Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Bawaslu Minta Peserta Pilkada Inovatif Berkampanye

Theofilus Ifan Sucipto
16/11/2020 08:38
Bawaslu Minta Peserta Pilkada Inovatif Berkampanye
Ilustrasi kampanye(Medcom/M Rizal)

BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 berinovasi dalam memaparkan visi dan misi namun tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sebab, kampanye virtual yang disarankan sebagai pengganti kampanye fisik kurang diminati.

"Inovasi bertujuan agar visi dan misi peserta Pilkada sampai kepada para pemilih," kata anggota Bawaslu Rahmat Bagja dalam keterangan tertulis, Senin (16/11).

Sepinya minat calon kepala daerah (cakada) berkampanye secara virtual membuat visi dan misi mereka kurang terdengar. Padahal, hari pemungutan suara kian dekat, yaitu pada 9 Desember 2020.

Baca juga: Kesuksesan Pemilu Bukan Hanya Diukur dari Jumlah Pemilih

Bawaslu, kata Bagja, menyerahkan cara kampanye yang kreatif pada peserta Pilkada. Namun, prosedur kampanye tetap harus mengacu pada protokol kesehatan.

Bagja mengingatkan kegiatan rapat umum atau tatap muka antara peserta Pilkada dan masyarakat maksimal hanya 50 orang. Jumlah peserta yang lebih dari 50 orang bakal dikenakan sanksi.

"Arak-arakan juga tidak dibolehkan sampai hari pemungutan suara pada 9 Desember 2020," tegas dia.

Meski begitu, Bagja tetap menyarankan cakada menggelar kampanye virtual. Sebab, cara itu lebih aman untuk mencegah penularan covid-19.

"Kami sarankan tetap utamakan kampanye daring. Jangan sampai ada yang terkena covid-19," terang Bagja.

Kreativitas pasangan calon selama kampanye Pilkada Serentak 2020 di masa pandemi covid-19 (korona) dinilai masih kurang. Pasangan calon masih memanfaatkan metode kampanye lama.

Konstitusi dan Demokrasi (Kode) Inisiatif mencatat hampir satu bulan kampanye metode yang paling banyak digunakan ialah kampanye tatap muka dengan pertemuan terbatas.

Dia menuturkan, pada 10 hari pertama kampanye, dari 10.180 kegiatan kampanye, metode daring hanya berjumlah 69 atau 0,7%. Kampanye daring meningkat menjadi 98 kegiatan pada 10 hari kedua kampanye.

"Tetapi angka presentasenya justru menurun menjadi 0,5% dari total 17.876 kegiatan kampanye. Hal ini menunjukan metode kampanye daring masih sangat rendah dan jauh dari harapan," tutur dia. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya