Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENANGKAPAN Eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) dan kuasa hukum Rizieq Shihab, Munarman oleh Densus 88 dianggap sudah memiliki bukti yang kuat.
Penangkapan Munarman di rumahnya sore tadi, Selasa (27/4), diduga terkait terorisme. Mabes Polri menyebut Munarman diduga menyembunyikan informasi tindak pidana terorisme.
"Selama ini Densus 88 selalu menangkap orang dengan bukti yang kuat," ungkap Pengamat Terorisme Universitas Indonesia Ridlwan Habib kepada wartawan, Selasa (24/7).
Dia juga menilai Densus 88 bekerja secara profesional. Menurut Ridlwan, Densus 88 mempunyai waktu 14 hari pemeriksaan untuk menentukan status Munarman.
"Itu diatur dalam Undang-Undang 5 tahun 2018 (UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme)," kata Ridlwan.
Baca juga : Polisi Sita Buku Demokrasi dan Syariat Islam Milik Munarman
Direktur The Indonesia Intelligence Institute itu juga berpendapat soal penangkapan Munarman tidak terkait dengan persidangan Habib Rizieq walaupun Munarman adalah pengacara Rizieq.
"Sama sekali tidak terkait, Munarman ditangkap Densus dalam kaitan tindak pidana terorisme, sedangkan sidang Rizieq adalah kasus kerumunan covid-19. Tidak ada hubunganya," tegasnya.
Munarman diketahui, ditangkap atas dugaan terlibat kegiatan baiat/pengambilan sumpah setia di Jakarta, Medan, dan Makassar beberapa tahun yang lalu. Kegiatan itu diduga dapat mengarah pada aksi radikalisme teroris.
Terpisah, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi mengungkapkan, dari hasil penggeledahan sementara di markas bekas Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat, ditemukan serbuk-serbuk yang dianggap berbahaya oleh aparat.
"Kita mendapat informasi ditemukan serbuk-serbuk, berdasarkan analisis sementara adalah bahan-bahan yang berbahaya," ucapnya. (OL-7)
Mandat tersebut juga ditegaskan kembali dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI.
Al Araf menilai draft Peraturan Presiden tentang Tugas TNI dalam Mengatasi Terorisme yang saat ini beredar mengandung persoalan inkonstitusional
Dengan posisi yang masih berupa draf, pembahasan mendalam belum dapat dilakukan, apalagi untuk menentukan sikap politik lembaga legislatif.
Aturan tersebut wajib memiliki batasan yang jelas agar tidak mencederai hak asasi manusia (HAM).
Ancaman terorisme saat ini semakin kompleks, terutama dengan adanya situasi ketidakpastian global yang rentan menjadi lahan subur ideologi kekerasan.
Urgensi peran militer semakin tinggi jika aksi terorisme sudah melibatkan aktor lintas negara (transnasional) dalam melancarkan serangannya.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
Densus 88 mengungkap fakta mengejutkan: remaja pelaku penusukan di Moskow menuliskan 'Jakarta Bombing 2025' di senjatanya, terinspirasi insiden SMA Negeri 72.
Anggota Polres Tasikmalaya membantu Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri terkait penangkapan dan penggeledahan oleh Densus 88
Pada eklarasi tersebut, sekitar 1.400 orang perwakilan mantan anggota Jamaah Islamiyah siap kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
DensusĀ 88 Antiteror Polri mengungkapkan peran tiga terduga teroris jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) berinisial RR, MW, AS, yang ditangkap di Sulawesi Tengah, Kamis (19/12).
Berbagai aktivitas tersebut terjadi di tengah fenomena penurunan serangan teroris di Indonesia atau zero terrorist attack sepanjang tahun 2023 sampai 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved