Sabtu 19 Juni 2021, 15:53 WIB

Tersangka Pembunuhan Laskar FPI masih Anggota Polri

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
Tersangka Pembunuhan Laskar FPI masih Anggota Polri

Medcom.id.
Ilustrasi.

 

DUA tersangka perkara dugaan unlawful killing atau tindakan pembunuhan di luar hukum terhadap Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek berinisial MYO dan FR masih menjadi anggota kepolisian. Keduanya pun tidak ditahan hingga kini.

Kabag Penum Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, Sabtu (19/6), menjelaskan bahwa tersangka yang merupakan anggota Polda Metro Jaya itu masih menjadi bagian Polri. "Ya tentunya dia sebagai anggota Polri. Mungkin masih ada kewajiban untuk ke kantor, tapi yang jelas anggota tersebut masih berstatus sebagai anggota Polri,” tutur Ahmad.

Ahmad mengaku masih menunggu keputusan dari pengadilan terkait status keanggotaan kedua tersangka itu. "Iya kami menunggu saja keputusannya bagaimana. Tentunya ada pertimbangan dong kalau dia mendapat keputusan vonis, itu ada pertimbangan. Nanti akan kami lihat putusannya," paparnya.

Satu tersangka lain, yakni EPZ, dinyatakan telah meninggal akibat kecelakaan pada awal 2021. Makanya, penyidikan terhadapnya dihentikan di mata hukum.  

Di dalam rekomendasi dan temuan Komnas HAM menyatakan, di antara Jalan Internasional Karawang sampai km 49 Tol Cikampek, terdapat dua anggota FPI meninggal dunia dalam peristiwa saling serempet antara mobil yang mereka pergunakan dengan polisi.

Sementara empat orang lain yang masih hidup dibawa polisi, Keempatnya diduga ditembak mati dalam mobil petugas saat dalam perjalanan dari km 50 menuju Markas Polda Metro Jaya.

 

Selain proses hukum terhadap kasus unlawfull killing terhadap empat Laskar FPI, Komnas HAM juga merekomendasikan Polri untuk mendalami dan melakukan penegakan hukum terhadap orang-orang yang berada di mobil Avanza hitam bernomor polisi B1739 PWQ dan Avanza silver B 1278 KJD yang turut membuntuti rombongan Rizieq Shihab tapi tidak diakui polisi. Rekomendasi berikutnya yaitu mengusut lebih lanjut kepemilikan senjata api yang diduga digunakan oleh Laskar FPI serta meminta proses penegakan hukum yang akuntabel, objektif, dan transparan sesuai dengan standar HAM. (OL-14)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

NasDem Minta Kemenhan Konsisten Bina Komponen Cadangan

👤tri subarkah 🕔Kamis 20 Januari 2022, 20:26 WIB
Pembentukan komcad adalah kebijakan strategis yang melibatkan masyarakat dalam kerangka bela...
DOK MI.

Tanggapi OTT, Ketua KPK Lihat Ada Pelanggaran Sistem oleh Pejabat

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 20 Januari 2022, 19:43 WIB
Terkait ada para pejabat di lingkungan yudikatif, termasuk penegak hukum seperti hakim dan pengacara, pihaknya merasa sangat...
DOK PKN.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara Serah SK Pimda NTT

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 20 Januari 2022, 17:07 WIB
Tanpa diduga, penyerahannya justru dilakukan bersamaan dengan pengesahan UU IKN dan sahnya nama Nusantara sebagai nama Ibu Kota Negara yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya