Selasa 27 April 2021, 20:13 WIB

Munarman Ditangkap, Pengamat : Densus 88 Punya Bukti Kuat

Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum
Munarman Ditangkap, Pengamat : Densus 88 Punya Bukti Kuat

Dok. Mabes Polri
Eks sekretaris FPI Munarman saat ditangkap Densus 88

 

PENANGKAPAN Eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) dan kuasa hukum Rizieq Shihab, Munarman oleh Densus 88 dianggap sudah memiliki bukti yang kuat.

Penangkapan Munarman di rumahnya sore tadi, Selasa (27/4), diduga terkait terorisme. Mabes Polri menyebut Munarman diduga menyembunyikan informasi tindak pidana terorisme. 

"Selama ini Densus 88 selalu menangkap orang dengan bukti yang kuat," ungkap Pengamat Terorisme Universitas Indonesia Ridlwan Habib kepada wartawan, Selasa (24/7).

Dia juga menilai Densus 88 bekerja secara profesional. Menurut Ridlwan, Densus 88 mempunyai waktu 14 hari pemeriksaan untuk menentukan status Munarman.

"Itu diatur dalam Undang-Undang 5 tahun 2018 (UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme)," kata Ridlwan. 

Baca juga : Polisi Sita Buku Demokrasi dan Syariat Islam Milik Munarman

Direktur The Indonesia Intelligence Institute itu juga berpendapat soal penangkapan Munarman tidak terkait dengan persidangan Habib Rizieq walaupun Munarman adalah pengacara Rizieq.

"Sama sekali tidak terkait, Munarman ditangkap Densus dalam kaitan tindak pidana terorisme, sedangkan sidang Rizieq adalah kasus kerumunan covid-19. Tidak ada hubunganya," tegasnya. 

Munarman diketahui, ditangkap atas dugaan terlibat kegiatan baiat/pengambilan sumpah setia di Jakarta, Medan, dan Makassar beberapa tahun yang lalu. Kegiatan itu diduga dapat mengarah pada aksi radikalisme teroris.

Terpisah, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi mengungkapkan, dari hasil penggeledahan sementara di markas bekas Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat, ditemukan serbuk-serbuk yang dianggap berbahaya oleh aparat. 

"Kita mendapat informasi ditemukan serbuk-serbuk, berdasarkan analisis sementara adalah bahan-bahan yang berbahaya," ucapnya. (OL-7)

Baca Juga

MI/Susanto

KPU: Baru 13 Parpol yang Telah Perbaiki Verifikasi Administrasi

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 28 September 2022, 18:55 WIB
Komisioner KPU RI Idham Holik menerangkan 13 parpol tersebut, yakni PPP, PKB, PDIP, NasDem, Demokrat, PAN, Gerindra, PSI, Golkar, Perindo,...
MI/M IRFAN

Politisi Golkar Jelaskan Maksud 'Lapor Bohir" Usai Pemilihan Komisioner KPK

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Rabu 28 September 2022, 18:37 WIB
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar itu menyampaikan seluruh anggota DPR merupakan petugas partai. Partai harus mengetahui berbagai...
MGN/Anggi Tondi

Anies Mau Nyapres, Gerindra: Apa Ingat Pilkada 2017?

👤Marselina Tumundo (MGN), Narendra Wisnu Karisma (SB) 🕔Rabu 28 September 2022, 18:24 WIB
Pada pemilu mendatang, Anies berpotensi berhadapan dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang telah dideklarasikan sebagai calon...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya