Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Wadah Pegawai (WP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo mengapresiasi pilihan calon Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Presiden Jokowi yang jatuh kepada Komisaris Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Pasalnya kandidat yang akan menggantikan Jenderal Polisi Idham Azis ini memiliki profesionalitas dan jiwa reformis yang tinggi.
"Pilihan Presiden Jokowi ke Bang Sigit merupakan pilihan tepat, karena selama ini memang beliau dikenal sebagai polisi reformis dan profesional," ujarnya kepada Media Indonesia, Rabu (13/1).
Menurut dia, kinerja Listyo sangat bagus selama menduduki sejumlah jabatan termasuk saat ini sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim). Kasus-kasus besar berhasil ia tangani dengan baik yang menambah tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
"Salah satu buktinya adalah ketika menjabat sebagai Kabareskrim beliau sukses dalam menangani kasus-kasus korupsi besar," terangnya.
Baca juga : Kabareskrim Listyo Sigit Jadi Calon Tunggal Kapolri Pilihan Jokowi
Yudi juga meyakini kepolisian di bawah Listyo akan semakin profesional. "Saya yakin bahwa nantinya kepolisian akan semakin maju di bawah kepemimpinan beliau," jelasnya.
Sebagai bagian dari KPK, Yudi meminta, kepolisian ke depan bisa lebih bersinergi dalam pemberantasan rasuah. "Kami berharap bahwa kerja sama kepolisian dan KPK semakin baik dalam upaya bersama mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi," paparnya.
Ia tidak mempersoalkan masalah keyakinan Listyo. Pasalnya profesionalitas dan reformis jauh lebih penting dan dibutuhkan seorang pimpinan Korps Bhayangkara.
"Profesional dan kemampuan yang utama," pungkasnya. (OL-2)
KPK menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik dalam penggeledahan rumah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Pati, Riyoso.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan turut mencermati polemik pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud senilai Rp8,5 miliar yang menjadi sorotan publik.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan korupsi terkait pengurusan cukai di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
Pemantauan Media Indonesia Jumat (27/2) setelah datang dan memulai penggeledahan di rumah Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pati Riyoso di Desa Ngarus Kecamatan Pati
KPK bongkar taktik pegawai Bea Cukai inisial SA yang kelola uang gratifikasi di safe house Ciputat. Uang Rp5,19 miliar disita terkait kasus impor barang KW.
Instruksi 'bersih-bersih' tersebut merupakan kode untuk memindahkan tumpukan uang tunai dari lokasi awal.
stana dan DPR membantah isu Presiden Prabowo mengeluarkan surpres pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Simak klarifikasi lengkap DPR, Istana, dan tanggapan Komjen Suyudi.
Komjen Suyudi Ario Seto merespons isu yang menyebutkan ia bakal menjadi pengganti Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Istana membantah isu yang menyebut Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan surat presiden (surpres) ke DPR RI terkait pergantian Kapolri
NAMA Komjen Rudy Heriyanto ramai di media sosial X atau sebelumnya Twitter). Salah satu akun menyebut Rudy salah satu jenderal yang digadang-gadang menjadi calon Kapolri baru.
"Sikap Kapolri sudah tepat. Selain responsif, transparan, dan tegas, beliau telah menegakkan hukum seadil-adilnya tanpa pandang bulu,
Listyo akan menjadi Kapolri beragama nonmuslim kedua sepanjang sejarah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved