Selasa 04 Mei 2021, 14:31 WIB

Dishub Klaim Rekayasa Perjalanan Tanah Abang Mampu Urai Kepadatan

Putri Anisa Yuliani | Politik dan Hukum
Dishub Klaim Rekayasa Perjalanan Tanah Abang Mampu Urai Kepadatan

MI/ANDRI WIDIYANTO
Stasiun tanah abang sepi

 

KEPALA Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebut rekayasa perjalanan Stasiun Tanah Abang yang mulai diberlakukan Senin (3/5) kemarin efektif mengurai kepadatan penumpang di Stasiun Tanah Abang.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta bersama PT KAI dan PT KAI Commuter berkolaborasi untuk mengurangi kepadatan penumpang di Stasiun Tanah Abang sebagai imbas membludaknya warga Jabodetabek yang ingin berbelanja kebutuhan hari raya di Pasar Tanah Abang. Upaya itu dilakukan dengan menutup layanan keluar masuk penumpang dari dan menuju Stasiun Tanah Abang pada pukul 15.00-19.00 WIB.

Dishub DKI diketahui memberikan layanan alternatif berupa bus Trans-Jakarta dan empat rute angkutan umum lainnya guna mengantar penumpang ke lima stasiun yakni Palmerah, Karet, Duri, Angke, dan Gondangdia.

"Artinya konsentrasi penumpang itu tidak di satu titik, tapi dipecah ke lima lokasi ini stasiun. Dengan demikian maka di kawasan Stasiun Tanah Abang tidak terjadi kepadatan," ujarnya di Balai Kota, Selasa (4/5).

Baca juga: Stasiun Tanah Abang Tidak Operasi Sore, Stasiun Alternatif Penuh

Ia mengakui sempat ada antrean penumpang sebelum Stasiun Tanah Abang kembali dibuka pada pukul 19.00 yang disebabkan oleh para pekerja yang baru pulang di sekitar kawasan tersebut. Namun, antrean itu tetap berjalan tertib karena ada pengawasan dari para petugas.

Sementara itu, ia pun menegaskan aturan penutupan Stasiun Tanah Abang pada pukul 15.00-19.00 WIB harus dilakukan untuk mencegah kepadatan penumpang di stasiun yang juga berfungsi sebagai stasiun transit ke beberapa rute itu. Sebab, apabila tidak dilakukan rekayasa pola perjalanan, stasiun itu akan terus semakin dipenuhi penumpang di hari-hari jelang Idul Fitri.

Membludaknya warga yang berbelanja ke Tanah Abang akan ditambah dengan pekerja perkantoran yang tidak mendapatkan cuti kerja karena adanya larangan mudik.

"Itu namanya kita melakukan rekayasa perjalanan, karena jika semuanya tetap disatukan di dalam satu stasiun, maka semuanya menumpuk di sana. Pekerja yang pulang kantor itu akan berkumpul di Stasiun Tanah Abang bertemu dengan para pengunjung Pasar Tanah Abang sehingga terjadi kepadatan," jelasnya.

Sementara itu, terkait kepadatang yang terjadi di lima stasiun imbas penutupan Stasiun Tanah Abang selama empat jam dikatakan Syafrin masih dalam batas toleransi. Pihak petugas stasiun pun disebutnya masih mampu melakukan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan terhadap penumpang.

"Memang yang kami harapkan bahwa kemudian di Stasiun Palmerah, hasil pantauan rekan rekan dari Daop 1, juga bisa dijaga tetap beroperasi normal. Jadi di 5 stasiun itu dari indikator layanan yang disampaikan itu semuanya masih dalam batas toleransi layanan KAI," tandasnya. (OL-4)

Baca Juga

MI/M Irfan

Polemik Tes ASN KPK, Pakar: Harus Ikuti Sistim Hukum Nasional

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 09 Mei 2021, 00:06 WIB
PAKAR Hukum Pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Muzakir  menyebut bahwa perekrutan pegawai Komisi...
dok.mi

Pakar Digital Forensik: Virtual Polisi Bukan Alat Represi

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 08 Mei 2021, 23:51 WIB
VIRTUAL Polisi harus dijalankan dalam frame agar menghindari terganggunya kebebasan berekspresi dan mengemukan pendapat, kritik, dan...
MI/M. irfan

100 Hari Kerja Jenderal Listyo Sigit Diapresiasi  

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 08 Mei 2021, 22:45 WIB
Menurut Dasco, 100 hari kepemimpinan Listyo Sigit telah menunjukkan transformasi kepolisian yang lebih maju dan modern, dengan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kualitas Kompetisi Harus Ditingkatkan

Regulasi yang dibuat operator dan regulator harus bisa meningkatkan standar liga dan klub

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya