Senin 22 Februari 2021, 18:08 WIB

Wah, Tingkat Kedekatan Partai Demokrat dengan Rakyat Tinggal 1,8%

Indriyani Astuti | Politik dan Hukum
Wah, Tingkat Kedekatan Partai Demokrat dengan Rakyat Tinggal 1,8%

MI/Khoirul Hamdani
Bendera Partai Demokrat sobek karena tidak terurus di Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, Banyuwangi, Jawa Timur.

 

LEMBAGA Survei Indonesia (LSI) mengeluarkan survei terkait dengan kondisi politik di Indonesia. Salah satunya terkait dengan tingkat kedekatan partai politik dengan rakyat.

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan menyampaikan dari hasil survei terlihat kedekatan responden dengan partai politik. PDI Perjuangan berada di urutan pertama sebesar 35,4%, disusul Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 13,1%, lalu Gerindra 12,4%, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 8,6%, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 5,7%, Partai Amanat Nasional (PAN) 4,1%, NasDem 3,8%, Demokrat 1,8%, Hanura 0,9% dan partai lainnya.

"Responden yang menyatakan cukup dekat dengan partai 56,6%, sangat dekat 15,9%," ujarnya dalam rilis hasil survei bertajuk " Evaluasi Publik Terhadap Kondisi Nasional dan Peta Awal Pemilu 2024" secara daring, Senin (22/2).

Padahal, Demokrat pernah menjadi pemenang pemilu legislatif pada 2009 dengan perolehan 20,85% atau 21.703.137 suara. Pada 2009, Partai Demokrat menguasai parlemen dengan jumlah 150 kursi anggota DPR.

Baca juga: Edhy Prabowo: Jangankan Vonis Mati, Lebih Dari itu Saya Siap

Selain itu, hasil survei LSI juga mengungkapkan bahwa publik terhadap partai politik cenderung masih rendah. Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga paling tinggi kepada TNI sebesar 70%, disusul kepala daerah yakni Gubernur 77%, bupati/wali kota 76%, lalu presiden 68%, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 66%, Kepolisian 70%, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) 63%, terakhir partai politik 60%.

LSI juga merilis nama-nama yang disebut publik menjadi pilihan calon presiden pada pemilu 2024.

"Top of mind atau responden menyebutkan nama presiden Joko Widodo (Jokowi) tetapi ketika ada pertanyaan semi terbuka tanpa memasukan nama Jokowi karena tidak bisa tiga periode, ada Prabowo Subianto (Menteri Pertahanan) 22,5%, menyusul Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 10,6% dan Gubernur DKI Jakarta 10,2%, Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) 7,2%, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno 5,5%, Menteri Sosial Tri Rismaharini 5,0%. Nama-nama yang sudah beredar di masyarakat," paparnya. (OL-4)

Baca Juga

MI/ Adam Dwi

Komjak Ingatkan Potensi Intervensi Sidang Mafia Tanah

👤Ant 🕔Jumat 05 Maret 2021, 23:00 WIB
Komjak mendorog oknum yang terlibat kasus mafia tanah harus dihukum lebih...
DOK/PANITIA KLB DEMOKRAT

Sekretaris OC KLB Partai Demokrat: Kami Miliki Kepesertaan Legal

👤Media Indonesia 🕔Jumat 05 Maret 2021, 21:50 WIB
Para ketua DPC sudah mengajukan permintaan sebelum KLB...
Antara/Muhammad Ayudha

KPK Sarankan Supervisi Petugas Pajak Dilakukan Bertingkat

👤Tri Subarkah 🕔Jumat 05 Maret 2021, 21:47 WIB
"Kalau disupervisi ketat, yang namanya oknum bisa ketangkep. Sekarang ini supervisinya lebih lunak, kalau ada yang ketangkep, misalnya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya