Kamis 06 Mei 2021, 16:18 WIB

Survei: Pascakonflik, Elektabilitas Partai Demokrat Meningkat

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Survei: Pascakonflik, Elektabilitas Partai Demokrat Meningkat

Antara
AHY menjadi satu-satunya tokoh non-pejabat publik yang masuk dalam lima besar tokoh nasional dengan elektabilitas tertinggi dengan 8,8%.

 

ELEKTABILITAS Partai Demokrat menujukkan peningkatan pasca konflik Konfrensi Luar Biasa (KLB) kepengurusan partai.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Lembaga Pendidikan, Penelitian, Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) pada 8 hingga 15 April, Elektabilitas Partai Demokrat berada di posisi kedua di bawah PDIP.

Dalam survei yang melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi tersebut, elektabilitas Partai Demokrat mencapai angka 11,2%. Sementara PDIP menduduki posisi puncak sebesar 24 persen. Diikuti partai lain seperti Gerindra 9 persen dan Golkar 7,4%.

Mengenai elektabilitas para tokoh calon presiden (capres), elektabilitas tertinggi ditempai oleh Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dengan 16,4%. Disusul oleh Gubernur DKI Anies Baswedan dengan 12,8%, lalu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 9,6%.

Menariknya, Ketua Umum Demokrat AHY menjadi satu-satunya tokoh non-pejabat publik yang masuk dalam lima besar tokoh nasional dengan elektabilitas tertinggi dengan 8,8%.

Mengiktui selanjtunya dibawah AHY adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan 7,5% serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, yang juga Waketum Gerindra, dengan 6,2%.

Saat popularitas Ketua-ketua Umum partai politik di Senayan dibandingkan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berada di urutan pertama dengan 27,6%.

Diikuti oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno Putri 23,3%. Posisi ketiga AHY dengan 21,5%. Diikuti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar 6,8% dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto 6,1%.

Survei mengungkapkan alasan responden memilih parpol tertentu didorong oleh kebiasaan memilih partai tersebut 19,8%. Visi-misi dan program partai 9,2%, peduli pada rakyat kecil 8,3%.

Sedangkan untuk alasan memilih tokoh sebagai calon presiden, survei mengungkapkan faktor berani berada pada urutan pertama 9,7%. Diikuti pengalaman 9,3%, merakyat 7,9%, cerdas dan memberi solusi 7,5%, serta berwibawa 6,1%.

Saat ditanya karakteristik politisi yang dianggap merakyat di mata pemilih, yang paling dominan adalah membela hak-hak rakyat di parlemen 34,9%, sering melakukan dialog dengan masyarakat 26,6%, dan sering berkumpul bersama masyarakat 21,7%. 

Berikut hasil lengkap survei LP3ES yang dirilis Rabu (6/5) kemarin yaitu PDIP: 24,0 %, Partai Demokrat: 11,3%, Partai Gerindra: 9,0%, Partai Golkar 7,4%, PKS: 5,6%, Partai NasDem: 2,8%, PKB: 2,4%, PAN: 2,2%, PPP: 1,0%, Partai Berkarya: 0,3%, PKPI: 0,2%, PBB 0,2%, Partai Perindo: 0,2%, Partai Hanura: 0,2%, dan lainnya:2,7%.

Sementara Tidak Tahu atau tidak menjawab: 30,4%. (Uta/OL-09)

Baca Juga

dok.Tidar

Tidar Gelar Tunas III Gerindra Rancang Rekrutmen Kalangan Milenial

👤Selamat Saragih 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 12:56 WIB
TUNAS Indonesia Raya (Tidar) diminta lebih kreatif untuk sebanyak-banyak menjaring milenial untuk kemudian memilih Partai...
Ist/Ilustrasi

Bareskrim Bakal Bongkar Jaringan Antar Oknum Pinjol Ilegal

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 12:27 WIB
Sebelumnya, Bareskrim membongkar praktik pinjol ilegal perusahaan 'Rp Cepat' yang dikendalikan oleh warga...
Ant/Muhsidin

Ketua DPRD Tolikara Sangkal Beri Bantuan Uang KKB

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 11:27 WIB
KETUA DPRD Kabupaten Tolikara, Sonny Wanimbo, membantah mengenal pelaku penjual senjata dan amunisi untuk kelompok kriminal bersenjata...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pungli Tetap Marak Pak Satgas!

Pungli di berbagai layanan publik terus menjadi masalah yang dialami masyarakat, bahkan di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya