Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
RENCANA Partai Keadilan Bangsa (PKB) memboyong selebriti Raffi Ahmad dan Agnes Monica ke dalam panggung politik pencalonan gubernur DKI Jakarta dinilai sebagai langkah yang kurang ideal.
Menurut Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari, dukungan PKB kepada Agnes dan Raffi bertolak belakang dengan citra PKB sebagai partai yang dekat dengan komunitas Nahdahtul Ulama (NU).
"Idealnya PKB mengangkat nama-nama yang berasal dari komunitas NU. Bukan cuma sensansi tapi juga harus memperkuat asosiasi antara PKB dan NU," ujar Qodari saat dihubungi, Minggu (14/2).
Qodari menilai PKB memiliki masalah keterbatasan distribusi kekuatan pemilih loyal mereka. Itulah sebabnya mengapa PKB tidak menjagokan nama-nama calon pemimpin yang terafiliasi dengan NU untuk Pilkada DKI Jakarta.
"Di Jakarta kan posisi NU tidak sebsar di Jawa Timur (Jatim). Maka bisa dimaklumi mereka kemudian menyebut nama-nama artis," tuturnya.
Terpisah, Pengamat Politik Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menilai PKB sedang mencoba untuk menarik perhatian publik. PKB tidak ingin kehilangan pemberitaan di saat isu-isu politik bukan lagi menjadi isu utama kala pandemi covid-19.
"Kalau menurut saya ini lebih ke arah mencoba menarik perhatian publik saja, karena dalam kondisi pandemi sekarang isu politik ini kan defisit, jarang isu-isu politik yang dibawa partai kemudian bisa menempatkan partai itu dipanggung yang diperhatikan publik," ungkap Yunarto.
Kendati demikian Yunarto pun menilai, langkah PKB diyakini tidak akan berpengaruh besear terhadap elektoral partai tersebut. Karena langkah yang sama pernah dilakukan oleh PKB saat mencalonkan Rhoma Irama yang berujung pembatalan.
"Ini upaya PKB untuk menjadi menarik perhatian publik, atau dilirik masyarakat level bawah minimal dalam pemberitaan pro dan kontra, belum tentu efeknya ke elektoral," jelasnya.
Menurut Yunarto, untuk sekelas DKI Jakarta pemilih mampu memetakan kemampuan dan prestasi dari para calon pemimpinnya. Menurutnya masyarakat Jakarta mampu melihat bahwa prestasi di bidang entertaiment belum tentu sejalan dengan prestasi untuk memimpin demokrasi atau pemerintahan.
"Melihat pola yang ada dari peluang seorang artis untuk maju di level pilada atau pileg sekalipun menurut saya pengalaman sudah membuktikan bahwa popularitas itu tidak linier dengan elektabilitas," katanya.
Sebelumnya, Sekretaris Bidang Sosial dan Kebencanaan DPP PKB Luqman Hakim mengatakan bahwa kedua publik figur yang dilirik PKB memiliki kemampuan yang memadai untuk memimpin Ibu Kota. Luqman menilai baik Raffi dan Agnes merupakan 2 sosok pekerja keras.
"Mereka berdua, Agnes dan Raffi, jika menjadi pemimpin, akan punya empati yang kuat pada nasib dan kehidupan rakyatnya," tandasnya. (OL-8)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI, Jazilul Fawaid, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno.
PKB menyebut arah kebijakan tersebut sebagai penerapan ekonomi konstitusi yang berpijak pada Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
PKB mendukung langkah-langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto, termasuk keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP).
Menurut Muhaimin, kepemimpinan Prabowo tidak hanya relevan untuk satu periode, tetapi juga memiliki potensi keberlanjutan.
Menurutnya, seorang tokoh agama memikul tanggung jawab moral yang besar untuk menjadi teladan bagi umat, bukan justru terlibat dalam tindakan kekerasan.
Isu utama menuju Pemilu 2029 bukanlah sekadar penghapusan PT
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved