Kamis 03 Juni 2021, 08:01 WIB

Miris, Serapan Belanja Daerah Baru 21 Persen

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Miris, Serapan Belanja Daerah Baru 21 Persen

Ilustrasi
APBD

 

KEMENTERIAN Dalam Negeri (Kemendagri) meminta pemerintah daerah mempercepat penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Total APBD 2021 mencapai Rp1.199,36 triliun namun realisasi APBD baru mencapai 21,98%.

“Kami sangat berharap pemerintah daerah bisa segera mengakselerasi penyerapan APBD hingga berkontribusi ke angka pertumbuhan ekonomi nasional yang kita targetkan 7% pada kuartal II tahun ini,” kata Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Mochamad Adrian dalam Dialog Produktif Akselerasi PEN Dorong Pembangunan, Kamis (3/6).

Adrian mengimbau pemerintah daerah fokus membelanjakan APBD untuk hal-hal yang bersifat produktif. Kemendagri telah memberikan rambu-rambu dalam bentuk 12 kebijakan yang prinsipnya memberikan arahan pada Pemda dalam mendorong akselerasi PEN yang bersumber dari APBD

“Belanja-belanja yang bersifat program padat karya sehingga berdampak pada penurunan pengangguran akibat covid-19," ujarnya.

Sementara, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja menyatakan pihaknya juga terus melaksanakan sejumlah pembangunan di berbagai daerah selama pandemi.

“Karena dengan pembangunan infrastruktur akan menciptakan lapangan kerja dan industri di sekitarnya juga turut tumbuh selama proses pembangunan berlangsung,” kata Endra.

Menurut Endra, berkaitan dengan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kementerian PUPR fokus pada lima program prioritas nasional selama pandemi. Salah satunya adalah program padat karya tunai senilai Rp23,24 triliun.

"Ini dalam rangka membuka lapangan pekerjaan sampai ke pelosok pedesaan melalui 20 kegiatan seperti reservasi jalan, perbaikan drainase, mengecat jembatan dan lain-lain, realisasinya sudah mencapai 40% yang kami perkirakan bisa menyerap 1,2 juta tenaga kerja,” tutur Endra.

Baca juga:  Serapan APBD Minim Pemda Diminta Tidak Ragu Belanja

Empat fokus pembangunan lainnya dari Kementerian PUPR di masa pandemi adalah pembangunan sarana dan prasarana pariwisata dengan alokasi sebesar Rp3,8 triliun.

Pembangunan proyek ketahanan pangan Rp34,3 triliun, pembangunan infrastruktur sektor informasi, Komunikasi Dan Teknologi Rp420 miliar, serta pembangunan kawasan industri Rp9,83 triliun.

Pengamat Ekonomi dan Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah menyatakan tujuan utama pemulihan ekonomi nasional adalah meningkatkan ketahanan masyarakat dan pelaku usaha agar bisa bertahan selama pandemi covid-19.

"Sehingga masyarakat dan pelaku usaha bisa segera bangkit setelah pandemi, oleh karena itu program padat karya tunai masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat saat ini,” ujarnya.

Menurut Piter, motor utama penggerak perekonomian saat pandemi adalah belanja pemerintah melalui program PEN.

“Saya kira semua lembaga pemerintah saat ini sudah bergerak untuk menjaga ketahanan perekonomian kita termasuk menjaga keberlangsungan proyek-proyek infrastruktur yang memberikan dampak turunan yang besar dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat dan berimbas pada daya beli dan mendorong konsumsi,” katanya.(OL-5)

Baca Juga

MI/Susanto

KPK Pastikan OTT di Musi Banyuasin Terkait Proyek Infrastruktur

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 09:29 WIB
"Kami mengamankan beberapa orang terkait pengadaan proyek infrastruktur. Semua masih akan didalami keterlibatannya, tidak menutup...
DOK DPR RI

Rachmat Gobel Serahkan Alsintan untuk Tingkatkan Produktivitas di Gorontalo Utara

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 09:29 WIB
Peralatan yang tergolong mahal tersebut diharapkan dapat dikelola dan dirawat dengan baik agar pemanfaatannya jangka...
DOK DPR RI

Anggota DPR: Pemerintah harus Siapkan Langkah Antisipasi Potensi Krisis Energi

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 09:08 WIB
Pemerintah diminta memperketat pengawasan distribusi BBM dan LNG agar jangan sampai terjadi penyelundupan ke negara lain sehingga mengancam...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya