Kamis 22 Juli 2021, 10:56 WIB

PPKM Darurat Bisa Bangkitkan Perekonomian

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
PPKM Darurat Bisa Bangkitkan Perekonomian

DOK DPR RI
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel.

 

WAKIL Ketua DPR RI Rachmat Gobel menilai kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat bisa menumbuhkan kepercayaan pasar terhadap upaya pemerintah menangani pandemi Covid-19 di Indonesia. Hal tersebut menanggapi keputusan pemerintah yang memperpanjang kebijakan PPKM Darurat hingga 25 Juli 2021, yang kemudian direncanakan akan dilonggarkan pada 26 Juli 2021 jika tren kasus Covid-19 di Tanah Air mulai menurun. 

"Kepercayaan pasar yang sampai saat ini masih cukup tinggpi, pada gilirannya akan membangkitkan perekonomain nasional di tengah pandemi Covid-19," ungkap Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) tersebut dalam keterangan tertulisnya kepada Parlementaria, Rabu (21/7/2021). 

Lebih lanjut Gobel menyatakan, dampak yang ditimbulkan dari kebijakan PPKM Darurat bisa dilihat dari perspektif negatif dan positif. Dari perspektif negatif, penerapan PPKM Darurat bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi. Namun dari perspektif positif dan optimistik, PPKM Darurat bisa menumbuhkan kepercayaan pasar terhadap berbagai kebijakan dan upaya pemerintah menurunkan kasus Covid-19. 

Baca Juga: Wakil Ketua Komisi VI DPR RI: Negara tidak Boleh Kalah dengan Cukong

Legislator dapil Gorontalo tersebut juga menilai penerapan PPKM Darurat menunjukkan pemerintah sangat serius menangani pandemi Covid-19. Kebijakan itu bukanlah lockdown, melainkan hanya pembatasan kegiatan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan, antara penyelesaian masalah kesehatan dan perekonomian.

Pilihan diksi darurat, menurut politisi Fraksi Partai NasDem ini juga menunjukkan adanya kesungguhan, ketegasan serta kesegeraan. Serta yang terpenting adalah semua langkah pemerintah dilakukan secara terukur, konsisten dan transparan agar ekonomi bisa segera bangkit kembali.

“Kita lihat rumah-rumah sakit sudah penuh, obatan-obatan, dan oksigen sempat diperebutkan. Bayangkan jika tak ada PPKM Darurat, maka orang yang terpapar virus Corona diprediksi makin membludak. Jangan sampai infrastruktur kita kolaps,” sambung Gobel. 

Baca Juga: Puan: 5 Hari Ke depan Krusial, PPKM Darurat Jangan Kendur!

Menurutnya, penerapan PPKM Darurat adalah bagian dari upaya mengerem laju penyebaran virus Corona. Kebijakan yang pasti berdampak pada sisi ekonomi itu akan dirasakan berat oleh para pelaku UMKM, masyarakat miskin dan masyarakat rentan. "Regulasi PPKM Darurat memang sudah rinci dan baik, tapi ventilator pengamanan tetap dibutuhkan, khususnya terhadap para pedagang kaki lima," papar Gobel.

Dalam hal itu, pemerintah perlu memperkuat Permodalan Nasional Madani (PNM) yang selama ini bergerak di sektor ekonomi mikro dengan melibatkan Kementerian Koperasi dan UKM agar lebih aktif menjemput bola. “Jika kita menjaga agar yang besar jangan runtuh, maka yang mikro tidak boleh roboh. Mereka ini local investor. Jadi perlu pendekatan korporasi terhadap mereka. Karena mereka sebenarnya korporasi juga,” ujarnya.

Gobel mengingatkan pemerintah agar menyediakan bantuan-bantuan sosial untuk para pelaku UMKM. Pada saat bersamaan, pemerintah harus menyisir lapangan dengan baik, sehingga sektor informal yang menyerap begitu banyak tenaga kerja tidak tumbang. Intinya, pemerintah harus juga menimbang batas-batas kemanusiaan. "Kuncinya adalah konsistensi, transparansi, dan kemanusiaan,” pungkas Gobel. (RO/OL-10)

Baca Juga

Antara

Daerah Anda Masuk PPKM Level Berapa, Cek Di sini

👤Kautsar Bobi 🕔Selasa 03 Agustus 2021, 07:21 WIB
PEMERINTAH telah memperpanjang pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 di Jawa dan Bali mulai 3 sampai 9 Agustus 2021. Kebijakan itu...
ANTARA/Reno Esni

Sidang Etik Lili Pintauli Siregar Digelar Hari Ini

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Selasa 03 Agustus 2021, 06:25 WIB
Sidang akan digelar di Kantor Dewas KPK. Beberapa saksi dan bukti yang ditemukan Dewas akan dikonfirmasi ke...
Setwapres

Wapres: Tangani Covid-19 Jangan Ada Ego Kewilayahan di Jabodetabek

👤Emir Chairullah 🕔Senin 02 Agustus 2021, 21:30 WIB
Penanganan korona di wilayah Jabodetabek baik secara program maupun data harus dilakukan secara terintergrasi dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Ini Adalah Pekerjaan Kita

POLDA Metro Jaya menggelar program Vaksinasi Merdeka dengan target seluruh warga DKI Jakarta sudah menerima vaksin covid-19 tahap pertama pada 17 Agustus 2021.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya