Selasa 27 Oktober 2020, 21:44 WIB

Waspadai Hoaks Covid-19 untuk Turunkan Partisipasi Pemilih

Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Waspadai Hoaks Covid-19 untuk Turunkan Partisipasi Pemilih

MI/IMMANUEL ANTONIUS
Staf Khusus Menteri Dalam Negeri bidang Politik dan Media Kastorius Sinaga

 

HOAKS tentang penyebaran Covid-19 menjelang Pilkada harus diwaspadai digunakan sebagai cara menurunkan partisipasi pemilih untuk menguntungkan paslon tertentu.

Penyebaran hoaks terkait Covid-19, sangat mungkin terjadi pada saat pelaksanan pemungutan suara (pencoblosan) di wilayah ataupun TPS yang menjadi perebutan pengaruh para paslon.

"Harus diwaspadai hoaks terkait Covid 19 digunakan dalam upaya black campaign untuk saling menjatukan antar lawan politik di kontestasi Pilkada. Penyebaran hoaks dengan menggunakan isu Covid-19 demi perebutan ataupun penggembosan suara bisa menjadi strategi black campaign yang ujungnya membuat tingkat partisipasi pemilik merosot,” kata Staf Khusus Menteri Dalam Negeri bidang Politik dan Media Kastorius Sinaga, hari ini.

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, kata Stafsus Mendagri, sangat memikirkan kemungkinan tersebut dan meminta kepada gubernur, bupati dan walikota agar bersinergi dengan para pemangku kepentingan, khususnya Forkompimda menggandeng media lokal dalam upaya sosialisai Pilkada dengan penerapan protokol kesehatan yang semakin kondusif.

“Setiap minggu kita memonitor pelanggaran dan kepatuhan protokol kesehatan di masa kampanye. Hasilnya sangat kondusif. Dari 9500 kampanye tatap muka, pelanggaran hanya sekitar 250 atau 2,5%. Artinya, Pilkada aman Covid 19 menunjukkan trend yang menggembirakan,” ujar Kastorius.

Dengan trend tersebut kita yakin bahwa partisipasi pemilih akan stabil tinggi seperti  Pilkada serentak sebelumnya.
        
"Perlu digalakkan kampanye gerakan anti hoaks di wilayah-wilayah yang akan pilkada secara masif sehingg masyarakat  ikut aktif melawan hoaks," kata Kastorius.

Lebih jauh, Kastorius menjelaskan kemungkinan modus penyebaran hoaks menjelang Pilkada. Menurut dia, hoaks yang disebarkan dapat berupa kabar adanya calon pemilih ataupun penyelenggara Pemilu (petugas KPPS) yang terpapar Covid 19 di TPS tertentu sehingga menurunkan animo pemilih yang akan hadir dengan tujuan menguntungkan salah satu paslon.

Adanya kemungkinan penggunaan hoaks dalam Pilkada  berkaca pada aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja yang juga menggunakan hoaks dalam melakukan disinformasi. hoaks yang diembuskan bahwa UU Cipta Kerja akan menyengsarakan nasib kaum buruh dan pekerja telah memicu tindakan anarkis.(OL-4)

Baca Juga

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Polri: Tidak Ada Pendekatan Militer di Papua

👤Widhoroso 🕔Sabtu 28 November 2020, 22:55 WIB
Kehadiran aparat TNI dan Polri di tengah masyarakat Papua,justru untuk membantu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat itu...
dok.Mabesad

TNI AD dan AD Prancis Siapkan Latihan Gabungan di 2021

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 November 2020, 21:55 WIB
KEPALA Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Andika Perkasa menerima kedatangan Atase Angkatan Darat Prancis, di Mabesad TNI membahas latihan...
MI/Susanto

Baleg Prioritaskan RUU yang Tertunda di 2020

👤Putra Ananda 🕔Sabtu 28 November 2020, 21:22 WIB
Badan Legislasi (Baleg) DPR belum menentukan Rancangan Undang-Undang (RUU) mana saja yang akan masuk dalam Program Legislasi Nasional...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya