Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian menilai pemberlakuan otonomi khusus (otsus) Papua masih tetap diperlukan. Pemerintah memandang otsus memiliki tujuan untuk menunjang percepatan pembangunan dan kesejahteraan di Papua.
"Pemerintah masih menganggap perlu keberlanjutan dana otsus. Kita harapkan bahwa otsus ke depan bertujuan untuk memperbaiki percepatan pembangunan, memperbaiki kesejahteraan dan afirmasi terhadap orang asli Papua," papar Tito dalam rapat dengan Pansus Revisi Undang-Undang (UU) Otsus Papua, Kamis (8/4).
Baca juga: Dana Otsus Papua Diperpanjang, Pengawasan Diperketat
Lebih lanjut, Tito mengatakan selama ini 63,79% pendanaan APBD Papua bersumber dari dana otsus. Sementara itu, dana otsus dalam APBD Papua Barat mencapai 52,68%. Apabila aliran dana otsus dihentikan, Tito khawatir APBD di wilayah Papua akan terganggu.
"Ini akan berpengaruh besar pada percepatan pembangunan," tukasnya.
Pihaknya juga mengusulkan adanya penambahan jumlah anggaran otsus Papua. Lewat revisi UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Papua, dana otsus diusulkan naik 2% dari Dana Alokasi Umum (DAU), sehingga menjadi 2,25%. Itu dengan skema pemberian berbasis kinerja.
Baca juga: Aliansi Pemuda Merah Putih Dukung Otsus dan Pemekaran Papua
Pemerintah menilai hingga saat ini kesejahteraan warga Papua masih menjadi persoalan. Bahkan, skala Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Papua lebih rendah dari tingkat nasional.
"Selain menyerap aspirasi dan juga tetap pada koridor NKRI, kita harapkan revisi UU ini akan menjadi platform untuk mempercepat pembangunan di Papua," imbuh Tito.(OL-11)
Setelah mendapatkan persetujuan dari para peserta sidang yang diiringi ketukan palu, Rano kemudian membacakan poin kesimpulan kedua yang berfokus pada pembenahan internal.
Data survei juga mengungkap fakta menarik bahwa penolakan ini tidak terkonsentrasi pada satu kelompok demografi atau politik tertentu
SATU tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai berjalan mulus bukan karena kinerja pemerintah yang efisien, melainkan karena lemahnya peran DPR
Publik masih menunggu langkah pemerintahan Prabowo dalam merespons berbagai masalah dengan langkah-langkah korektif.
Sikap partai berlambang banteng tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti maraknya perilaku masyarakat yang merasa paling tahu segalanya, terutama soal isu-isu politik dan pemerintahan.
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
PRESIDEN Prabowo Subianto menjanjikan besaran dana otonomi khusus atau dana otsus Papua untuk 2026 sama dengan tahun ini
Dana Otsus memiliki karakteristik yang berbeda dari alokasi anggaran reguler kementerian atau lembaga. Menurutnya, dana ini tidak bisa diperlakukan semata sebagai urusan teknis fiskal.
ANGGOTA Komisi XIII DPR RI, Yan Mandenas mengatakan aspirasi soal pendidikan gratis menjadi masukan bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap alokasi dana Otsus.
Kepada masyarakat Aceh, Anies Baswedan menyatakan ingin mengelola dana otonomi khusus (otsus) per pos sesuai kebutuhan pembangunan.
Pemerintah Pusat didorong untuk segera melakukan intervensi dan segera memeriksa para pejabat terkait yang mengurus pembiayaan beasiswa mahasiswa Papua di luar negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved