Sabtu 22 Mei 2021, 14:25 WIB

Anies Tumbangkan Prabowo dalam Elektabilitas Capres

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Anies Tumbangkan Prabowo dalam Elektabilitas Capres

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/POOL
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbincang dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto

 

GUBERNUR Jawa Tengah dan Jawa Barat, Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil mengalahkan Menteri Pertahanan dan Gubernur Jakarta Prabowo Subianto serta Anies Baswedan dari sisi resistensi. Keempat nama itu menghiasi papan elektabilitas tertinggi sebagai calon presiden 2024.

"Anies Baswedan menjadi sosok kandidat calon presiden 2024 teratas dalam survei ini kemudian Prabowo Subianto. Namun, publik juga menunjukkan resistensinya terhadap Prabowo Subianto dan Anies Baswedan," ujar Peneliti Akar Rumput Strategic Consulting (ASRC) Bagus Balghi saat acara bertajuk Rilis Survei Nasional Seri 1, Sumber Kepemimpinan Nasional: Menuju 2024, Sabtu (22/5).

Hadir pula Ketua DPP Partai NasDem Saan Mustopa, Kepala Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Diah Pitaloka, Ketua Bappilu DPP Partai Golkar Maman Abdurrahman, Associate Researcher ARSC Yohan Wahyu, Dosen Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya Airlangga Pribadi, Ketua Perkumpulan Kader Bangsa Dimas Oky Nugroho dan peneliti ASRC Suciliani.

Bagus mengatakan survei ini dibiayai oleh Perkumpulan Kader Bangsa, sebuah lembaga yang fokus terhadap pendidikan kebangsaan dan kepemimpinan anak muda. Untuk pelaksanaan teknis survei, Perkumpulan Kader Bangsa menggandeng ARSC, sebuah lembaga konsultan politik, survei dan komunikasi.

Baca juga: 69,50% Tolak Presiden 3 Periode, 71,65% Tolak Jokowi 3 Periode

Survei dilakukan pada akhir April dan awal Mei 2021 dengan tujuan memberikan informasi pada publik terkait isu-isu politik dan kebijakan publik yang menjadi perhatian utama, khususnya dalam hal ini adalah persiapan regenerasi kepemimpinan nasional menuju Pemilu 2024.

Menurut Bagus, survei ini dilakukan dengan metode wawancara melalui telepon dengan memanfaatkan database responden yang dimiliki ARSC yang sebelumnya dibentuk dengan metode penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling), dengan

memperhatikan proporsionalitas antara jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap provinsi.

Pengambilan sampel melalui telepon dilakukan sebagai upaya untuk pembatasan penyebaran Covid-19. Hal ini diperlukan untuk meminimalisir pertemuan secara langsung atau tatap muka yang rentan terhadap penyebaran virus.

Sebagai disclaimer, pengambilan sampel melalui telepon berbeda dengan pertemuan tatap muka. Ditemukan sejumlah kendala seperti proses wawancara yang terlalu lama yang menyebabkan responden kehilangan fokus atas pertanyaan. Selain itu, tidak jarang responden memutus pembicaraan di tengah jalan yang menyebabkan hasil wawancara tidak dapat digunakan dan pewawancara harus mengulang kembali proses wawancara dari awal dengan responden pengganti yang berbeda.

Survei ini mengambil sampel 1.200 responden yang tersebar di 34 provinsi yang melibatkan 19 enumerator atau interviewer. Waktu yang dibutuhkan untuk pengambilan sampel adalah 13 hari dengan rata-rata tiap enumerator mendapatkan 5 orang responden per hari dengan estimasi waktu 8 jam per hari.

Oleh karena itu, tiap 1 responden rata-rata diwawancarai selama 1,6 jam dan margin of error +/- 2,9% dengan tingkat kepercayaan mencapai 95%. Proses pengumpulan data dilaksanakan dari tanggal 26 April – 8 Mei 2021 melalui telepon. Usia minimum responden adalah 17 tahun atau sudah memenuhi syarat pemilih dengan total dari responden sekitar 60% adalah pemilih muda, hal ini juga menggambarkan populasi pemilih nasional saat ini.

Bagus mengatakan, Prabowo dan Anies menempati urutan di bawah Ganjar dan Ridwan dari sisi resistensi. Prabowo dan Anies paling tidak diinginkan menjadi presiden.

Baca juga: Kriteria Presiden Menurut Survei ASRC: Sipil, Pria dan Seagama

"Prabowo dan Anies adalah yang tertinggi tidak diharapkan menjadi presiden 2024 atau tingkat resistensi tinggi. Sementara calon presiden yang resistensi kecil antara lain Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, Tito Karnavian, Muhaimin, Ridwan Kamil, Khofifah dan Erick Tohir," paparnya.

Berdasarkan rasionalitas, lanjut Bagus, masyarakat mwnginginkan calon presiden berdasarkan kinerjanya yang sudah terbukti, memiliki pengalaman kepemimpinan yang baik, bersih atau jujur, bersikap tegas dan memiliki program yang jelas.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjadi sosok perempuan yang diinginkan oleh masyarakat menjadi calon presiden. Elektabilitasnya paling tinggi, bahkan mengalahkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Susi Pudjiastuti meraih 24,21% sebagai sosok perempuan yang dinilai laik maju sebagai calon presiden pada 2024," jelasnya.

Eelektabilitas Susi dibuntuti oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini dengan 17,66%, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar 11,07%, Menteri Keuangan Sri Mulyani 10,00%, Ketua DPR RI Puan Maharani 4,01%, Yenni Wahid 3, 14%, Megawati 2,79% dan tokoh perempuan lainnya.

Sementara itu, kata dia, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjadi kandidat teratas untuk maju di pemilu 2024 dari kategori militer. Prabowo meraih 35,45% yang diikuti oleh Gatot Nurmantyo 20,17%, Andi Perkasa 7,85%, Agus Harimurti Yudhoyono 6,46%, Luhut B. Pandjaitan 6, 12%, Moeldoko 4,55%, Agus Widjojo 3,64%, Hadi Tjahjanto 2,64% dan Terawan 1,90%.

Kandidat dari kategori kepala daerah, Bagus mengungkap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meraih simpati masyarakat paling tinggi dengan 33,80%. "Anies disusul Ganjar Pranowo 26,20%, Ridwan Kamil 25,62%, Khofifah Indar Parawansa 4,05% dan nama-nama lainnya seperti Sri Sultan HB X, Edy Rahmayadi, Viktor Laiskodat, Olly Dondokambey dan Zulkiefirmansyah," paparnya.

Prabowo Subianto, Megawati Soekarnoputri, Agus Harimurti Yudhoyono, Airlangga Hartarto dan Surya Paloh masuk lima besar tokoh politik dari klaster ketua umum partai Yang dinilai layak menjadi Presiden 2024.

Sementara dari kalangan menteri, nama Sandiaga Uno yang relatif baru dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai menteri di Kabinet Kerja mendapatkan elektabilitas tertinggi sebagai capres berlatar menteri, disusul oleh Prabowo dan Airlangga Hartarto. Kalau dari klaster tokoh kepolisian, muncul nama Tito Karnavian, Idham Azis, Mochamad Iriawan, Budi Gunawan dan Budi Waseso.

"Akan tetapi, pilihan publik masih bisa berubah (swing voters) karena pelaksanaan pemilu yang masih lama dan situasi politik cukup dinamis. Sementara, lima besar isu atau persoalan publik yang menjadi concern bagi pemilih dengan harapan akan menjadi program prioritas presiden 2024 mendatang adalah terkait dengan ketersediaan lapangan pekerjaan, akses dan fasilitas pendidikan, kesenjangan ekonomi, pemberantasan korupsi dan jaminan kesehatan," pungkasnya. (OL-4)

Baca Juga

Antara

Di Balik Terbit Rencana Tersimpan Bencana

👤Muklis Effendi (Story Builder) 🕔Kamis 27 Januari 2022, 23:53 WIB
Publik baru terperangah kemudian marah ketika LSM Migrant Care menyebut bangunan itu sebagai kerangkeng manusia, tempat bagi perbudakan...
Antara

Buronan Pidsus Kejagung Berjumlah 247 Orang

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 27 Januari 2022, 23:03 WIB
Namun, Febrie tidak bisa memastikan berapa banyak jumlah buronan yang bersembunyi di...
ANTARA FOTO/Reno Esnir

PDIP: Arteria Dahlan Dahlan Sudah Diberi Sanksi Peringatan

👤Mediaindonesia 🕔Kamis 27 Januari 2022, 20:29 WIB
Menurut Hasto, hal ini menjadi pelajaran bagi Arteria dan seluruh kader meskipun apa yang disampaikan Arteria dalam kapasitas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya