Rabu 11 Agustus 2021, 14:57 WIB

Airlangga Dukung Peningkatan Kualitas Demokrasi Lewat Kebijakan Partai

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Airlangga Dukung Peningkatan Kualitas Demokrasi Lewat Kebijakan Partai

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto saat membuka Rapimnas Partai Golkar di DPP Partai Golkar, Jakarta,beberapa waktu lalu.

 

DALAM pidato kebangsaan, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dalam pidato kebangsaan, menegaskan komitmen Partai Golkar dalam mendukung peningkatan kualitas demokrasi.

Menurut Airlangga, hal itu ditunjukkan dengan berbagai kebijakan dalam partai yang lebih terbuka, responsif, dan demokratis. 

"Untuk meningkatkan kualitas kader partai. Partai Golkar telah mendirikan Golkar Institute sebagai ikhtiar untuk meningkatkan kualitas kader dengan tiga pilar kemampuan, yaitu ekonomi, politik, dan kepemimpinan," papar Airlangga pada keterangan pers, Rabu (11/8).

Partai politik sebagai pilar demokrasi, menurut Airlangga, diharapkan dapat melahirkan SDM untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap politik.  

"Hal itu menjadi instrumen untuk transformasi politik bagi generasi muda ke arah yang lebih baik lagi di masa mendatang," ujarnya. 

Mengutip hasil penelitian the Economic Intelligence Unit, tentang demokrasi indeks di tahun 2020. Airlangga yang juga menjabat Menko Perekonomian mengatakan bahwa ada lima indikator penilaian yaitu proses elektoral dan pluralisme, fungsi pemerintahan, partisipasi politik, kebebasan sipil, dan budaya politik. 

Dalam rilis tersebut disebutkan, pandemi Covid-19 mempengaruhi kualitas demokrasi secara global, tak terkecuali indonesia.

"Laporan itu menyebutkan indonesia berada dalam kelompok negara demokrasi yang belum sempurna. Seperti negara-negara ASEAN lainnya," katanya.

Dalam kategori fungsi pemerintahan, Indonesia dengan skor 7,5 menunjukkan kinerja lebih baik dari median kebanyakan atau di angka 5,0 dari negara-negara di dunia. 

Untuk indikator proses elektoral dan pluralisme, Indonesia mendapat skor 7, 85 yang menunjukkan nilai yang baik. Demikian pula dalam hal partisipasi politik Indonesia mendapat skor 6,11. 

"Kita mengalami penurunan dalam hal budaya politik dan kebebasan sipil. Budaya politik sangat penting untuk menopang bagi tumbuhnya demokrasi agar lebih berkualitas. Masih ada penilaian masyarakat kita yang kurang percaya atau bahkan tidak percaya terhadap efektifitas sistem demokrasi," kata Airlangga.

Karena itu menurut Airlangga, pendidikan politik secara mendalam harus terus menerus kita kembangkan mulai dari tingkat elit hingga akar rumput.

"Dalam hal kebebasan sipil, kita harus meningkatan penghormatan atas kemajemukan, meningkatakan toleransi dalam kehidupan beragama dan penghargaan terhadap hak asasi manusia," tegasnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

ANTARA

Pemilu 2024, KPU Sebut Jumlah Pemilih Mencapai 190 Juta Jiwa

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 26 Mei 2022, 15:31 WIB
Ketua KPU RI Hasyim Asyari mengemuakan pihaknya telah melaksanakan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) di 34...
MI/ HO

Realisasi Jaring Pengaman Sosial Jokowi Dinilai Bantu Tekan Kemiskinan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 14:15 WIB
Penyaluran JPS yang tepat sasaran menjadikan program tersebut berjalan dengan...
Ist

UU TPKS Masih Perlu Promosi kepada Penegak Hukum

👤 M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 26 Mei 2022, 13:57 WIB
Ketua Perempuan Mahardhika, Mutiara Ika Pratiwi, menilai (UU TPKS) masih perlu promosi kepada penegak hukum agar UU TPKS bisa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya