Sabtu 26 September 2020, 07:55 WIB

KPK Perpanjang Penahanan Tersangka RTH Bandung

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
KPK Perpanjang Penahanan Tersangka RTH Bandung

MI/Susanto
Tersangka kasus dugaan suap pengadaan tanah di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pemerintah Kota Bandung pada 2012-2013, Dadang Suganda (DS)

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi melakukan perpanjangan masa penahanan tersangka korupsi pengadaan tanah untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Bandung yang juga wiraswasta Dadang Suganda (DS).

"Penyidik KPK memperpanjang penahanan untuk tersangka DS berdasarkan penetapan ketua PN Bandung yang kedua selama 30 hari dimulai 28 September 2020 sampai 27 Oktober 2020 di Rutan KPK Gedung Merah Putih," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (26/9).

Ia mengatakan, penyidik segera menyelesaikan pemberkasan perkara untuk tersangka Dadang agar dapat segera disidangkan. Diketahui, dadang Suganda telah diumumkan sebagai tersangka pada 21 November 2019.

Dalam proses pengadaan tanah terkait RTH itu, Pemerintah Kota Bandung tidak membeli langsung dari pemilik tanah, namun diduga menggunakan makelar, yaitu anggota DPRD Bandung periode 2009–2014 Kadar Slamet dan Suganda.

Proses pengadaan dengan perantara Suganda dilakukan melalui kedekatannya dengan Sekretaris Daerah Bandung, Edi Siswadi. Siswadi telah divonis bersalah dalam perkara suap terhadap seorang hakim terkait penanganan perkara korupsi bantuan sosial di Pemerintah Kota Bandung.

Baca juga: Kasus RTH Bandung, KPK Periksa 4 Camat

Siswadi memerintahkan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Bandung saat itu, Herry Nurhayat, untuk membantu Suganda dalam proses pengadaan tanah itu. Suganda kemudian membeli tanah pada sejumlah pemilik tanah atau ahli waris di Bandung dengan nilai lebih rendah dari NJOP setempat.

Setelah tanah tersedia, Pemerintah Kota Bandung membayarkan Rp43,65 miliar pada dia. Namun, Suganda hanya memberikan Rp13,5 miliar pada pemilik tanah.

Diduga Suganda diperkaya sekitar Rp30 miliar. Sebagian dari uang itu, sekitar Rp10 miliar diberikan pada Siswadi yang akhirnya digunakan untuk menyuap hakim dalam perkara bantuan sosial di Pengadilan Negeri Bandung.

Dalam penyidikan kasus itu, KPK juga telah menyita 64 bidang tanah dan bangunan serta dua mobil milik Suganda.(Ant/OL-5)

Baca Juga

Antara

MK Tolak Permohonan Anis Matta Soal Keserentakan Pemilu

👤Indriyani Astuti 🕔Kamis 07 Juli 2022, 13:15 WIB
Mahkamah Konstitusi berpendapat bahwa pemilu harus tetap diselenggarakan secara serentak, demi penguatan sistem pemerintahan...
Ist/DPR

Anggota DPR Minta Pemerintah Perhatikan Faktor Independensi Pilih Pj Kepala Daerah

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 07 Juli 2022, 12:26 WIB
Guspardi Gaus menyarankan pemerintah dalam memilih penjabat (Pj) kepala daerah, selain mempertimbangkan kapabilitas dan kualitas, juga...
ANTARA/Galih Pradipta

Demokrat Bantah Mensyaratkan AHY Jadi Capres atau Cawapres dalam Penjajakan Koalisi

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Kamis 07 Juli 2022, 11:43 WIB
Putra Presiden keenam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu disebut mengedepankan pembahasan visi, misi, dan platform...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya