Rabu 05 Mei 2021, 17:17 WIB

KKB Berstatus Teroris, Polri: Densus 88 Belum Turun ke Papua

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
KKB Berstatus Teroris, Polri: Densus 88 Belum Turun ke Papua

Antara
Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono

 

POLRI menyatakan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror belum turun ke Papua untuk melakukan penegakkan hukum terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), setelah ditetap sebagai kelompok teroris.

"Belum ada (Densus 88 di Papua)," papar Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono, Rabu (5/5).

Maka, sejauh ini aparat kepolisian belum dilakukan penindakan hukum didasarkan pada Undang-undang terorisme terhadap sejumlah kegiatan penyerangan di Papua.

Disisi lain, Argo menuturkan pihaknya akan melakukan penegakan hukum yang tegas kepada pihak-pihak yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Untuk Hard Power, kalau melanggar pidana ya akan kami proses," ucap Argo.

Hingga saat ini, lanjut Argo, personel TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi masih menjadi pihak utama yang menangani KKB di Papua.

"Satgas Nemangkawi TNI dan Polri yang kerja," ucapnya.

Baca juga : Sidang Ungkap Mahalnya Biaya Ekspor Benur

Argo menjelaskan bahwa Satgas Nemangkawi masih melakukan penegakan hukum di Papua. Saat ini, Asops Kapolri jadi pimpinan Satgas Nemangkawi.

Sebelumnya, Pemerintah secara resmi melabeli organisasi-organisasi di Papua yang melakukan kekerasan secara masif sebagai kelompok separatis teroris.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengungkapkan upaya pelabelan tersebut sudah mendapat dukungan dari Pimpinan MPR RI, Panglima TNI, Kapolri, dan tokoh-tokoh masyarakat Papua yang merasa resah dengan gerakan yang dilakukan organisasi-organisasi tersebut.

Ia juga menjelaskan pelabelan teroris sudah sesuai dengan ketentuan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Di dalam peraturan perundangan itu disebutkan bahwa teroris adalah siapapun yang merencanakan, menggerakkan, dan mengorganisasikan terorisme. Adapun, terorisme adalah ancaman atau perbuatan yang menggunakan kekerasan yang menimbulkan rasa takut secara meluas yang dapat menimbulkan korban jiwa secara masal atau kerusakan objek vital strategis dengan motif ideologi, politik dan keamanan. (OL-2)

 

Baca Juga

MI/Barry Fatahillah

Sebanyak 120.476 Narapidana Peroleh Remisi Idul Fitri 1442 H

👤Emir Chairullah 🕔Rabu 12 Mei 2021, 11:19 WIB
PEMERINTAH memberikan pengurangan masa pidana atau Remisi Khusus (RK) Idul Fitri 1442 Hijriah terhadap 121.026 narapidana beragama Islam...
DOK DPR RI

Bersama Kapolri, Puan Tinjau Peniadaan Mudik di Soetta & Cikampek

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 12 Mei 2021, 08:20 WIB
Puan berharap aparat di lapangan menjalankan tugasnya dengan baik. Yakni, membatasi pemudik dengan tegas dan humanis, dan terus disiplin...
DOK DPR RI

Puan: Sambutlah Lebaran dengan Gembira dan Berbagilah Kebahagiaan

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 12 Mei 2021, 08:10 WIB
Menurut Puan, Idul Fitri adalah momentum tepat utuk menguatkan solidaritas bangsa, saling membantu, khususnya pada masa pandemi Covid-19...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya