Menghebohkan Pandora Papers

Rahasia kekayaan para elite kaya yang berasal dari 200 negara dan wilayah di dunia terungkap melalui dokumen Pandora Papers

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya