Kamis 27 Mei 2021, 20:39 WIB

Perjanjian Batu Tulis untuk 2024, Gerindra: Udah Kadaluarsa

Sri Utami | Politik dan Hukum
Perjanjian Batu Tulis untuk 2024, Gerindra: Udah Kadaluarsa

MI/RAMDANI
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) saat bersilaturahmi ke kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

 

PEMILIHAN umum 2024 menjadi momentum untuk melihat permasalahan negara dengan cara pandang yang lebih maju dan melupakan masa lalu. Hal tersebut dikatakan oleh Sekjen Gerindra Ahmad Muzani yang menilai hubungan Gerindra dan PDI Perjuangan yang tetap harmonis dan bisa bergandengan untuk maju dalam laga pemilihan 2024.

"Kita sekarang memandang bangsa lebih ke depan, memandang masalah negara dalam pandangan kita yang lebih maju tanpa perlu sering melihat ke belakang," ujarnya, Kamis (27/5).

Muzani yang disinggung terkait kisah duet Megawati dan Prabowo Subianto dalam Pilres 2009 dan terganjal perjanjian Batu Tulis 2014, menilai hal tersebut tidak menghambat kedua partai untuk  saling dukung di 2024.

"Perjanjian batu tulis yang ditandatangani itu adalah perjanjian yang ditandatangani 2009. Dan itu berlaku untuk agenda politik 2014. Jadi perjanjian batu tulis adalah sejarah yang kalau kita anggap tahun 2024 ini saya kira ya kita mengingat mengingat saja," jelasnya.

Baca juga: BIN: Gangguan Keamanan Papua untuk Tutupi Korupsi Dana Otsus

Dia pun menekankan hubungan partainya dengan PDI Perjuangan tetap terjaga baik. Dan meski belum secara rinci membahas kemungkinan duet Prabowo Subianto- Puan Maharani namun duet tersebut menjadi sebuah kemungkinan

"Sampai sekarang hubungan itu baik tidak ada masalah dan itu menjadi sebuah kemungkinan adanya  peluang untuk dimungkinkannya Pak Prabowo maju bersama PDIP," ucapnya, Kamis (27/5).

Sementara itu pengamat politik  Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah Putra menilai mengemukakan relasi personal Prabowo-Megawati saat ini tidak lantas membuat PDIP-Gerindra bersepakat akan koalisi pada 2024, terlebih jika Prabowo maju sebagai calon presiden.  

"Jalan itu masih sangat jauh. Dan Gerindra, ada baiknya tidak begitu besar prasangka akan diusung PDIP mengingat mereka pernah gagal menjalankan janji Batu Tulis,"  terangnya.

Menurutnya problematika wacana Prabowo bersanding dengan PDI Perjuangan dari sisi jumlah pemilih, partai moncong putih tersebut unggul, sementara elektabilitas Prabowo sesekali di bawah kader PDI Perjuangan yakni Ganjar Pranowo.

"Artinya peluang Prabowo masih sangat kecil. Setidaknya jika dibandingkan dengan Prabowo, Ganjar lebih mungkin. Bagaimanapun PDIP akan sulit menerima kenyataan jika mereka hanya sebatas calon wakil presiden," ungkapnya.

Di sisi lain adanya konflik Ganjar Pranowo dengan PDI Perjuangan maka kemungkinan Gubernur Jawa Tengah tersebut berpindah partai politik bisa saja terjadi.  

"Hanya saja, pilihan pindah parpol bisa menurunkan potensi calon presiden.

Karena tentu hanya parpol yang belum miliki tokoh menonjol yang dengan mudah menerima Ganjar, dan itu artinya peluang Ganjar bergeser menjadi cawapres," tukasnya. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA/Dhemas Reviyanto

PDIP Undang Erick Thohir Ke Sekolah Partai, Bicara Soal Pilpres 2024?

👤Widhoroso 🕔Senin 17 Januari 2022, 20:55 WIB
PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengundang Menteri BUMN Erick Thohir ke Gedung Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta...
Antara

Hasto Ungkap Kehadiran Erick Thohir di Sekolah Partai PDIP

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 17 Januari 2022, 20:00 WIB
Bagi Hasto, kesuksesan Erick, Teten, dan Siti dalam menjalankan program kerja memberikan catatan baik pemerintahan...
MI/Susanto

PPP : RUU TPKS akan Diusulkan Menjadi Inisiatif DPR Besok

👤Indriyani Astuti 🕔Senin 17 Januari 2022, 18:12 WIB
Achmad Baidowi menegaskan mayoritas fraksi di DPR telah menyampaikan sikap bahwa RUU TPKS akan disahkan di sidang paripurna...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya