Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 dengan pemungutan suara yang baru saja digelar pekan lalu menjadi istimewa. Hal itu lantaran pilkada kali ini terselenggara di tengah pandemi sekaligus pencoblosan yang bertepatan dengan Hari Antikorupsi Sedunia.
Sayangnya, meski dibanjiri dengan peringatan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), korupsi kepala daerah tetap saja marak. Sebagian bahkan tertangkap tangan berkaitan langsung dengan kontestasi di pilkada.
Berikut wawancara dengan Pahala Nainggolan, Deputi Pencegahan KPK, terkait hal ini.
BAGAIMANA melihat komitmen antikorupsi kepala daerah?
Komitmen kepala daerah untuk pencegahan korupsi itu kelihatan dari bagaimana dia memajukan delapan area perbaikan tata kelola yang kita dorong di daerah. Kita di 542 pemda mendorong perbaikan di delapan area dan diberi skor. Misalnya, ada kasus perizinan atau kasus pengadaan, tinggal dilihat skornya untuk perbaikan tata kelolanya berapa. Kalau skornya rendah berarti memang komitmennya kira-kira tanggung.
Apa komitmen pencegahan korupsi itu sudah terlihat?
Dari petahana ternyata ada 14 (kepala daerah) yang skornya dulu ketika menjabat sekarang ini sekitar 25- 40. Yang membikin khawatir ada 21 daerah skornya cuma 0-25. Patokan kami 75 skornya, kalau di atas 75 bahkan kita usulkan dapat insentif dari Kementerian Keuangan. Namun, kalau di bawah 75 kurang kuat komitmennya.
Maknanya bagaimana?
Kita percaya dari delapan fokus area ini 50% lebih ditentukan komitmen kepala daerah. Jadi, kalau ada daerah yang enggak nyampe 25 skornya lalu dia mencalonkan lagi, jadi kemajuannya segini-segini saja, dalam arti tidak serius mendorong tata kelola di daerahnya. Jadi, kalau dia cerita antikorupsi faktanya selagi dia memimpin seperti ini.
Kajian KPK menunjukkan ada 45% calon kepala daerah Pilkada 2020 dari pengusaha. Apa dampaknya?
Yang petahana juga sebenarnya dulu pengusaha, jadi jumlahnya kemungkinan lebih dari itu. Kita belum punya aturan yang bilang pengusaha harus melepaskan usahanya. Jadi bayangkan, misalnya, saya kontraktor kemudian terpilih jadi kepala daerah, itu di beberapa daerah istrinya tetap menjalankan usaha.
Karena tidak ada larangan ini, lantas kalau bidding (lelang proyek) itu biasanya orang agak segan.
Di mana salahnya figur pengusaha?
Sebenarnya enggak salah juga orang pengusaha, tapi di mana sih batasnya? Amat susah kalau misalnya saya kontraktor terpilih lantas perusahaan saya masih jalan dan ikut bidding karena enggak ada larangan. Percaya deh, di lapangan itu pasti sungkan. Makanya kita agak khawatir kalau pengusaha kebanyakan seperti ini.
Bagaimana mengatasi potensi konflik kepentingan itu?
Harus ada etik. Mereka protes hak saya untuk cari nafkah, tapi kami bilang harus ada dong etik untuk benturan kepentingan. Bukan hanya untuk kepala daerah, melainkan (semua) pejabat publik. Ada peraturan Menteri PAN-Rebiro, tapi normatif, nah kami mendorong untuk lebih praktikal. (Dhk/P-2)
PASCAPENETAPAN status tersangka terhadap Bupati Pati Sudewo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen langsung kunjungi Pati.
Hak menentukan hasil akhir ini sering kali disalahgunakan untuk mengakomodasi kepentingan politik atau materiil.
Transparansi di level daerah harus ditingkatkan secara radikal melalui pembagian kewenangan yang jelas antara pusat dan daerah.
Pemerintah juga meminta KPK memberikan dukungan untuk menyelesaikan proyek bangunan di Meikarta
Berdasarkan catatan KPK, Endin Samsudin sudah tiba di Gedung Merah Putih KPK pada pukul 09.03 WIB.
KETUA Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad merespons kasus Bupati Pati Sudewo yang menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Mendagri Tito juga mengingatkan agar daerah tidak menghambat investasi kecil dengan pungutan tidak perlu.
OTT yang kembali dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah kepala daerah dinilai mencerminkan persoalan struktural dalam sistem pemerintahan daerah.
Bupati Pati Sudewo terjaring OTT KPK hari ini. Simak fakta-fakta lengkap, rekam jejak kasus sebelumnya, kekayaan, hingga kontroversi kebijakan yang pernah memicu protes warga.
Pengalihan kewenangan memilih kepala daerah ke DPRD dinilai akan menggeser sumber legitimasi kekuasaan dari rakyat ke elite politik.
Perludem menilai efisiensi anggaran seharusnya ditempuh melalui digitalisasi pemilu, penyederhanaan tahapan, serta rasionalisasi badan ad hoc.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dinilai bisa tersingkir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved