Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Penyiaran Indonesia (KPI) menjatuhkan sanksi penghentian sementara terhadap program “Xpose Uncensored” yang ditayangkan Trans7. Sanksi ini diberikan setelah tayangan tersebut menuai kontroversi karena dinilai meresahkan publik, terutama terkait penggambaran kehidupan pesantren.
Ketua KPI Pusat, Ubaidillah, menyampaikan bahwa keputusan ini diambil usai Rapat Pleno Penjatuhan Sanksi yang digelar pada Selasa malam di Jakarta.
"KPI menilai telah terjadi pelanggaran atas pasal 6 Peraturan Perilaku Penyiaran (P3) KPI 2012, pasal 6 ayat 1 dan 2, pasal 16 ayat 1 dan ayat 2 huruf (a) Standar Program Siaran (SPS) KPI 2012," kata Ubaidillah dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, ketentuan dalam P3 mengatur bahwa lembaga penyiaran wajib menghormati perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan, termasuk keberagaman budaya, usia, gender, dan kehidupan sosial ekonomi.
Sementara itu, ketentuan dalam SPS secara tegas melarang program siaran melecehkan, menghina, atau merendahkan lembaga pendidikan. Secara khusus, Pasal 16 ayat 2 huruf (a) mengatur bahwa penggambaran lembaga pendidikan tidak boleh memperolok pendidik atau pengajar.
Tayangan tersebut mendapat banyak aduan dari masyarakat, terutama dari kalangan pesantren. Mereka menilai program itu mendistorsi kehidupan pesantren, termasuk peran santri dan kiai.
KPI kemudian memanggil pihak Trans7 untuk memberikan klarifikasi. Menurut Ubaidillah, isi tayangan tersebut menyudutkan kehidupan pesantren dan melukai perasaan banyak pihak.
Menurutnya, kiai dan pesantren bukanlah objek yang layak dijadikan olok-olok dalam sebuah program sebagaimana yang tampil pada tayangan tersebut.
“Di pesantren terdapat adab, asih dan peduli, ilmu dan sejarah panjang perjuangan termasuk dalam sejarah kemerdekaan bangsa ini, yang itu dilakukan sampai saat ini,” ujarnya.
Program "Xpose Uncensored" dinilai mencederai nilai-nilai luhur penyiaran yang seharusnya berfungsi sebagai jembatan memperkuat integrasi nasional.
Ia pun mendorong Trans7 melakukan evaluasi menyeluruh, terutama terkait tayangan yang menyangkut kehidupan pesantren dan komunitas lainnya.
"Setidaknya harus menghadirkan tokoh yang berkualitas sebagai penyeimbang dalam menarasikan peristiwa. Hal ini juga perlu diperhatikan oleh lembaga penyiaran lain agar mengedepankan kehati-hatian secara mematuhi ketentuan regulasi agar publik menerima informasi yang benar,” kata Ubaidillah. (Ant/P-4)
Alumni Gontor 2006 menjalankan program Minhat Yatama, yaitu pengumpulan donasi rutin setiap bulan untuk membantu anak-anak yatim dari keluarga teman satu angkatan.
ASOSIASI Ma’had Aly Indonesia (AMALI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana di bawah kepengurusan masa khidmat 2026–2030 di Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an
Lembaga pendidikan ini dinilai unggul dalam mengintegrasikan kurikulum modern dan salaf yang relevan dengan perkembangan zaman.
Kemenhut melalui UPT Koordinator Wilayah Aceh terus melakukan percepatan penanganan dampak bencana banjir berupa pembersihan tumpukan kayu dan material
Pesantren dipandang sebagai laboratorium sosial yang efektif dalam menanamkan nilai kebangsaan, etika publik, dan tanggung jawab sosial.
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan komitmennya untuk menyiapkan fasilitas rumah ibadah dan lembaga pendidikan yang inklusif dan ramah difabel.
"Kita marah bukan karena Lirboyo atau NU saja, tapi karena penistaan terhadap kelompok identitas yang menjadi bagian dari Keindonesiaan."
GERAKAN Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar aksi damai di depan Kantor Trans7, Jalan Kapten Pierre Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (17/10) sore.
Ketua MUI Bidang Infokom Masduki Baidlowi menilai sanksi KPI terhadap Trans7 belum cukup. Ia mendesak evaluasi internal SDM
TIM produksi Trans7 akhirnya mendatangi Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur.
Tokoh yang akrab disapa Gus Falah itu menegaskan Chairul Tanjung harus meminta maaf pada para ulama dan umat Islam atas penistaan pesantren yang dilakukan Trans7.
Jadi sangat tidak pantas bila Trans7 menyinggung kehidupan santri dengan narasi satir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved