Sabtu 22 Mei 2021, 15:39 WIB

Anies Elektabilitas Tertinggi, NasDem: Pilpres 2024 Masih Jauh

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Anies Elektabilitas Tertinggi, NasDem: Pilpres 2024 Masih Jauh

MI / ADAM DWI.
Ketua Badan Penenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem Saan Mustopa

 

KETUA Badan Penenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem Saan Mustopa elektabilitas para kandidat pemilu 2024 masih dinamis. Masyarakat masih wait and see atau memperhatikan secara seksama perubahannya hingga hari H untuk akhirnya menjadi pilihan di TPS.

"Nama-nama calon presiden yang muncul saya kira tak jauh berbeda dengan nama yang muncul di lembaga survei lainnya," ujar Saan saat menghadiri acara bertajuk Rilis Survei Nasional Seri 1, Sumber Kepemimpinan Nasional: Menuju 2024, Sabtu (22/5).

Hadir pula Kepala Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Diah Pitaloka, Ketua Bappilu DPP Partai Golkar Maman Abdurrahman, Associate Researcher ARSC Yohan Wahyu, Dosen Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya Airlangga Pribadi, Ketua Perkumpulan Kader Bangsa Dimas Oky Nugroho dan Peneliti Akar Rumput Strategic Consulting (ASRC) Bagus Balghi juga Suciliani.

Ia mengatakan publik sudah memilki gambaran umum untuk menentukan calon pemimpin bangsa usai Presiden Jokowi selesai pada 2024. Temuan ini merupakan hal positif agar publik dari dini sudah tahu calon pemimpin mereka di masa depan.

Dia menilai survei ini penting sebagai bahan preferensi dan evaluasi serta proyeksi ke depan terkait kerja kepartaian Nasdem. Namun nama-nama yang muncul di sejumlah lembaga survei masih dapat berubah tingkat elektabilitasnya.

Baca juga: 69,50% Tolak Presiden 3 Periode, 71,65% Tolak Jokowi 3 Periode

Hal serupa juga akan terjadi pada elektabilitas partai politik. Meski begitu temuan ini menjadi bahan bagi partai Nasdem untuk terus melakukan kerja politik dan kerja kepartaian.

"Itu agar apa yang didapatkan di 2019 Nasdem secara parlemen ada di posisi keempat dengan 10,4 persen ini tetap bisa dipertahankan dan bisa dinaikkan dengan waktu tiga tahun ke depan," pungkasnya.

Pada survei ASRC, terungkap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menempati posisi teratas, yakni 17,01%, disusul Prabowo Subianto 14,31%, Ganjar Pranowo 11,25%, Sandiaga Uno 6,87%, Ridwan Kamil 5,86%, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 5,55 %, Tri Rismaharini 3,97% dan Airlangga Hartarto 3,83%.

Namun Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil mengalahkan Prabowo Subianto serta Anies Baswedan dari sisi resistensi. "Anies Baswedan menjadi sosok kandidat calon presiden 2024 teratas dalam survei ini kemudian Prabowo Subianto. Namun, publik juga menunjukkan resistensinya terhadap Prabowo Subianto dan Anies Baswedan," ujar Peneliti ASRC Bagus Balghi.

Bagus mengatakan, Prabowo dan Anies menempati urutan di bawah Ganjar dan Ridwan dari sisi resistensi. Prabowo dan Anies paling tidak diinginkan menjadi presiden..

"Prabowo dan Anies adalah yang tertinggi tidak diharapkan menjadi presiden 2024 atau tingkat resistensi tinggi. Sementara calon presiden yang resistensi kecil antara lain Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, Tito Karnavian, Muhaimin, Ridwan Kamil, Khofifah dan Erick Tohir," paparnya.

Baca juga: Anies Tumbangkan Prabowo dalam Elektabilitas Capres

Berdasarkan rasionalitas, lanjut Bagus, masyarakat menginginkan calon presiden berdasarkan kinerjanya yang sudah terbukti, memiliki pengalaman kepemimpinan yang baik, bersih atau jujur, bersikap tegas dan memiliki program yang jelas.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjadi sosok perempuan yang diinginkan oleh masyarakat menjadi calon presiden. Elektabilitasnya paling tinggi, bahkan mengalahkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Susi Pudjiastuti meraih 24,21% sebagai sosok perempuan yang dinilai laik maju sebagai calon presiden pada 2024," jelasnya.

Elektabilitas Susi dibuntuti oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini dengan 17,66%, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar 11,07%, Menteri Keuangan Sri Mulyani 10,00%, Ketua DPR RI Puan Maharani 4,01%, Yenni Wahid 3, 14%, Megawati 2,79% dan tokoh perempuan lainnya.

Sementara itu, kata dia, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjadi kandidat teratas untuk maju di pemilu 2024 dari kategori militer. Prabowo meraih 35,45% yang diikuti oleh Gatot Nurmantyo 20,17%, Andi Perkasa 7,85%, Agus Harimurti Yudhoyono 6,46%, Luhut B. Pandjaitan 6, 12%, Moeldoko 4,55%, Agus Widjojo 3,64%, Hadi Tjahjanto 2,64% dan Terawan 1,90%.

Kandidat dari kategori kepala daerah, Bagus mengungkap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meraih simpati masyarakat paling tinggi dengan 33,80%. "Anies disusul Ganjar Pranowo 26,20%, Ridwan Kamil 25,62%, Khofifah Indar Parawansa 4,05% dan nama-nama lainnya seperti Sri Sultan HB X, Edy Rahmayadi, Viktor Laiskodat, Olly Dondokambey dan Zulkiefirmansyah," paparnya.

Prabowo Subianto, Megawati Soekarnoputri, Agus Harimurti Yudhoyono, Airlangga Hartarto dan Surya Paloh masuk lima besar tokoh politik dari klaster ketua umum partai Yang dinilai layak menjadi Presiden 2024.

Sementara dari kalangan menteri, nama Sandiaga Uno yang relatif baru dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai menteri di Kabinet Kerja mendapatkan elektabilitas tertinggi sebagai capres berlatar menteri, disusul oleh Prabowo dan Airlangga Hartarto. Kalau dari klaster tokoh kepolisian, muncul nama Tito Karnavian, Idham Azis, Mochamad Iriawan, Budi Gunawan dan Budi Waseso.

"Akan tetapi, pilihan publik masih bisa berubah (swing voters) karena pelaksanaan pemilu yang masih lama dan situasi politik cukup dinamis. Sementara, lima besar isu atau persoalan publik yang menjadi concern bagi pemilih dengan harapan akan menjadi program prioritas presiden 2024 mendatang adalah terkait dengan ketersediaan lapangan pekerjaan, akses dan fasilitas pendidikan, kesenjangan ekonomi, pemberantasan korupsi dan jaminan kesehatan," pungkasnya.

Bagus mengatakan survei ini dibiayai oleh Perkumpulan Kader Bangsa, sebuah lembaga yang fokus terhadap pendidikan kebangsaan dan kepemimpinan anak muda. Untuk pelaksanaan teknis survei, Perkumpulan Kader Bangsa menggandeng ARSC, sebuah lembaga konsultan politik, survei dan komunikasi.

Survei dilakukan pada akhir April dan awal Mei 2021 dengan tujuan memberikan informasi pada publik terkait isu-isu politik dan kebijakan publik yang menjadi perhatian utama, khususnya dalam hal ini adalah persiapan regenerasi kepemimpinan nasional menuju Pemilu 2024.

Menurut Bagus, survei ini dilakukan dengan metode wawancara melalui telepon dengan memanfaatkan database responden yang dimiliki ARSC yang sebelumnya dibentuk dengan metode penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling), dengan memperhatikan proporsionalitas antara jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap provinsi.

Baca juga: Kriteria Presiden Menurut Survei ASRC: Sipil, Pria dan Seagama

Pengambilan sampel melalui telepon dilakukan sebagai upaya untuk pembatasan penyebaran Covid-19. Hal ini diperlukan untuk meminimalisir pertemuan secara langsung atau tatap muka yang rentan terhadap penyebaran virus.

Sebagai disclaimer, pengambilan sampel melalui telepon berbeda dengan pertemuan tatap muka. Ditemukan sejumlah kendala seperti proses wawancara yang terlalu lama yang menyebabkan responden kehilangan fokus atas pertanyaan. Selain itu, tidak jarang responden memutus pembicaraan di tengah jalan yang menyebabkan hasil wawancara tidak dapat digunakan dan pewawancara harus mengulang kembali proses wawancara dari awal dengan responden pengganti yang berbeda.

Survei ini mengambil sampel 1.200 responden yang tersebar di 34 provinsi yang melibatkan 19 enumerator atau interviewer. Waktu yang dibutuhkan untuk pengambilan sampel adalah 13 hari dengan rata-rata tiap enumerator mendapatkan 5 orang responden per hari dengan estimasi waktu 8 jam per hari.

Oleh karena itu, tiap 1 responden rata-rata diwawancarai selama 1,6 jam dan margin of error +/- 2,9% dengan tingkat kepercayaan mencapai 95%. Proses pengumpulan data dilaksanakan dari tanggal 26 April – 8 Mei 2021 melalui telepon. Usia minimum responden adalah 17 tahun atau sudah memenuhi syarat pemilih dengan total dari responden sekitar 60% adalah pemilih muda, hal ini juga menggambarkan populasi pemilih nasional saat ini.(OL-4)

Baca Juga

MI/ADAM DWI

JK Sebut Pindahnya IKN Beri Otonomi Daerah Lebih Baik

👤Lina Herlina 🕔Kamis 27 Januari 2022, 17:47 WIB
Otorita adalah pemerintah daerah setingkat provinsi, tempat penyelenggaraan ibu kota negara, yang sama halnya dengan pembentukan provinsi...
Dok.MI

PDI Perjuangan Ajukan Ahok untuk jadi Kepala Otorita IKN

👤Mediaindonesia 🕔Kamis 27 Januari 2022, 16:35 WIB
Terkait pengajuan Ahok sebagai calon Kepala Otorita IKN di Kalimantan, kata Hasto, semua hal itu disampaikan dalam dialog antara Presiden...
MI/Cri Qanon Ria Dewi

Kemenag Libatkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Awasi Lembaga Amil Zakat

👤Mediaindonesia 🕔Kamis 27 Januari 2022, 16:10 WIB
Tarmizi mengatakan langkah sinergi ini dibuat untuk mencegah kasus seperti Lembaga Amil Zakat Abdurrohman Bin Auf (LAZ ABA) kembali...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya