Senin 22 Februari 2021, 17:15 WIB

Edhy Prabowo: Jangankan Vonis Mati, Lebih Dari itu Saya Siap

Tri subarkah | Politik dan Hukum
Edhy Prabowo: Jangankan Vonis Mati, Lebih Dari itu Saya Siap

ADAM DWI / MI.
Mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Edhy Prabowo

 

MANTAN Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo berdalih bahwa dirinya tidak mengetahui bawahannya melakukan manuver terhadap para eksportir benih lobster. Ia menegaskan apabila mengetahuinya, pasti segera dilarang.

Edhy menyebut tidak akan lari dari tanggung jawabnya jika memang dinyatakan bersalah. Bahkan, ia siap kalau memang harus dihukum mati.

"Jangankan dihukum mati, lebih dari itu pun saya siap. Yang penting demi masyarakat," ujar Edhy di Gedung KPK, Jakarta, Senin (22/2).

Edhy mengatakan bahwa dalam setiap kesempatan, ia selalu meminta bawahannya untuk berhati-hati. "Jangan mau disogok. Kalau mau mencari korupsi, kalau memang niatnya, kenapa di tempat hal yang baru?"

Menurut Edhy, penerbitan Peraturan Menteri KKP terkait ekspor benih lobster bukan didasari atas keinginannya pribadi. Ia mengatakan Permen No. 12/2020 itu dibuat melalui proses panjang dan berasal dari keinginan masyarakat.

Baca juga: Ali Ghufron Ingin BPJS Kesehatan Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Terlebih, lanjutnya, proses penerbitan Permen itu juga memakan waktu cukup lama karena harus dikaji secara akademik dan teknis. "Dan setelah jadi draf Permen kita juga laporkan ke Presiden melalui Mensesneg, dan Menseskab, semua terlibat, dan kami laporkan juga dengan Menko, nggak sendirian."

Oleh sebab itu, Edhy mengatakan dirinya hanya menjalankan Permen apabila ada pihak yang menyoalkan kerja tim uji tuntas atau due diligence ekspor benih lobster bentukannya.

"Bukan kah itu perintah Presiden? Extra ordinary work, kerja kerja kerja. Ini yang kita lakukan dan saya ingin ini jalan," kata Edhy.

Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta dengan terdakwa Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP), Suharjito, Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Slamet Soebjakto mengatakan tim due diligence terkadang tidak mengikuti aturan yang sudah digariskan dalam petunjuk pelaksanaan teknis.

"Saya tidak bicara lantang dengan menutupi kesalahan. Saya tidak berlari dari kesalahan yang ada. Silakan proses peradilan berjalan, makannya saya lakukan ini. Saya tidak akan lari, dan saya tidak bicara bahwa yang saya lakukan pasti benar, nggak," tandas Edhy. (OL-4)

Baca Juga

Antara/Galih Pradipta.

Bertemu Jokowi, Johan Budi Tepis Bahas Reshuffle

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 01 Desember 2021, 16:47 WIB
Ia mengaku arah diskusi yang baru saja terjadi hanya berkutat pada upaya penanganan pandemi terutama di daerah pemilihannya di Jawa...
ANTARA

Wapres: Indonesia dan Singapura Bisa Menjadi Mitra Atasi Pandemi

👤Emir Chairullah 🕔Rabu 01 Desember 2021, 16:45 WIB
Pertemuan tersebut dilakukan untuk berbagai kerja sama yang telah dan akan dilakukan kedua...
Antara/Galih Pradipta.

Mensesneg Bantah Ada Rencana Reshuffle Pekan Depan

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 01 Desember 2021, 16:40 WIB
Terlebih, sebentar lagi akan datang periode libur Natal dan Tahun Baru yang berpotensi memicu mobilitasi tinggi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya