Minggu 09 Mei 2021, 15:38 WIB

Di Pelabuhan Merak, Puan: Logistik Lebaran Jangan Terganggu

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Di Pelabuhan Merak, Puan: Logistik Lebaran Jangan Terganggu

Ist/DPR
Ketua DPR RI Puan Maharani meninjau posko penyekatan kendaraan dan kebijakan larangan mudik di Pelabuhan Merak, Banten, Minggu (9/5/2021).

 

KETUA DPR RI Puan Maharani meninjau posko penyekatan kendaraan dan kebijakan larangan mudik di Pelabuhan Merak, Banten, Minggu (9/5/2021). Dalam kesempatan itu, Puan meminta pelarangan mudik tidak mengganggu distribusi logistik untuk masyarakat pada hari raya Idul Fitri.

Puan menyampaikan, pemerintah dan aparat terkait harus berkoordinasi dan bersinergi dalam pelaksanaan kebijakan larangan mudik. Selain itu, dermaga-dermaga di Banten juga harus tetap disiagakan untuk menunjang distribusi logistik dan hal penting lain yang mendesak.

Angkutan logistik di tengah pandemi khususnya menjelang hari raya Idulfitri seperti ini, menurut Puan merupakan kebutuhan yang amat penting bagi keberlangsungan hidup masyarakat.

"Saya minta supaya distribusi bahan logistik dan bahan-bahab penting ini tidak ada kendala sama sekali karena itu penting," kata Puan di Pelabuhan Merak, Minggu (9/5/2021).

Dia mengatakan, 10 persen angkutan di Pelabuhan Merak adalah angkutan logistik. Dengan besaran itu, distribusi logistik amat penting bagi berjalannya roda perekonomian baik di Jawa maupun Sumatera.

"Kondisi Pelabuhan Merak ini tadi saya disampaikan bahwa hanya 10 persen yang berjalan khususnya adalah terkait logistik dan bahan-bahan pokok," ujarnya.

Agar tidak ada kendala dalam pendistribusian logistik. Puan meminta agar dermaga-dermaga disiapkan khusus untuk angkutan logistik yang tidak dilarang melakukan perjalanan saat situasi larangan mudik.

"Kemudian kesiapan dermaga-dermaga juga harus tetap disiapkan jikalau nanti ada urgensi terkait dengan hal-hal yang tentu saja kita harapkan namun harus tetap siap karena ini juga penting," kata dia.

Politikus PDI Perjuangan itu sangat berharap kebijakan larangan mudik dipahami masyarakat dan dipatuhi demi mencegah lonjakan kasus penularan Covid-19. Kepada pemerintah dan aparatur terkait, Puan menegaskan, penyekatan pemudik di Banten juga harus dilakukan berlapis untuk menghindari penumpukan. 

“Penerapan kebijakan jangan membingungkan masyarakat. Tegas tapi humanis. Tahun ini jangan mudik dulu, sama-sama kita jaga diri, keluarga, lingkungan,” ungkap cucu Presiden pertama RI Sukarno tersebut.

Puan juga meminta pemerintah daerah melakukan tracing, tes, dan isolasi, jika menemukan masyarakat yang lebih awal pulang ke kampung halamannya atau sebelum larangan mudik dilaksanakan pada 6 Mei 2021.

“Pemerintah daerah harus turut memperhatikan, dan Banten banyak wisata laut, ini harus diperhatikan oenegakan protokol kesehatannya,” ujar Puan.

Dalam Kunjungan Kerja ke Pelabuhan Merak ini, Puan Maharani didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri PU dan PR Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, dan lainnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

ANTARA/Hafidz Mubarak A

Eksekusi Denda dan Uang Pengganti Adelin Lis Ditangani Kejari Medan

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 23 Juni 2021, 12:54 WIB
Adelin, saat ini, masih mendekam di rumah tahanan (Rutan) Salemba cabang Kejaksaan Agung dan menjalani protokol karantina kesehatan selama...
Ilustrasi

Kasus Covid-19 Naik Tajam, Berikut Saran NasDem

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 23 Juni 2021, 12:33 WIB
Ketua Fraksi NasDem DPR RI itu menilai, kebijakan dibukanya tempat hiburan atau wisata bertolak belakang dengan upaya menekan penyebaran...
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Bareskrim Temukan Dua Tindak Pidana Adelin Lis Saat Buron

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 23 Juni 2021, 11:27 WIB
Hasil koordinasi dan penyelidikan bersama Ditjen Imigrasi serta dengan Atpol Singapura, diketahui 2 hal dugaan tindak pidana yang telah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya