Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan tindakan penyadapan, penggeledahan, dan penyitaan tak lagi memerlukan permintaan izin Dewan Pengawas. KPK akan menyesuaikan kembali proses dan mekanisme mengikuti putusan MK itu.
"KPK akan melaksanakan putusan tersebut dengan menyesuaikan kembali beberapa mekanisme proses kegiatan dimaksud. Kami memastikan segala proses tindakan pro justitia dalam rangka penegakan hukum penyelesaian penanganan perkara tersebut dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Kamis (6/5).
Sebelumnya, MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi UU Nomor 19 Tahun 2019 atau UU KPK revisi yang diajukan Rektor Universitas Islam Indonesia Fathul Wahid dkk. MK menilai KPK dalam melaksanakan tugas dan kewenangan yudisial bersifat independen dan bebas dari pengaruh mana pun.
MK menilai Dewas tidak memiliki kewenangan pro justitia. Maka, izin dari Dewas tidak diperlukan. MK memutuskan penyadapan, penggeledahan dan penyitaan yang dilakukan KPK tak perlu izin Dewas, namun KPK hanya perlu memberitahukannya.
Menanggapi itu, KPK pun mengapresiasi tinggi kepada pihak-pihak yang menjadi pemohon dalam proses judicial review undang-undang itu.
"Kami yakin semua pihak yang terlibat menjadi pemohon bertujuan untuk terus memperkuat dan mendukung pemberantasan korupsi di Indonesia," kata Ali Fikri.
Baca juga: WP KPK Nilai Tes Kebangsaan Dibuat Untuk Mendepak Pegawai
Di sisi lain, Dewas KPK juga menghormati dan akan mengikuti putusan MK. Ketua Dewas Tumpak Hatorangan Panggabean yakin kinerja KPK akan lebih baik. Meski dalam putusan itu tugas dipreteli, Tumpak mengatakan Dewas tetap akan melakukan tugas-tugas lain yang masih ada di UU secara efektif.
"Tentu kami harus menghormati putusan MK yang sejak diucapkan telah mulai dan selanjutnya Dewas tidak menerbitkan izin penyadapan, penggeledahan, dan penyitaan. Tiga tugas lain dari Dewas tetap dilaksanakan secara efektif," kata Tumpak. (P-5)
Hakim Konstitusi Anwar Usman sampaikan permohonan maaf di sidang terakhirnya sebelum purna tugas 6 April 2026. Simak rekam jejak, kontroversi, hingga calon penggantinya.
MAHKAMAH Konstitusi (MK) memutuskan bahwa pelanggaran yang diatur dalam undang-undang sektoral seperti kehutanan, perbankan, atau lingkungan hidup tetap bisa dijerat UU Tipikor.
MK tidak terima gugatan Roy Suryo Cs terkait pasal pencemaran nama baik di UU ITE & KUHP. Hakim menilai permohonan kabur dan tidak sinkron. Simak ulasannya
TNI tegaskan sistem peradilan militer tetap independen dan di bawah pengawasan Mahkamah Agung dalam sidang uji materi UU No. 31/1997 di Mahkamah Konstitusi.
Masa percobaan 10 tahun merupakan bagian yang tak terpisahkan dari putusan pengadilan.
Dalam sidang MK, Pemerintah melalui ahli hukum laut menegaskan bahwa kewenangan Bakamla adalah untuk koordinasi patroli terintegrasi, bukan menggantikan peran penyidik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved