Sabtu 24 April 2021, 21:12 WIB

Puluhan Warga India Dicegah Masuk di Bandara Soekarno-Hatta

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Puluhan Warga India Dicegah Masuk di Bandara Soekarno-Hatta

ANTARA/FAUZAN
Calon penumpang pesawat berjalan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (23/4).

 

SEBANYAK 32 WNA dari India ditolak masuk ke wilayah RI di Bandara Soekarno-Hatta. Mereka ditolak masuk lantaran tak memenuhi persyaratan setelah pemeriksaan keimigrasian dan kesehatan.

"Ada 32 warga negara India karena tidak memenuhi persyaratan untuk masuk ke wilayah Indonesia jadi kita tolak," kata Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta Romi Yudianto, Sabtu (24/4).

Romi mengatakan puluhan WNA asal India itu tiba di Bandara Soetta, Jumat (23/4) sore. Mereka datang mengaku berbisnis dan berinvestasi di Indonesia namun tak memiliki dokumen izin tinggal terbatas atau KITAS.

Baca juga: 126 WN India Dievakuasi ke Hotel Holiday Inn Jakarta Barat

Ke-32 warga India itu menaiki maskapai Emirates tujuan India-Dubai-Jakarta. Mereka rencananya akan langsung dideportasi menggunakan maskapai yang sama malam nanti.

Seperti diketahui, penerintah memperketat pengawasan penerbangan dari India menyusul lonjakan kasus covid-19 di negara itu. India kini mengalami kenaikan kasus tinggi dan di sana terjadi mutasi virus korona varian B1617. (A-2)

 

Baca Juga

MI/Susanto

KPK Dituntut Bersih dari Mafia Kasus

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 26 September 2021, 20:05 WIB
Sebab, KPK sebagai lembaga penegak hukum, dapat mengaburkan upaya pemberantasan korupsi ketika dihinggapi mafia...
dok.tangkapan layar

Kadensus 88: Pendekatan Humanis Penting Dalam Atasi Terorisme

👤Muhamad Fauzi 🕔Minggu 26 September 2021, 19:33 WIB
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kini juga melakukan upaya lainnya guna mengatasi persoalan...
Antara

NU: Hentikan Politisasi Isu Pandemi Covid-19

👤Andhika Prasetyo 🕔Minggu 26 September 2021, 19:30 WIB
Putusan persidangan NU juga meminta pemerintah melakukan kebijakan PEN secara tepat guna dan sasaran. KPK juga perlu mengawasi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Cegah Konflik di Myanmar semakin Memburuk

Bentrokan antara pasukan perlawanan bersenjata dan militer dalam beberapa hari terakhir telah mendorong gelombang evakuasi baru di wilayah barat laut

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya