Kamis 22 Juli 2021, 11:27 WIB

Harus Ada Solusi untuk Persoalan Narkotika di Lapas

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Harus Ada Solusi untuk Persoalan Narkotika di Lapas

DOK DPR RI
Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry

 

PERSOALAN narkotika di lembaga pemasyarakatan (lapas) Tanah Air masih sering terjadi. Bahkan Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry mengatakan persoalan tersebut tak ubahnya sampah yang terus menumpuk selama belasan tahun.

"Hari-hari ini, kita, publik, melihat persoalan utama di lapas adalah persoalan narkotika. Mulai dari bicara masalah penyalahgunaan, penjualan narkotika di dalam, sampai pengendalian peredaran narkotika di luar lapas yang dikendalikan dari dalam lapas," ujar Herman Herry, Rabu (21/7/2021).

Pernyataan tersebut dia ungkapkan saat webinar nasional bertajuk 'Pembaharuan Terhadap Kebijakan Pengelolaan Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia', yang diselenggarakan oleh Universitas Pelita Harapan (UPH). Secara tegas Herman Herry menganalogikan persoalan lapas seperti Tempat Pembuangan Akhir (TPA), harus ada solusi untuk pemecahan masalah ini. 

Baca Juga: PPKM Darurat Bisa Bangkitkan Perekonomian

"Ini semua semacam sampah persoalan yang tumpuk menumpuk bertahun-tahun, bahkan belasan tahun. Saya hitung saya menjadi anggota Komisi III DPR RI lebih kurang sudah 17 tahun, dan persoalannya tidak pernah berhenti, tidak pernah ada ujungnya," ungkap Herman.

Menurutnya, ketika sampah seharusnya diproses, dipilah-pilah, dan dipisahkan sehingga dapat didaur ulang, namun hal itu tidak terjadi dalam persoalan lapas. "Demikian juga proses seseorang sampai menghuni lapas. Kita contohkan di persoalan narkotika yang menyumbang keterisian lapas hingga 50 persen, itu karena semua penegakan hukum berawal dari hulu sampai dengan akhir dibuang ke lapas, proses hukumnya harus direformasi, diubah," kata Herman Herry.  

Dia mendapatkan sebuah gambatan bahwasanya proses hukum terkait penyalahgunaan dan penjualan narkotika dari awal (dari tahap penyidikan) ada proses-proses yang harus diubah. Misalnya pengguna dan pengedar narkoba, keduanya adalah dua hal yang sangat berbeda. 

“Dalam proses penegakan hukum, penyidikan perkara dari awal, tidak jarang pengguna dan pengedar itu disamaratakan, tergantung arah penegakan hukum yang dilakukan oleh penyidik mau dibawa kemana. Kalau semua mayoritas pengguna disamaratakan dengan pengedar dan semua didorong untuk masuk lapas, bisa kita bayangkan lapasnya menjadi penuh dengan urusan narkotika," jelasnya. (RO/OL-10)

Baca Juga

Antara/Akbar Nugroho Gumay.

18 Pegawai KPK Antusias Ikuti Diklat Bela Negara

👤Sri Utami 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 18:55 WIB
Dian berharap dengan metode pembelajaran yang beragam dan materi-materi diklat yang baru peserta memetik wawasan baru secara...
Ist/DPR

Puan: Tindak Tegas Mafia Obat Terapi Covid-19 Tanpa Pandang Bulu!

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 18:36 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani mengapresiasi sejumlah upaya yang mengungkap aksi penimbunan obat Covid-19 berikut tindakan tegas dari...
DOK Setpres.

Upacara Virtual HUT RI bakal Lebih Menarik

👤Andhika Prasetyo 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 18:15 WIB
Beberapa kegiatan itu di antaranya program kuis, doorprize, dan hiburan dari sejumlah bintang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencari Abdi Negara di Tengah Pandemi

Jumlah pelamar di bawah perkiraan 5 juta orang dan menurun ketimbang perekrutan sebelumnya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya