Kamis 17 Desember 2020, 15:26 WIB

Amien Rais Cs Siap jadi Penjamin Penangguhan Penahanan Rizieq

Cindy Ang | Politik dan Hukum
Amien Rais Cs Siap jadi Penjamin Penangguhan Penahanan Rizieq

MI/Ardi Teristi Hardi
Amien Rais

 

PENDIRI Partai Ummat, Amien Rais mendatangi Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pada Kamis, 17 Desember 2020. Dia menyatakan kesiapannya menjamin penangguhan penahanan pentolan Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab.

"Alhamdulillah kami ingin bertemu Kapolri (Jenderal Idham Azis) tapi beliau ada di luar kantor, kemudian tadi kami diterima di staf divisi humas, yang akan kita sampaikan itu apa, silakan dibaca," kata Amien Rais di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (17/12).

Dalam suratnya Amien Rais beserta 10 orang lainnya meminta kepolisian membebaskan Rizieq. Mereka siap menjadi penjamin atas penangguhan penahanan Rizieq.

Berikut isi surat yang dilayangkan Mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Amanat Nasional (PAN) itu beserta 10 orang lainnya kepada Kapolri Jenderal Idham Azis.

Baca juga : Tidak Ada Izin, Polda Akan Cegah Aksi Bela Rizieq Besok

Kepada Yth:

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia

Kami sebagai anak bangsa sangat prihatin atas kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, khususnya pasca kepulangan Habib Muhammad Rizieq Shihab (HRS). HRS semestinya dilibatkan pemerintah membangun stabilitas nasional guna mewujudkan cita-cita bangsa dan negara.

Sangat disayangkan yang terjadi adalah sebaliknya, timbul kegaduhan secara meluas dan berkepanjangan. Tampaknya hal ini disebabkan oleh keterkejutan pemerintah melihat langsung jutaan orang simpatisan pencinta HRS datang dari berbagai wilayah NKRI menyambut kepulangannya ke tanah air.

Sesungguhnya jika pemerintah beritikad baik mampu membuka diri dan membangun dialog secara tulus ikhlas, maka diyakini situasi dan kondisi kehidupan sosial politik akan menjadi lebih baik. Kegaduhan yang terjadi dan terhambatnya saluran dialog semakin memperlebar jarak antara pemerintah dengan pendukung HRS. Kondisi demikian tidak bisa dianggap remeh, sebab berpotensi melemahkan persatuan dan kohesi nasional terlebih lagi dengan terjadinya penembakan diluar hukum terhadap keenam laskar FPI semakin memperparah stabilitas nasional. Patut diduga telah terjadi kejahatan HAM berat dan tindak pidana teorisme.

Terdapat petunjuk adanya penculikan dan penganiayaan Keenam laskar FPI tersebut bertugas mengawal imam yang mereka cintai beserta keluarga untuk kepentingan beribadah dan sejatinya turut serta dalam pengajian subuh keluarga.

Dengan demikian, kami yakin mereka gugur sebagai syuhada. Dalam hal ini kami menilai, seluruh sila Pancasila telah diabaikan oleh oknum-oknum Kepolisian. Tindakan tidak berperikemanusiaan yang melenyapkan nyawa anak-anak muda secara brutal tidak dapat dibenarkan dan tidak ada alasan penghapus pidana.

Kami sangat khawatir akan terpecahnya bangsa Indonesia menjadi dua kubu yang saling berhadap-hadapan sebagai resultan terbunuhnya enam orang laskar FPI dan perkara kerumunan yang berujung ditahannya HRS. Tidak dapat dipungkiri, pihak Kepolisian terus menerus mengklaim kebenaran.

Disisi lain pihak FPI serta pendukungnya selalu dipojokkan dan diposisikan sebagai pihak yang salah.

Untuk meredakan situasi yang semakin panas dan tidak kondusif, serta demi tegaknya hukum dan keadilan, maka dengan ini kami menuntut:

  1. Kepolisian segera melepaskan HRS dari tahanan, dan sebagai gantinya kami yang tercantum di bawah ini siap menjadi penjamin.
  2.  Segera dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang independen, bebas dari pengaruh dan tekanan pihak mana pun guna mengusut tuntas kejahatan HAM berat dan tindak pidana terorisme atas terbunuhnya enam orang laskar FPI.
  3. Mengajak seluruh anak bangsa untuk terus mengawasi, mengawal dan ikut mengadvokasi secara intens seluruh proses penuntasan tragedi kemanusiaan tersebut.

Sebagai penutup, perlu kami ingatkan bahwa tindakan pembiaran, rekayasa dan penggelapan atas proses penuntasan tragedi kemanusiaan ini sangat berpotensi memicu kemarahan rakyat, schingga dapat menimbulkan hunu-hara dan perlawanan sosial yang meluas.

Dari kami anak-anak bangsa:

1. Dr Amien Rais

2. KH Dr Muhyiddin Junaidi

3. Dr Abdullah Hehamahua

4. KH Dr T Zulkrnaen

5. Dr Abdul Chair

6. Dr Bukhori Muslim

7. Neno Warisman

8. KH Ansyufri Sambo

9. Dr Syamsul Balda

10. Dr Marwan Batubara

11. Dr Nurdiati Akma (OL-2)

 

Baca Juga

MI/ Moh Irfan

Perludem: Elite Politik Gaduh Tapi Minus Politik Gagasan

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Senin 30 Januari 2023, 07:30 WIB
Anggota Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini menerangkan kegaduhan para elite politik disebabkan adanya pemenuhan syarat dukungan...
DOK.MI

Hakim Agung Tersangkut Korupsi, Kepemimpinan Ketua MA Dipertanyakan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Januari 2023, 21:00 WIB
Ketua MA selaku pimpinan tertinggi harus bertindak tegas menyikapi kasus yang sungguh mencoreng muruah pengadilan yang...
ANTARA

Dekat Dengan Parpol, Erick Thohir Miliki Kapabilitas Sebagai Cawapres

👤Widhoroso 🕔Minggu 29 Januari 2023, 20:35 WIB
MENTERI BUMN Erick Thohir merupakan figur yang bisa diterima oleh banyak kalangan, termasuk bagi partai politik...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya