Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT militer dari Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis (LESPERSSI) Beni Sukadis menilai pendekatan militer yang dijalankan pemerintah pusat di Papua tidak akan berhasil menciptakan kedamaian.
Ia melihat program pengiriman pasukan sudah berjalan selama bertahun-tahun, bahkan sejak era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, namun sampai sekarang, kondisi tidak kunjung kondusif.
"Awal mula pengiriman pasukan itu kan karena dulu ada serangan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) kepada pos-pos koramil, patroli TNI dan polisi. Tapi kenyataannya, sampai sekarang tidak bisa meredakan perlawanan. Artinya kebijakan itu terbukti kontraproduktif. Menurut saya sangat tidak kondusif, tidak bisa mendorong kondisi di Papua menjadi damai," ujar Beni kepada Media Indonesia, Minggu (8/11)
Menurut Beni, pemerintah harus mulai membuka ruang dialog dengan kelompok-kelompok politik di Papua seperti Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan yang lain sebagainya.
"Saya tidak bicara KKB, tapi kelompok-kelompok politik. Bagaimanapun, mereka punya pengaruh signifikan terhadap kondisi di Papua. Itu yang harus didekati, diajak dialog, diajak negosiasi damai," tuturnya.
Baca juga : Lagi, Densus 88 Amankan Dua Teroris di Sumbar
Berkaca dari pengalaman yang telah dilakukan dengan Gerakan Aceh Merdeka, ia melihat seharusnya pemerintah tidak akan mengalami kesulitan untuk melakukan hal serupa dengan kelompok-kelompok di Papua.
"Kita sudah pernah berhasil, kenapa tidak dilakukan pendekatan yang sama? Entah nanti bagaimana hasilnya, yang penting pemerintah sudah terlihat memiliki niat, itikad baik untuk itu," ucap Beni
Sedianya, ia memandang berbagai persoalan yang terjadi di Papua bukan seluruhnya kesalahan pemerintah pusat. Melalui kebijakan otonomi khusus, pemerintah telah memberikan ruang gerak yang luas bagi pemerintah daerah setempat untuk mengurus sendiri kepentingan masyarakat setempat.
"Yang menjadi persoalan, korupsi di sana sangat besar. Pemerintah telah menggelontokan dana besar untuk kesejahteraan masyarakat tetapi itu tidak menetes sampai ke bawah. Banyak dikorupsi terutama di tingkat kabupaten," tandasnya. (OL-7)
INSIDEN penembakan pesawat di area bandara Boven Digoel dinilai menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk segera memperkuat sistem pengamanan bandara, terutama di Papua.
WAKIL Bupati Jayawijaya Papua, Ronny Elopere mengecam serangan kelompok sparatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Egianus Kogoya yang menembak mati 2 warga sipil.
Indrajaya mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dan menindak tegas pelaku kejahatan, seraya mengatakan pelanggaran tersebut tidak dapat diampuni.
Jalur dialog secara intensif harus dibuka oleh pemerintah karena situasi kekerasan di Bumi Papua terus berlangsung sejak lama.
Evakuasi jenazah korban penyerangan KKB menghadapi kendala berat karena lokasi kejadian berada di area hutan lebat dengan akses transportasi terbatas.
Puan lantas menyatakan bahwa DPR RI, khususnya Komisi I dan III, memiliki wewenang konstitusional untuk mengawasi kebijakan pertahanan, keamanan, serta hukum dan HAM.
Kelima warga itu sebelumnya berangkat ke Papua pada 14 Februari 2026 untuk bekerja dalam proyek pembangunan yang dijanjikan oleh seorang mandor.
11 bandara perintis di tiga provinsi Papua kini telah diamankan sepenuhnya oleh pasukan TNI setelah Februari lalu ditutup akibat gangguan keamanan oleh kelompok kriminal bersenjata atau KKB
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya analisis dan evaluasi terhadap kebijakan yang sudah tidak relevan dengan kondisi terkini.
Papua Connection menyerukan penghentian kekerasan bersenjata di Tanah Papua, khususnya yang menyasar warga sipil, guru, dan tenaga kesehatan.
Insiden penyerangan terjadi di Pos Pengamanan PT Kristal Kilometer 38, Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire.
KAPOLRES Nabire AKBP Samuel Tatiratu, mengatakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya menyerang pos milik PT Kristalin yang berlokasi di Makimi, Kabupaten Nabire.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved