Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Panitia Khusus (Pansus) Penyelenggaraan Pendidikan sekaligus Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Elva Farhi Qolbina menilai pengembangan ekosistem pendidikan tidak seharusnya terbatas di ruang kelas.
Melainkan memperluas ke ruang publik, seperti Ruang Terbuka Hijau (RTH). Elva menekankan, pendidikan harus hadir di berbagai lingkungan.
Ruang terbuka bisa menjadi media belajar yang menyenangkan. Menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Pendidikan tidak melulu berlangsung di sekolah,” ujar Elva melalui keterangannya, Selasa (16/12).
Ia mencontohkan, RTH dapat berfungsi untuk kegiatan belajar luar ruang. Seperti praktik sains, literasi lingkungan, dan pelatihan keterampilan sosial.
“Dengan sinergi yang baik, Dinas Pendidikan dapat berkolaborasi dengan dinas terkait untuk mengoptimalkan RTH sebagai bagian dari ekosistem pendidikan,” terang Elva.
Ia berharap, pengembangan pendidikan di Jakarta mampu melibatkan berbagai sektor. Dengan demikian, nilai-nilai pembelajaran dapat tumbuh di tengah kehidupan masyarakat.
“Pendidikan harus menjadi gerakan bersama. Tidak hanya tanggung jawab sekolah, tetapi seluruh elemen kota,” tegas Elva.
DPRD DKI Jakarta berkomitmen mendorong kolaborasi lintas dinas. Program pendidikan berbasis lingkungan dapat berkembang secara berkelanjutan.
Kota Jakarta bisa menjadi kota yang cerdas secara akademik. Termasuk kota berkarakter, berbudaya, dan berdaya saing global. (Far/P-3)
Pemprov DKI juga mulai mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Terkait dukungan anggaran, politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi D mendukung segala kajian dan rencana yang memiliki dampak positif untuk masyarakat luas.
Skema kerja sama dengan pengembang di sepanjang trase akan mempermudah pengembangan MRT, terutama dalam pengelolaan TOD dan pembiayaan proyek.
Menurutnya, saling bantu antara daerah ini perlu dilakukan guna memudahkan menyelesaikan sebuah permasalahan.
Letaknya yang strategis di samping JIS menjadikannya salah satu titik potensial untuk pengembangan wisata urban di Jakarta Utara.
Menurut Pramono, dengan dukungan konektivitas tersebut, penyelenggaraan kegiatan berskala besar di JIS dan Ancol akan lebih mudah dijangkau masyarakat.
Penambahan RTH ke depan tidak hanya difokuskan pada luasan, tetapi juga pada kualitas ekologisnya, terutama fungsi serapan air dan produksi oksigen.
Ia mengakui capaian tersebut masih jauh dari ketentuan ideal. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan porsi RTH Jakarta dapat mencapai 30% pada 2045.
Kendala utama berada pada pengadaan tanah, baik melalui pembelian maupun pembebasan lahan, yang kerap berbenturan dengan realitas sosial dan ekonomi kota padat.
Ia menyampaikan bahwa hingga cut-off September 2025, total luasan RTH Jakarta telah mencapai 3.605,93 hektare atau 5,45%.
Jumlah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta belum memenuhi kebutuhan warga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved