Sabtu 31 Oktober 2020, 04:30 WIB

KPK Harus Tangkap Pelindung Buron

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
KPK Harus Tangkap Pelindung Buron

Dok.MI
Tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) Hiendra Soenjoto dikawal petugas saat keluar dari Gedung KPK, Jakarta

 

KPK diminta serius mencari pemberi suap terhadap eks Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan, yakni Harun Masiku, plus menangkap pihak
yang selama ini membantu pelarian para buron.

“Harun Masiku, buron ini harus segera ditangkap. Keberadaannya sudah jelas berada di Indonesia. Pencekalan untuk keluar negeri pun sudah dilakukan, dengan kecanggihan KPK dan kepolisian hari ini saya sangat tidak yakin KPK tidak mampu menangkapnya, lain cerita jika KPK memang tidak mau,” kata Peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Agil Oktaryal, kemarin.

Menurutnya, perbedaan ketidakmampuan maupun ketidakmauan dalam penangkapan Harun Masiku sangat tipis. Maka, KPK perlu menun-
jukkan kepada publik, komitmennya dalam menemukan Harun Masiku. “Penangkapan Harun Masiku sangat penting karena kasusnya menyangkut elite politik yang sedang berkuasa hari ini,” jelasnya.

Untuk itu, kata Agil, KPK perlu mengevaluasi kerja dari deputi penindakan KPK beserta tim satuan tugas pencarian Harun Masiku. “Saya pikir hasil negatif selama 10 bulan untuk mencari orang yang berada di wilayah Indonesia ialah hasil yang mengecewakan bagi tim penindakan KPK hari ini.”

Terlebih juga KPK masih memiliki tugas yang banyak dalam menemukan buron selain Harun Masiku. Terdapat sejumlah nama yang hingga saat ini berkeliaran dan menghirup udara bebas meskipun sudah berstatus tersangka.

“Misalnya, KPK juga harus bekerja cepat untuk menangkap buron lainnya, seperti Samin Tan, Sjamsul Nursalim, Itjih Nursalim, dan Izil Azhar,” terangnya.

Mengenai penangkapan tersangka pemberi suap terhadap eks Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi Abdurrahman, Hiendra Soenjoto (HS), Agil menilai KPK memang harus melakukannya. Bahkan, bisa bergerak lebih cepat karena didukung kepolisian dalam pencarian buron 9 bulan tersebut.

Bahkan, KPK kabarnya sempat mengamankan dan memeriksa istri Hiendra Soenjoto.

“Selain menangkap DPO (daftar pencarian orang) tersangka HS, penyidik KPK, pada Kamis (29/10), juga mengamankan dua orang, yaitu
teman HS yang bernama VC dan LI selaku istri tersangka HS,” ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.

Belum menyerah

KPK mengaku belum patah arang dalam mencari keberadaan Harun Masiku. Segala cara sudah dikerahkan supaya segera menemukan keberadaan bekas politikus PDIP ini.

“Jadi utang kami terhadap DPO (daftar pencarian orang) lain mudah-mudahan terhadap DPO lain juga akan demikian (segera ditangkap),” kata Deputi Penindakan KPK Karyoto.

Ia mengatakan evaluasi mengenai proses pencarian Harun Masiku selama ini telah dilakukan. Tujuannya mengoptimalkan strategi menangkap Harun Masiku.

“Kami juga sudah melakukan berbagai macam evaluasi mana yang perlu ditambah dan mana yang perlu kita kerja sama dengan instansi lain sehingga memberikan kepastian tentang gerak pencarian dari pada DPO,” ujarnya.

Kartoyo meyakini Harun Masiku tidak akan lama lagi dapat ditemukan KPK. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat menyusul ditangkap terhadap DPO lain.”

Sejak 9 Januari, Harun Masiku telah ditetapkan tersangka oleh KPK, tetapi hingga kini belum juga dapat ditangkap. Harun Masiku memberi suap kepada Wahyu Setiawan lewat mantan anggota Badan Pengawas Pemilu Agustiani Tio Fridelina. Tujuannya mengupayakan pergantian antarwaktu (PAW) caleg dapil Sumsel 1. Kasus ini terungkap melalui operasi tangkap tangan dengan mengamankan Wahyu dan Agustiani serta menyita uang Rp400 juta di Bandara Soekarno-Hatta, (8/1). (P-1)

Baca Juga

ANTARA/Mohamad Hamzah

Densus 88 Tangkap Profesor Bom Kelompok Teroris

👤 Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 01 Desember 2020, 00:13 WIB
Bungker sejenis tersebut juga telah ditemukan di Poso pada 2007, Klaten 2014, dan terakhir Lampung pada...
ANTARA/Sigid Kurniawan

Hakim Nilai Aneh Jaksa tidak Rinci Periksa Pinangki

👤 Sri Utami 🕔Senin 30 November 2020, 23:55 WIB
Hakim juga menanyakan terkait nama Joko S Tjandra yang disebut oleh terdakwa Pinangki Sirna Malasari saat pemeriksaan internal di Kejasaan...
MI/Ramdani

Demokrat Minta Pemerintah Segera Temukan Pelaku Teror di Sigi

👤Yohanes Manasye 🕔Senin 30 November 2020, 23:12 WIB
"Kita minta pemerintah, aparat penegak hukum, untuk segera menemukan siapa pelaku pembunuhan sadis itu dan apa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya