Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Pepen Nazarudin, menyebut beberapa vendor penyedia bantuan sosial sembako terkait covid-19 di Jabodetabek telah mengembalikan kelebihan pembayaran. Diketahui, kelebihan pembayaran tersebut terungkap setelah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan audit proyek tersebut.
"Beberapa sudah kembali, sampai saat ini mencapai sekitar Rp5 miliar," aku Pepen di ruang sidang Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (10/5).
Pepen sedianya dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan rasuah bansos untuk terdakwa mantan Mensos Juliari Peter Batubara. Menurut Pepen, hasil audit BPKP menemukan ketidakwajaran harga yang lebih mahal pada harga item sembako yang dirujuk.
"Berapa temuan yang harus dikembalikan?" tanya hakim ketua Muhammad Damis.
Baca juga: Pandemi Covid-19, Hakim Pertanyakan Rapat Kemensos di Labuan Bajo
"Secara menyeluruh Rp74 miliar, untuk kategori ketidakwajaran Rp8 miliar," jelas Pepen.
Temuan BPKP itu, lanjutnya, merupakan akumulasi dari anggaran yang diduga tidak dilaksanakan dengan baik. Sejauh ini, Pepen menyebut baru delapan vendor yang mengembalikan kelebihan pembayaran. Padahal, audit BPKP dilakukan pada Juli 2020 dan hanya memberikan waktu 60 hari sejak laporan hasil pemeriksaan diterbitkan.
Dalam sidang sebelumnya yang digelar Rabu (5/5) lalu, Sekretaris Jenderal Kemensos, Hartono Laras, mengatakan pihaknya menggandeng Kejaksaan Agung untuk menindaklanjuti beberapa vendor yang belum mengembalikan kelebihan bayar tersebut.
Dalam kasus ini, Juliari didakwa menerima suap dengan total mencapai Rp32,482 miliar. Uang itu dikumpulkan dari fee yang dipungut ke para pengusaha yang mengikuti proyek pengadaan bansos.
Adapun pengumpulan fee dilakukan melalui kuasa pengguna anggaran (KPA) pada Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) dan pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek tersebut, Adi Wahyono, serta Matheus Joko Santoso yang ditunjuk sebagai PPK lainnya. (OL-4)
MENTERI Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan proses penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler pada triwulan pertama 2026 terus berjalan.
Cek desil bansos 2026 secara online melalui website dan aplikasi Kemensos. Simak cara cek status penerima bansos dan penjelasan fungsi desil.
PEMERINTAH mengucurkan anggaran bantuan sosial (bansos) sebesar Rp17,5 triliun menjelang Lebaran 2026.
Gus Ipul menekankan bahwa akurasi data adalah fondasi utama agar program bantuan sosial (bansos) tidak lagi salah sasaran.
Pemerintah menyediakan dua kanal utama untuk cek penerima bansos Februari 2026 yang bisa diakses secara daring
PEMERINTAH menyiapkan anggaran senilai Rp12,83 triliun untuk paket stimulus ekonomi kuartal I 2026 yang mencakup diskon tiket transportasi, potongan tarif jalan tol, serta bansos.
KPK memeriksa pegawai Bea Cukai terkait kasus dugaan suap importasi barang. Enam tersangka, termasuk pejabat Ditjen Bea Cukai, telah ditetapkan.
KPK menyita Rp5 miliar dari penggeledahan di Ciputat terkait kasus suap dan gratifikasi impor barang KW di Ditjen Bea Cukai Kemenkeu.
KPK mengungkap hasil pemeriksaan saksi dalam kasus dugaan suap proyek Lampung Tengah dengan mendalami aliran uang dan sumber penghasilan Bupati nonaktif Ardito Wijaya.
KPK menyebut PT Blueray bertindak sebagai importir dari banyak perusahaan dan kini mendalami peran afiliasi serta modus suap dalam kasus dugaan korupsi importasi di Bea Cukai.
KPK tetapkan lima tersangka OTT di Depok, termasuk Ketua PN Depok, terkait dugaan gratifikasi pengurusan sengketa lahan. Penahanan 20 hari pertama.
KPK ungkap tren baru dalam transaksi suap, yakni pembayaran menggunakan emas dan cryptocurrency. KPK memantau metode ini untuk menanggulangi praktik korupsi yang semakin kompleks
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved