Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJARAH kelam masa lalu Papua merupakan suatu proses dalam menuju kehidupan masyarakat Papua yang lebih baik. Masa lalu merupakan suatu pengalaman yang berarti untuk menuju masa depan yang lebih baik.
"Pikiran saya sederhana dalam solusi penyelesaian masalah di Papua, yaitu, sebagai pemimpin masyarakat hukum adat, kewajiban dan tanggungjawab yang ada dalam jabatan adat saya, wajib menyelamatkan masyarakat adat dari semua aspek, termasuk mati dan hidupnya wajib dilindungi, jangan mati kelaparan, mati kekurangan gizi, mati karena kebodohan dan lebih khusus mati karena ideologi yang diyakininya," ungkap Ketua Umum Presidium Putra Putri Pejuang Pepera, Provinsi Papua, Yanto Khomlay Eluay dalam rilisnya, Sabtu (5/12)
Bagi Yanto Eluay, sebagai umat beragama, tanah Papua sebagai "Tanah Injil" maka revolusi iman atau pemberontakan iman mengalahkan semua keinginan daging sebagai manusia biasa, menjadi 'Wajah Kristus' dalam perilaku hidup, mendasari hidup dengan prinsip mengampuni yang total dalam merefleksikan hukum Tuhan "kasihilah sesamu manusia".
"Jadi menyikapi manuver Benny Wenda dan saudara-saudaraku lainnya, baik di atas tanah Papua dan dimanapun. Perbedaan ideologi dipupuk oleh perbedaan ras dan agama dalam konteks kita sebagai WNI. Ekspetasi ini ibarat benih yang terus ditaburkan, bertumbuh dan berbuah, seakan-akan tujuan kita hidup didunia hanya untuk memperjuangkan kemerdekaan Papua sebagai bangsa sendiri. Mati dalam perjuangan diyakini sebagai mati suci, apalagi diimani dengan perjalanan bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir. Bkan seperti itu," papar Yanto Eluay.
Apalagi mati dengan saling membenci, dendam, marah dan lainya terhadap sesama manusia yang berbeda ras dan agama, menurut Yanto Eluay, untuk mencapai kemerdekaan sebuah bangsa sendiri harus diakhiri.
"Kepada saudara-saudariku masyarakat Papua yang saya cintai, marilah kita akhiri semua itu, sudah cukup kita berjalan dalam lembah kekelaman, penderitaan, tangisan dan airmata. Biarlah semua menjadi catatan sang pencipta, kita bangkit dari lembah kekelaman berjalan dalam Terang Kristus dan membangun masyarakat adat yang bermartabat, mempunyai jatidiri, wibawa dan kehormatan di atas tanah Papua dalam bingkai NKRI," harapnya.
Sementara itu, Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua, Socratez S.Yoman menyatakan selamat kepada Benny Wenda atas deklarasi Presiden Sementara Pemerintahan Papua Barat. Menurut dia, semuanya ini ada akar masalah dan prosesnya.
"Sebab banyak hukum di tanah Papua yang tidak ditegakkan. Masalah ketidak adilan ini yang terjadi di Papua," ujarnya. (OL-13)
SEMANGAT kemerdekaan Indonesia selalu identik dengan kebebasan, termasuk kebebasan dalam memilih gaya hidup yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menghadirkan gebrakan berbeda dalam Karnaval Kemerdekaan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Dengan pembaruan pendidikan, tokoh terdidik seperti Soekarno dan Sutan Sjahrir lahir dan menjadi pelita bagi masyarakatnya.
Dengan mengangkat karya intelektual, dialog kebangsaan, serta semangat persatuan, acara ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam membangun Indonesia.
Gebyar Kemerdekaan merupakan agenda tahunan Peradi Jakbar yang juga sebagai ajang silaturahim
Dalam pidatonya, Wakil Ketua Golkar DKI Ashraf Ali menegaskan bahwa perjuangan para pahlawan harus diteruskan dengan cara yang relevan di era modern ini.
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq hadir langsung di SMAN 1 Manokwari, Papua Barat, untuk menjadi pembina upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025, Selasa (25/11).
Penemuan kasus baru Tuberkulosis (TBC) di daerah itu hingga Juli 2025 mencapai 550 kasus, bahkan ada pasien yang sudah menunjukkan resisten obat.
Festival ini menampilkan berbagai atraksi budaya seperti tarian tradisional, musik daerah, dan pameran kerajinan tangan, serta bazar Ekraft UMKM.
Masyarakat Papua Barat mendatangi kantor KPK dan Kejagung untuk melakukan klarifikasi dan memberikan informasi hasil investigasi terkait Gubernur Papua Barat Dominggus Madacan.
BENCANA tanah longsor dan banjir bandang Pegunungan Arfak, tepatnya di Kampung Jim, Distrik Catubouw, Papua Barat menelan belasan korban jiwa.
Jumlah keseluruhan korban dalam peristiwa itu sebanyak 24 orang, terdiri atas lima orang selamat, 16 korban meninggal dunia, sedangkan tiga korban lainnya belum berhasil ditemukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved